
" Agnes " Teriak Eliza saat melihat wanita hamil itu yang sedang duduk menunggunya ujian hingga selesai .
" Gimana " Eliza langsung memeluk Agnes " Kita akan wisuda bersama Agnes membalas pelukan Eliza .
" Traktir boleh " Eliza melepaskan pelukannya " Tentu ,kamu ingin makan apa " Tanya Eliza tersenyum .
" Makanan indo kayanya enak " Eliza mengaguk setuju " Apa kedua adikmu akan ikut " Eliza menggeleng " Mereka tidak akan mau ,apa lagi mereka baru masuk jadi masih sibuk² nya " Jawab Eliza .
" Aku telepon mereka dulu " Agnes mengaguk, membiarkan Eliza menelpon keluarga nya .
" Ayah "
" Iya sayang , gimana " Tanya Naufal lembut .
" Apa ayah sudah tidur ,maaf sudah mengganggu waktu ayah " Jawab Eliza bersalah.
" Tidak papa sayang ,gimana " Tanya Naufal yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Eliza .
" Zaza Lulus " Jawab Eliza serak menahan tangisan .
" Jangan menangis, selamat akhirnya perjuangan Zaza sudah berakhir ,ayah akan menunggu kapan ayah akan ke situ " Ujar Naufal bahagia .
" Makasih selalu sport Zaza,maaf belum bisa membahagiakan ayah sama bunda ,temani Zaza terus " Tangisan Zaza akhirnya pecah .
" Ayah akan transfer, bersenang-senang lah !! Jangan lupa hubungi Opa sama Eyang mu " Ujar Naufal memilih mengakhiri panggilan .
" Makasih ayah " Jawab Eliza sekalipun panggilan sudah berakhir dan dia paham jika sudah seperti itu .
Naufal memang tidak pernah menampakan kesedihan nya di depan Eliza ataupun adik²nya.
Kini Eliza kembali menelpon Henry yang mungkin saja sudah tertidur ,tapi itu sangat tidak mungkin .
Dan benar saja saat pria itu mengangkatnya Eliza langsung menjauh ponselnya dari telinganya .
" Wanita Sialan " Umpat Henry keras .
" Maaf Opa " Ujar Eliza pelan .
" Cepat katakan ,jangan membuat Opa ....."
" Zaza Lulus Ujian ,sebentar ...."
" Selamat "
Tut ...Tut
Eliza menatap nanar ponselnya lalu meringis membuat Agnes tertawa kecil .
" Kamu salah waktu " Eliza menatap Agnes " Aku hanya ingin berbagi kebahagian ,tapi sepertinya waktunya salah ' Agnes mengaguk tertawa " Sangat salah " Jawab Agnes .
" Apa kamu akan kembali menelpon " Eliza menggeleng " Aku akan mengirim pesan itu jauh lebih baik ,aku tidak ingin kembali mendengar umpatan " Jawab Eliza sambil mengetik pesan .
" Ayo " Ajak Eliza saat sudah mengirimkan pesan sama semua orang .
" Kita ke mana " Tanya Agnes menerima uluran tangan Eliza .
" Kenapa tidak duduk saja di apartemen ,kamu juga sudah selesai ,jangan membuatmu dalam masalah " Ujar Eliza menatap perut Agnes .
" Aku bosan ,lagian aku tidak akan meninggalkan mu sendirian " Eliza hanya tersenyum lalu berjalan meninggalkan ruangan ujian.
Kini mereka sudah berada di area parkiran ,Eliza langsung membukakan pintu untuk Agnes .
" Apa nyaman " Agnes mengaguk tersenyum baru Eliza menutup pintu mobilnya .
" Siap " Tanya Eliza yang sudah duduk di samping Agnes .
" Siap Aunty ,Aku sudah lapar " Eliza tertawa kecil lalu menjalankan mobilnya .
" Ok kita akan cari makan untukmu, terimakasih sudah menemani Aunty " Jawab Eliza dengan tawanya .
" Hebm " Jawab Agnes .
" Apa kamu sudah siap nantinya " Agnes menatap Eliza lalu mengaguk .
" Aku harus siap, kehadiran nya karena kesalahan ku !! Dan aku tidak pernah menyesali itu " Jawab Agnes serius .
" Aku akan menemanimu nantinya ,jangan takut hanya karena kamu sendirian " Ucap Eliza .
" Terimakasih ,aku semakin mencintai mu "
" Dan aku tidak, karena aku wanita normal " Agnes tertawa mendengar jawaban Eliza.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ting ...Ting ....
Eliza masukan kode lalu masuk dalam apartemen dia melihat dua pria yang kini sedang fokus pada benda tipis dan buku yang ada di depan mereka .
" Apa kalian tidak ingin memberikan selamat pada ku " Tanya Eliza menjatuhkan bokong nya di dekat Edward dan Rangga .
" Selamat " Eliza berdecak kesal " Hanya itu " Tanya Eliza kesal .
" Apa Kaka ingin mendali " Tanya Rangga tanpa mengalihkan pandangannya .
" Tidak usah ,kakak tidak butuh " Jawab Eliza emosi , melipat kedua tangan nya di dadanya.
" Sekarang aku sudah bebas dengan hal seperti itu " Ujar Eliza sombong .
" Kami tidak bertanya " jawab Edward .
" Dasar kulkas ,aku yakin pria seperti kalian tidak ada yang mau " Ujar Eliza Emosi .
" Bukannya sebaliknya " Tanya Rangga menaikan alisnya menatap Eliza .
" Aku punya kekasih " Bentak Eliza .
" Siapa " Tanya Edward tersenyum sinis membuat Eliza melongo .
" Iya ada " Jawab Eliza ketus .
" Iya tapi siapa " Tanya Edward ulang .
" Mendingan aku kembali ke apartemen " Eliza langsung berdiri dari duduknya .
" Ternyata kakak jomblo ,apa Kaka tidak malu kami saja memiliki kekasih " Eliza menghentikan langkahnya lalu menatap kesal ke arah dua pria itu .
Cih ,lihat wajah mereka membuatku semakin kesal !! sikap mereka tidak jauh berbeda dengan bedebah itu Ucap Eliza dalam hati ke luar dari Apartemen kedua pria itu .
" Kenapa aku harus memikirkan dia " Eliza tertawa karena kebodohannya " Ayolah,Kamu cantik Eliza dan kamu bisa mendapatkan pria seperti yang kamu mau " Lanjutnya lalu meletakan jarinya di pintu apartemen hingga terbuka seketika .
" Tapi apa itu mungkin " Ucap nya sambil memakai sendal rumah .
" Bodoh ,tanpa pria aku bisa bahagia ,bukan kah selama ini aku hidup di kelilingi pria " Lanjutnya dengan sombong .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟