Eliza

Eliza
Memeriksa kan diri



" Nona " Eliza menatap salah satu pengawal yang sudah berdiri di belakang nya " Di depan sudah ada orang tua tuan Lintang " Eliza langsung melebarkan matanya .


" makasih " Jawabnya lalu mengikuti pengawal itu membawanya ke hadapan calon mertua nya .


Ya malam ini acara perkenalan Nova sebagai istri dari Edward pewaris perusahaan besar itu ,Dan satu persatu tamu undangan semakin ramai .


" Mami ,Papi " Kedua orang tua itu langsung menatap ke arah samping di mana calon menantu mereka menghampiri mereka .


" Kata Lintang Mami sama Papi tidak jadi ke sini " Lanjut nya dengan wajah kesal .


" Papi mu menyelesaikan kerjaan nya dengan cepat " Jawab dengan lembut .


" Ayo " Ajak Eliza membawa kedua calon mertuanya ke arah keluarga nya .


" apa kita tidak memberi selamat dulu untuk pengantinnya Nak " Tanya Emmanuel lembut .


" Tidak perlu Pi " Jawab Eliza terus membawa orang tua Lintang .


" Opa " Henry menatap ke sumber suara begitu juga Elvi .


" Maaf saya tinggal sebentar " Pamit Henry pada kolega bisnis begitu juga Elvi.


" Terimakasih sudah hadir " Ujar Henry mengulur kan tangannya .


" Suatu kehormatan bisa menghadiri acara tuan muda Edward " Emmanuel menerima uluran tangan Henry .


" Sebentar nya kami Enggan mengundang Anda,tapi saya masih ingin hidup dengan tenang " Jawab Henry menatap Eliza sekilas membuat Emmanuel tersenyum kuda .


" Opa " rengek Eliza kesal .


" Apa Lintang tidak hadir " Tanya Elvi lembut .


" Maaf Nyonya , dia hanya mengirim hadiah saja karena pekerjaan nya " Elvi mengaguk paham lalu menatap sang Cucu " Zaza sudah tahu Oma " Jawab Eliza saat menyadari tatapan elvi .


" Ayo " Ajak Elvi pada orang tuan Lintang .


" Ah iya Nyonya " Jawab keduanya .


" Panggil bunda sama ayah mu " Eliza mengaguk paham lalu mencari keberadaan orang tuanya .


🪵


🪵


London 12.27


Ceklek


" Mereka sudah sampai " Tanya Lintang to the poin saat tahu siapa yang membuka pintu ruangan nya .


" Sudah " Jawab Leo lalu duduk di depan Lintang dan memberi kan beberapa berkas .


" Kenapa kamu belum mengambil cuty " Tanya Lintang menatap Leo .


"Tidak perlu ,ada mommy yang akan membantunya " Jawab Leo .


" Kau yakin " Leo mengaguk " Ini bukan yang pertama " Lintang berdecak kesal .


" Sombong sekali ,harusnya kamu berterimakasih karena aku mengizinkan kamu mengambil Cuty " Cibir Lintang .


" Sayang nya aku tidak membutuhkan nya ,tapi jika di uang kan aku tidak akan keberatan " Jawab Leo tersenyum miring.


" Dalam mimpi mu " Jawab Lintang ketus membuat Leo tertawa kecil .


" Mungkin hanya hari nya dia persalinan aku akan libur dan aku sudah bicara sama Albert dan Chris " Lintang mengaguk paham .


" Apa Mommy mu tidak marah " Leo mengaguk " Agnes sudah menjelaskan padanya " jawab Leo .


" Aku jadi ingin memiliki anak " Ujar Lintang menatap lurus kedepan .


" Apa Eliza masih memakai obat itu " Lintang menggeleng " Sudah lama dia melepaskan itu " Jawab Lintang .


" Sabarlah ,to kalian juga masih berjauhan apa lagi jarak nya begitu jauh " Lintang menghela nafas panjang.


" Apa aku perlu memeriksa kan diri ,jujur aku takut " Ujar Lintang .


" Kamu tahu sebelum dengan Eliza,aku banyak bermain dengan wanita sedangkan Eliza aku yang pertama " Lanjutnya lagi .


"Apa yang kamu takut kan ,kamu bermain dengan aman " Jawab Leo .


" Kamu dan aku tidak ada jauh berbeda , ini hanya masalah waktu " Lanjutnya lagi .


" jadwalkan pertemuan ku dengan dokter " Pintah nya pada Leo .


" Kenapa harus memeriksa kan diri bukannya kita rutin memeriksakan diri "Jawab Leo .


" Aku ingin memastikan saja Leo , agar aku bisa tenang " Ujar Lintang serius .


" Baiklah, aku akan jadwal kan " Jawab Leo memilih mengalah toh memang Lintang baik² saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Menyusahkan saja " Gerutu Eliza kesal .


" Sudah jangan terus mengomel ,kepala Eyang mau pecah " Eliza mendengus kesal mendengar suara itu .


" Zaza lagi kesal Eyang, wanita itu tidak ada kapoknya " Ujar Eliza ketus .


" Lalu masalah nya apa ?? " Eliza langsung terdiam mendengar jawab Daddy Radit membuat nya semakin kesal .


" Nova juga baik² saja Sayang, sudah jangan di pikirkan " Ujar Mommy Ellena lembut.


" Ah aku sampai melupakan mertua ku " Mommy Ellena mendengar itu hanya menggeleng .


" Kalian belum menikah Zaza " Ujar Mommy Ellena.


" Tapi kami sudah kawin " Jawab Eliza tenang.


Bugh


Daddy Radit menendang kursi duduk Eliza karena wanita itu duduk di depan samping kemudi .


" Anak ini "Ujar Daddy Radit menggeleng syukur orang tua Nova berada di mobil yang lainnya .


" Kamu harus terbiasa berhadapan dengan nya " Nova hanya mengaguk tersenyum .


" Kamu baik² saja kan " Lanjut nya lagi .


" Iya Oma " Jawab Nova lembut .


" Kamu juga Va ,kenapa tidak mengambil gelas lalu memukul kan di kepalanya atau tidak memukul nya dengan kursi " Ucap Eliza .


" Perut ku terlalu besar Za " jawab Nova ,Eliza berbalik ke belakang menatap perut Nova .


" Ah kau benar , jika aku tidak melihat nya mungkin kau akan melahirkan tadi " Jawabnya lalu kembali menatap ke depan .


" Perutmu saja seperti orang yang kurang gizi " Lanjutnya lagi .


" Berhenti " Titah daddy Radit ,sang sopir langsung menatap ke arah kaca spion " Turunkan wanita itu ,dia membuat ku pusing " Lanjutnya dengan kesal .


"Jalan saja pak ,anggap saja itu suara makhluk halus " Ujar Eliza .


Bugh


" Kau kira Eyang sudah mati Hah " Bentaknya tapi Eliza hanya tertawa kecil .


" Astaga,kenapa terus berdebat sih jika ketemu " Ujar Mommy Ellena menggeleng .


" Anak itu kurang ajar sekali, jika tahu seperti ini lebih baik dulu aku membuang nya " Ujar Daddy Radit .


PLak


Mommy Ellena langsung memukul lengan Daddy Radit dengan keras .


" Selalu saja, Mommy yang akan lebih dulu membuang Daddy sebelum membuang Eliza " Jawabnya kesal .


" Kau selalu membela nya " Ujar Daddy Radit kesal .


" I love you Eyang " Ujar Eliza tertawa kecil .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟