Eliza

Eliza
Pria menyeramkan



Waktu terus bergulir begitu cepat dan sebentar lagi wanita itu akan menyelesaikan study nya dan bisa kembali mengurus butik milik Bunda nya yang sudah menjadi miliknya .


Kini dia sedang berada di kampus tentunya bersama Agnes,Eliza menatap perut besar Agnes sambil tersenyum kecil.


Mereka harus kuat untuk hidup mereka tanpa memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan mereka .


" Aku tidak sabar ingin bertemu dengan nya " Agnes tersenyum lalu menatap perut nya .


" Sama ,Aku harap kehadiran nya bisa membuatku lebih baik lagi ,setelah ini aku harus mencari pekerjaan " Gumam Agnes lalu duduk di kursi taman begitu juga dengan Eliza .


" Apa kamu sudah yakin tidak ingin ikut dengan ku membantuku di butik " Agnes menggeleng " Aku akan tetap di sini Za , sudah cukup selama ini aku menyusahkan mu ,aku harap kali ini kamu setuju tidak mengancam ku lagi " Ujar Agnes lembut .


" Biarkan aku usaha sendiri " Lanjutnya menatap Eliza dengan serius " Lalu bagaimana dengan nya " Agnes tersenyum kecut " Aku tidak tahu tentang nya.


" Aku tidak ingin memikirkan itu Za , kamu sudah tahu semuanya !! aku hanya tidak ingin membuat pelayan dan pengawal kesusahan karena ku " Jawab Agnes tersenyum paksa.


"Tumbulah jadi anak yang baik, kamu harus bangga punya Bunda yang kuat !! Jika Aunty punya waktu , Aunty akan menjenguk mu ke sini " Ujar Eliza mengelus perut Agnes .


" Bagaimana apa semuanya lancar " Eliza mendesah pelan " Aku tidak seperti mu dalam hal ini ,kepalaku mau pecah rasanya " Keluh Eliza .


" Baru 2 kali perbaikan semoga ini yang terakhir " Ujar Agnes .


" Kamu enak, sekali periksa nunggu dua hari di periksa langsung di ACC , sedangkan aku " Eliza menunjuk dirinya sendiri " Jika tahu seperti ini mendingan dulu aku meminta bantuan Opa untuk mencarikan pria yang kaya agar hidup ku tidak melarat seperti ini " Gumam Eliza dengan wajah sendu .


" Nanti aku bantu " Eliza menggeleng " Ayah akan membunuh ku " Gumam Eliza .


" Bagaimana dengan adikmu " Tanya Agnes .


" Mereka punya dunia sendiri Nes ,bukannya kamu sudah perna bertemu dengan mereka " Agnes tertawa kecil .


" Tapi aku bersyukur kamu masih hidup " Eliza mendengus kesal mendengar ucapan sahabatnya .


" Aku sudah terbiasa hidup dengan manusia seperti mereka, bahkan kamu akan mati berdiri jika sudah bertemu dengan Opa ku mulutnya seperti racun belum lagi Daddy ku, Papa Reza dan yang lainnya, menyeramkan " Ujar Eliza berdigik ngeri .


" Aku semakin penasaran dengan mereka " Ujar Agnes tersenyum kuda.


" Kamu akan menyesal dengan ucapan mu sendiri " Jawab Eliza .


" Ah iya bagaimana hubungan mu dengan keluarga mu " Eliza menaikan bahunya " Bahkan aku tidak tahu mereka masih hidup atau sudah mati " Jawab Eliza ketus .


" Aku yakin Opamu membuat kedua wanita itu jerah " Eliza mengaguk membenarkan .


" Mereka akan selalu seperti itu " Jawab Eliza .


" Itu kenapa hidup ku sangat hampa " Lanjutnya lagi .


" Eliza "


" Hebm "


" Bisa aku meminta sesuatu " Eliza langsung menatap Agnes " Untuk yang terkahir nya ,saat aku lahiran nanti aku harap kamu berada di sisiku sekalipun aku tidak yakin kamu masih berada di sini atau tidak lagi " Ujar Agnes menundukkan kepalanya .


Jelas itu lah Eliza ,tapi Agnes menyukainya bukan karena kekayaan nya tapi dia menerima siapa pun yang mendekati nya bahkan wanita itu tidak membawa nama keluarga besarnya untuk menarik simpatik orang sekitarnya sekalipun sebagian orang di kampus itu sudah tahu siapa Eliza .


" Iya aku tahu, dan aku berharap kamu memberikan kekayaan mu sedikit untuk ku " Canda Agnes .


" Kau ingin berapa ?? Aku akan memberikan tapi bukan untukmu tapi untuknya anggap saja itu hadiah untuknya "Agnes tertawa sambil memegang perutnya " Aku serius " Tawa Agnes terhenti lalu menatap Eliza .


Sial !!! Seperti nya Eliza tidak main² dengan ucapannya ,Agnes mengutuk kebodohan nya dia lupa siapa Eliza .


" Aku hanya bercanda Za ,Tidak usah di anggap serius " Ujar Agnes memaksakan tawanya .


" Bukannya aku bilang bukan untukmu , Kenapa kamu menolak nya " Tanya Eliza .


" Aku tahu,kamu tenang saja jika aku kesusahan orang pertama yang akan aku hubungi kamu, aku janji " Eliza mengaguk sebagai jawabannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Menjelang sore Eliza kembali ke apartemen nya dengan langkah pelan saat berada di depan pintu apartemen dia mendengar pintu apartemen sebelah nya terbuka .


" Makan " Tanpa menjawab Eliza masuk dalam apartemen tersebut .


" Kalian memesan " Tanya Eliza menyimpan tasnya di sofa lalu berjalan ke arah meja makan sekalipun tidak mendapatkan jawaban .


" Selamat makan " Ujar Eliza tapi lagi² kedua manusia yang di depannya hanya terdiam menikmati makanannya .


" Kapan kalian masuk kuliah " Tanya Eliza membuka obrolan .


" Kami di ajarkan untuk tidak bicara di meja makan " Ucap Rangga dengan wajah datarnya .


" Tapi nyata di meja makan tetap adakan yang bicara " Ujar Eliza kesal .


" Hanya hal penting ,dan yang kakak tanyakan tidak penting " Eliza melirik kesal ke arah Edward ,pria itu aura nya sama halnya dengan malaikat pencabut nyawa .


Pantasan tidak ada mau dekat dengannya hanya wanita bodoh itu yang mau ,apa matanya sudah buta menyukai pria menyeramkan ini Umpat Eliza dalam hati .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !! Jangan lupa mampir di karya author yang baru .


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟