Eliza

Eliza
Menunggu Nova



" Lintang "


" Hebm "


" Aku cape " Lintang langsung menatap layar yang ada di depannya tak kalah mendengar suara sang kekasih serak .


" Why " Tanya nya menaikan kedua tangan nya di atas meja .


" Ini sudah sebulan " Lintang hanya menghela napasnya panjang.


" Honey ,kamu harus memikirkan kesehatan mu juga ,jangan terlalu memikirkan itu ,aku tahu kamu khawatir tapi anak buah Daddy mu juga sedang berusaha Honey " Terang Lintang .


Ya kini Eliza sedang memikirkan sang sahabat Nova, dia merasa bersalah karena alasan kepergian nya adalah dia dan itu membuat nya tidak nyaman dan merasa bersalah sekalipun dia tidak melakukan apa pun .


"Jangan terus menyalahkan dirimu ,dia sudah tahu jika kamu memiliki kekasih " Lanjutnya lagi .


" Dia pergi hanya untuk menenangkan diri Honey " Eliza menggeleng tidak menerima ucapan Lintang " Lagian jika pun dia bertahan itu sama saja membuatnya tidak nyaman karena dia akan berpikir jika dia yang membuat hubungan mereka canggung " Lanjutnya lagi membuat Eliza terdiam .


" aku kira kamu juga akan melakukan hal yang sama jika mami tidak menyukaimu ,tapi sayang nya mami begitu mencintai mu " Eliza menarik sudut bibirnya sedikit.


" Kamu tidak ke masion utama " Eliza menggeleng " Why ? marah " Eliza mengaguk " Ok " Lintang tidak bertanya lebih lanjut lagi .


" Apa pekerjaan mu banyak " Lintang mengaguk tersenyum " seperti biasanya " Jawab Lintang .


" Semuanya lancar " Lintang kembali mengaguk tersenyum " tidak bisa ke sini aku merindukan mu " Jawab Eliza pelan .


" Tunggu sebentar ,aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan " Eliza kembali mengagguk .


" Tapi kamu siapkan mungkin aku akan membawa Papi sama Mami " Lanjutnya lagi .


" Tunggu dulu Nova sampai ketemu " Ujar Eliza .


" Gimana kalau tidak ketemu " Tanya balik Lintang serius .


" Aku yakin dia ketemu ,bukannya katamu dia hanya menenangkan diri " Lintang hanya mengagukan kepalanya pelan " Ok " Jawabnya .


" Aku tutup ya ,Leo sudah menunggu ku " Eliza mengaguk tersenyum .


"Love you " Lintang menanggapi nya dengan senyuman lalu mematikan ponsel nya .


" Semua sudah siap " Tanya Lintang menatap Leo yang sudah berdiri di ambang pintu .


" Ya, tapi kita singgah sebentar di rumah " Lintang menaikan alisnya sebelah menatap Leo " Grace bikin masalah dan Agnes takut kelepasan apa lagi kondisi nya sedang tidak baik² saja sedangkan mommy mengurus Agnes yang terus mengeluarkan isi perutnya kamu tahu Grace tidak mau jika hanya dengan pelayan " Lintang mendengus kesal .


" kamu baru menanam beberapa kali langsung jadi, aku setiap ketemu terus menggempur nya sampai sekarang belum ada hasil " Dengus Lintang kesal .


" Lalu di sana kamu biarkan sama siapa kita mau peninjauan Leo jangan gila " Ujar Lintang serius .


" Ada Albert dia sangat menakuti pria itu bahkan hanya lewat tatapan nya saja " Jawab Leo tersenyum .


" Semakin ke sini aku semakin yakin jika nantinya Albert akan menjadi suami dari Grace " Ujarnya ke luar dari ruangan nya .


" Tidak ucapan mu Hei " Bentak Leo kesal .


" Aku tidak akan membiarkan anakku menikah dengan pria itu itu " Lanjutnya dengan kesal tapi itu membuat Lintang tersenyum.


" Kita lihat nantinya " Jawab Lintang tersenyum mengejek .


" Cih, bahkan sampai mati pun aku tidak akan merestui atau mengizinkan Grace menikah dengan pria itu " Lintang menaikan bahunya " Kita lihat nantinya " Jawab Lintang masuk dalam lift begitu juga Leo .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Bunda " panggil Eliza pelan lalu membaringkan tubuhnya di sofa menjadi kan paha Queen sebagai bantal nya .


" Mau bunda panggil kan pihak salon ke sini " Eliza menggeleng " Apa belum ada kabar dari Daddy atau Opa " Tanya Eliza pelan .


" Belum sayang ,tapi tadi Opamu menelpon seperti nya Nova hamil karena sudah seminggu Edward terus mual dan Opa Davin juga sudah memeriksa nya " Eliza langsung berdiam dia bingung hsrus mengatakan apa , pikirannya hanya fokus pada Nova .


Apa yang dia lakukan wanita itu sekarang ,apa lagi dia tidak membawa apa pun selain uang yang selama ini menjadi sekertaris dari Raymond dan Edward ,apa itu cukup ?


" Eliza ke kamar dulu Bun " Ujar Eliza langsung bangun meninggalkan bunda ,Oma dan Opa nya .


" Apa yang di pikirkan kakak iparmu ,kenapa dia harus memisahkan orang yang saling mencintai ? Apa lagi kini wanita itu hamil " Desi menggeleng tidak percaya .


" Apa harta merubah semuanya " Lanjutnya lagi ,bahkan selama ini dia mengenal ipar dari menantunya itu sangat sopan lembut dan tidak melihat dari mana orang itu berada selama baik dia menerima dengan tangan terbuka .


" Apa orang tua pria itu menerima Eliza dengan baik " Queen langsung menatap Faisal ayah mertua nya .


" Daddy tidak perlu takut ,mereka menerima nya itu kenapa Eyang membiarkan hubungan mereka sampai sekarang " Ujar Queen tersenyum lembut .


" Syukurlah ,jika sampai mereka menyakiti Cucu ku , aku akan menghabisi mereka sekalipun aku tidak punya papa " Queen tertawa kecil .


" Memang Daddy punya apa " Tanya Desi .


" Punya rumah ini " Tawa Queen semakin pecah .


" Apa aku terlambat " Queen menatap ke sumber suara lalu merentangkan kedua tangan nya menyambut suaminya .


Cup


Naufal langsung mencium bibir Queen lalu memeluk sang istri .


" Zaza belum kembali " Tanya nya setelah melepaskan pelukannya.


" Sudah ,lagi di atas " Queen menjeda ucapannya " seperti biasanya " Naufal tidak bertanya lagi .


" Xana menelpon mu " Queen menggeleng " Ada apa dengan nya " Tanya Queen .


" Sepertinya dia tidak akan meminta izin padamu karena sudah tahu jawabannya ,dia akan liburan ke Argentina bersama si kembar mungkin seminggu " Queen langsung melotot kan matanya tajam " Biarkan anak² mencari kebahagiaan nya Sayang jika sudah kembali mereka tidak akan melakukan itu karena mereka akan sibuk di perusahaan " Ujar Naufal memberi peringatan pada Queen .


" Apa Daddy tahu " Naufal mengaguk " Aku meminta mereka untuk meminta izin pada Daddy " Queen mendengus kesal .


" Kenapa mereka tidak pernah meminta izin padaku , menyebalkan " Naufal tersenyum kecil begitu juga dengan kedua mertuanya .


"Mereka hanya tidak ingin kamu sedih " Jawab Faisal.


" Sedih apa nya ,bahkan aku bahagia mereka tidak di rumah ini karena perasaan ku damai " Elak Queen , bagaimana pun perasaan seorang ibu pasti merindukan anak²nya untuk berkumpul sekalipun ada² saja tingkah mereka dan membuatnya naik darah apa lagi iman kesabaran nya sangat tipis .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘