Eliza

Eliza
Peringatan



" Kamu mencintai Eliza " Lintang langsung menatap ke arah depan ,bahkan dia belum juga duduk tapi orang yang di depannya langsung bertanya pada intinya .


" Ya " Jawab Lintang menjatuhkan bokongnya di kursi berhadapan dengan dua pria yang ada di depannya .


" Jangan menyakiti nya jika mencintai nya ,air matanya terlalu mahal untuk menangisi pria bajingan seperti mu " Ujar Alan dengan ketus .


" Kami tidak pernah ikut campur dalam urusan anak² termasuk Eliza karena kami yakin dia mampu dan dia bisa menghadapi nya karena itu dia sekuat sekarang " Timpal Jeje .


" Kami meminta mu bertemu hanya ingin memastikan saja, jika ya jangan melakukan hal bodoh jika tidak maka jauhi " Lanjutnya dengan serius .


" Eliza yang menolak tidak ingin menikah " Ujar Lintang tenang .


" Karena kamu masih bermain wanita " Jawab Alan menatap Lintang .


" Saya yakin tuan pasti paham dengan hal itu, karena anda sering melakukan sebelum menikah bukan " Tanya Lintang menaikan alisnya sebelah .


" ya kami sering melakukan tapi saat kami memilih saat itu kami melepaskan mereka dan kembali pada satu wanita ,bukan kembali dengan nya tapi bermain dengan yang lain juga " Sindir Jeje membuat Lintang terdiam .


" Yakin kan Eliza, karena dia tidak terlalu percaya dengan pernikahan sekalipun keluarga nya baik² saja ,tapi masa lalunya membuatnya takut ,apa lagi kamu sering bermain dengan jalangmu dan dia kembali pada masa itu " Ucap Alan.


" Ini pertemuan pertama dan terkahir karena jika kamu terus menyakiti nya , kamu bukan hanya kehilangan Eliza tapi mungkin semua yang kamu punya saat ini jadi bersikap lah selayaknya pria jangan jadi pengecut yang hanya menikmati tubuh para wanita " Ujar Jeje serius .


" Dia akan kembali dalam dua hari ,karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlalu lama " Lanjutnya berdiri dari duduknya di ikuti Alan lalu meninggalkan Lintang yang masih terdiam di tempat duduknya sambil menatap tempat duduk Alan dan Jeje yang sudah kosong .


Lintang langsung menghubungi Eliza memintanya bertemu di tempatnya saat ini karena dia terlalu malas untuk mencari tempat lagi .


Di sisi lain lebih tepatnya di rumah sakit Leo masih tertidur di samping Agnes sambil memeluk wanita itu ,sedangkan kedua sahabatnya sudah pulang setelah puas bermain dengan Grace .


Tok ...tok ...


Ceklek


Agnes langsung menatap ke arah pintu di mana pelayan mengantarkan makan malam untuk dia dan Leo .


" makasih Bibi " Ujar Agnes lembut .


" Iya Non " Jawab Pelayan meletakan makan malam keduanya di atas meja .


" Leo " Agnes membangun kan Leo dengan pelan .


" Hebm "


" Makan dulu " Leo langsung membuka kedua matanya ,lalu turun dari tempat tidur ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya .


" Apa Nona sudah baik² saja " Tanya Pelan lembut .


" Sudah Bi " Jawab Agnes tersenyum .


" Syukurlah" Jawab Pelayan memberikan makanan Agnes .


Tidak berselang lama Leo ke luar dari kamar mandi langsung menuju sofa .


" Besok datang pagi menjemput mereka tidak usah membawa bekal nanti makan di rumah " Ujar Leo .


" Apa kita tidak kembali ke apartemen tuan " Tanya pelayan


" Hebm " Jawab Leo .


" Baik tuan ,Apa kamar bina muda ...."


" Dia akan tidur bersama ku " Potong Leo cepat .


" Baik tuan " Jawab Pelayan .


Agnes menatap kedua orang itu dengan bingung, mereka akan kembali ?? Bahkan dokter belum mengatakan papa lalu kenapa kembali ke rumah bukan apartemen ??


Apa selama ini Leo punya rumah ? Tapi kenapa dia tidak tahu ,Agnes mendengus kesal saat mempertanyakan hal yang tidak masuk akal .


Memang dia siapa yang harus tahu Leo punya rumah atau tidak ,Agnes langsung menyantap makanan yang di bawakan Pelayan dengan kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ayo kita menikah " Eliza menghela napasnya panjang " Untuk apa " Tanya Eliza ketus .


" Apa harus ada alasan untuk kita menikah " tanya Lintang menatap Eliza dengan intens .


" jika hanya untuk sebuah kepuasan kamu bisa meminta mereka melayani mu ...."


" Aku tidak ingin membahas itu ,kamu hanya menjawab ya atau tidak " Potong Lintang Tegas .


" Bukannya aku sudah katakan kita tidak akan menikah " Jawab Eliza datar .


" Alasannya " Tanya Lintang .


" Tidak ada alasan khusus " Jawab Eliza .


" Karena masa lalu orang tua mu " Eliza membalas tatapan Lintang " Bukan urusanmu " Jawabnya ketus .


" Bukannya kini mereka baik² saja kenapa ...."


" Karena mereka sama bajingan nya seperti mu " Potong Eliza kesal .


" Bukannya aku sudah mengatakan mereka dengan kamu beda .... "


" Tidak ada yang beda tugas kami ...."


" Beda " Ujar Lintang tegas " Aku mencintaimu sedangkan mereka hanya mainan itu kenapa aku katakan posisikan dirimu sebagai milik ku bukan mainan ku " Lanjutnya dengan kesal .


" Kamu mau tahu kenapa aku terus bermain dengan mereka ,karena kamu tidak peduli dengan itu Eliza dan aku membenci itu " Ujar Lintang emosi bahkan suaranya sedikit keras ,syukur sebelum Eliza sampai dia sudah meminta ruangan VIP agar dia bisa lebih nyaman bicaranya dengan Eliza .


" Tapi memang kenyataan aku hanya mainan...."


" Maka ayo kita menikah "Potong Lintang cepat .


" Jangan membuat dirimu semakin sulit Eliza , aku tahu kamu mencintai ku begitu juga dengan ku " Lanjut Lintang frustasi .


" Aku tidak mau kejadian ..."


" Kamu hanya menjawab ya atau tidak , selebihnya itu urusan ku " Ujar Lintang ketus .


" Aku tidak bisa menjawab sekarang ,karena aku masih mengurus ...."


" Ya atau tidak " Desak Lintang kesal .


" Biarkan seperti ini " Jawab Eliza membuat Lintang kesal .


" Tapi ingat jangan perna main² dengan ku " Eliza menatap sinis pria yang kini di depannya " Bukannya selama ini kamu yang banyak bermain " Sindir Eliza ketus .


" Ah itu kebutuhan " Jawabnya dengan tenang .


" Berarti aku pun bisa ,karena itu kebutuhan " Lintang langsung melotot kan matanya tajam " Kamu bisa menelpon ku dan aku akan menemui mu jika menginginkan nya " Jawab Lintang meninggikan suaranya.


" Kenapa harus memanggilmu,aku hanya ingin menikmati milik orang lain apa rasanya Hhhmmmppp " Lintang langsung menarik tengkuk Eliza membungkam mulut dengan kesal bahkan saat ini posisi keduanya terhalang meja di mana Lintang berdiri dan Eliza duduk .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘