
" Apa tidak papa aku meninggalkan mu ? " Eliza mengaguk, tangan lembutnya mengelus kepala sang suami dengan lembut " Jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku " Lanjutnya sambil menatap perut Eliza .
" Ada Mami tidak perlu khawatir " jawabnya dengan lembut .
Dimana kelahiran anak mereka tinggal menunggu hari,Kehamilan Eliza sudah menginjak usia 9 bulan dan dokter mengatakan tinggal beberapa hari mereka baru bisa bertemu dengan buah cinta mereka .
" Zaza " Panggil Lintang lembut .
" berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku, berjuanglah untuk melahirkan nya ,aku mencintaimu begitu juga dengan Baby! Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian nantinya ,jujur aku takut jika hari itu datang tapi aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Baby " Eliza tertawa kecil ,dia paham dengan ke khawatiran suaminya begitu juga dirinya bahkan kedua mertuanya dan juga ayah kandungnya tidak pernah berhenti bertanya tentang keadaan nya jangan lupakan keluarga nya sekalipun mereka jauh tapi setiap menit ponselnya akan berdering dan itu membuat Eliza mual tapi dia tetap menerima panggilan yang selalu berganti-ganti " Kamu lupa aku siapa ? " Lintang menghela napas panjang.
" aku tahu kamu bukan manusia ,tapi kata dokter dan juga Agnes itu sakit sekali ....."
" Tapi setelah itu hilangkan saat anak nya lahir dengan selamat " Lintang mengaguk pelan " Aku hanya butuh kamu di samping ku,temani kami berjuang,boleh ? " Lagi² Lintang mengaguk .
" Bangun ,nanti kamu terlambat kerjanya " Ujar Eliza lembut .
" Kamu lupa aku siapa ? " Eliza memutar bola matanya" Aku tahu kamu siapa ? jadi bangun lah, aku sudah lapar " Benar saja ,senjata itu berhasil membuat pria sombong itu bangun .
" Kusut lagi kan pakaiannya " Dengus Eliza kesal .
" Ayo kita makan ,nanti baby sakit " Ajaknya tanpa mempedulikan kekesalan sang istri.
" Ganti dulu ...."
" Tidak perlu " Potong nya membantu Eliza berdiri hingga membuat wanita itu mengalah " Selalu saja " Ucap Eliza tapi Lintang hanya tersenyum .
Eliza mengambil tas kerja suaminya lalu ke duanya ke luar dari kamar .
Sesampai nya di meja makan ternyata sudah ada kedua orang tua Lintang .
"good morning Grandpa,grandma " Sapa Eliza menirukan suara anak kecil membuat kedua mertuanya tertawa bahagia .
" Good morning Baby " Balas Emmanuel lembut .
" Jangan sampai telat ,Papi akan menunggu mu " Lintang menatap Emmanuel lalu menarik kursi untuk Eliza .
" Iya, tapi apa Papi sudah yakin ?" Emmanuel mengagukan kepalanya " Iya " Jawab Emmanuel serius .
" Menyusahkan saja " Gumam Lintang tapi masih bisa di dengar peserta di meja makan itu .
" Apa nya yang menyusahkan , perusahaan mu tetap perusahaan pusat dan yang ini akan bernaung di bawah perusahaan mu " Lintang menghela nafas panjang " Sama saja , Pekerjaan ku semakin banyak " Jawabnya ketus .
" Kamu bisa memberikan pada Leo untuk memegang nya " Lintang menatap sang ayah " Lalu aku kerja sendirian " Jawab Lintang kesal .
" Sorry, Papi lupa " Jawab Emmanuel tersenyum kuda dan itu membuat Lintang semakin kesal .
" Ingat jangan ingkari janji Papi " Ujar Lintang tegas .
" Iya² " Jawab Emmanuel cepat .
Sesuai perjanjian,Lintang akan mengambil ahli perusahaan sang ayah dengan syarat itu akan berikan pada Eliza .
Lintang tahu jika Eliza sangat suka bekerja , itu kenapa dia memberikan perusahaan itu pada sang istri tapi tidak sekarang mungkin nanti setelah anak mereka sudah besar .
Dia tidak ingin menekan sang istri untuk seperti wanita pada umumnya ,selagi itu Eliza bisa menjaga dirinya dan tahu kewajiban nya sebagai istri dan ibu .
Tapi untuk yang ini hanya Emmanuel dan Lintang yang tahu karena dia belum memberi tahu Eliza .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kamu sudah urus semuanya " Tanya Lintang .
" Ada beberapa calon dan setelah makan siang kamu akan bertemu dengan mereka " Jawab Leo mengikuti langkah Bos sekaligus sahabatnya itu .
" Apa kedua manusia itu akan ikut " Tanya Lintang lagi .
" Ya, mereka masih ingin hidup dengan kemewahan " Jawab Leo jujur
Ceklek
Leo membukakan pintu ruangan Lintang dengan lebar .
" Kamu bisa melihat nya lebih dulu ,itu sudah di saring " Lintang menatap berkas yang ada di depannya " aku percaya padamu ,jadi tidak perlu aku memeriksa nya " Jawab Lintang serius menatap Leo .
" Kamu membuat ku merinding " Lidah Lintang berdecak .
" Aku punya dua kandidat satu wanita satu pria ,apa itu tidak masalah ? " Leo duduk di depan Lintang yang di batasi meja besar .
" Jika pekerjaan nya bagus ,kenapa tidak " Jawab Leo serius .
" Aku melihat nilai dan pengalaman kerjanya sangat memuaskan, sekalipun dia dari perusahaan yang kecil tapi semangat kerja nya aku suka " Lintang menatap Leo memicing " Kau menyukai nya " Tanya Lintang memastikan.
" CK, aku menyukai bukan menyukai nya sebagai wanita bodoh " Umpat Leo kesal .
" Istriku lebih cantik di banding wanita itu " Lanjutnya tegas .
" 3 pria dan 2 wanita " Lintang mengagukan kepalanya.
" Letakan yang pria di bagian tertentu untuk membantu pekerjaan Eliza nantinya " Leo mengaguk paham .
Dia pun akan melakukan hal yang sama ,karena nantinya Eliza akan mengambil ahli perusahaan .
Sekalipun tidak,Eliza tetap akan memantaunya dan Lintang tidak ingin istrinya berdekatan dengan pria lain begitu juga dengan Leo .
Kalian tahu bukan bagaimana posesif nya kedua pria itu , sekalipun keduanya pemain wanita tapi tenang sekarang mereka sudah insyaf.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maafkan author yang kembali libur Up nya ,karena sibuk antar sikecil sekolah baru pertama masuk .
Jadi kemungkinan sekarang kita ganti jadwal ,jika biasa nya pagi sudah Up , sekarang kita ganti malam ya kesayangan author .
Mohon di maklumi 🥰🥰🥰🥰😘😘😘
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟