
" Alesya " Eliza menatap kesal ke arah tempat tidur di mana suami dan putrinya tidur sambil berpelukan .
Dengan langkah besarnya dia menarik tubuh Alesya agar menjauh dari suaminya .
" Berisik Mami " Ujar Alesya kesal .
" Kenapa kamu selalu tidur di kamar ku Hah " Ujar Eliza kesal .
" Anak² sudah tidur" Eliza mengagguk sebagai jawabannya " Sana pergi ke kamar ,kamu itu sudah besar ,adik²mu saja tidur di kamar mereka masing-masing " Ucap Eliza .
" Kenapa terus menempel sama Papi mu ,kamu sudah besar Alesya " Lanjut nya menahan emosi .
" Mami juga sudah besar tapi setiap malam tidur terus sama Papi " Mata Eliza membola menatap tajam dan putri " Karena dia suami ku " Jawabnya emosi .
" Papi " Lintang menatap Alesya sambil menahan senyumnya " Ayo kita menikah , biar Alesya jadi istri papi jadi Mami tidak melarang Alesya jika tidur bersama papi " Ucap Alesya polos .
DUAR
Eliza memegang kepalanya yang sebentar lagi akan meledak, sumpah demi apa pun ingin sekali Eliza melenyapkan Alesya saat ini juga jika dia bukan putri nya .
" Bukan begitu konsepnya Princess " Ujar Lintang di sela tawanya .
" Lalu seperti apa ? " Lintang mengelus pipi lembut Alesya sambil tersenyum " Untuk sekarang Papi tidak bisa menjelaskan tapi suatu saat nanti kamu pasti paham sendiri " Alesya mengerti .
" Ke luar " Usir Eliza ,namun justru Alesya memeluk leher Lintang dengan erat .
" Mami saja yang ke luar ,ini kamar Papi bukan kamar Mami " Eliza mengepalkan tangan nya di udara .
Dia selalu di buat emosi oleh putri nya itu ,ada² saja jawaban yang ke luar dari mulut kecilnya itu .
Tapi bukan berarti Alesya kasar atau sejenisnya dia hanya suka menggoda ibunya ,itu kenapa dia selalu membuat wanita itu marah karena itu hiburan nya begitu juga Lintang .
" Sudah larut malam , bukannya besok kita liburan sama Grandpa dan grandma " Ujar Lintang lembut .
" Papi selalu memilih Mami,padahal Papi selalu bilang ingin melindungi Alesya dan mencintai Alesya " gerutu Alesya melepaskan tangannya dari leher Lintang .
" Karena aku istri nya " Jawab Eliza ketus .
" Aku anaknya ,aku lebih cantik dari Mami ! Lihat bahkan di ujung mata Mami sudah mengkerut karena setiap hari mengomel" Eliza langsung memegang matanya .
" Benarkah " Alesya mengangguk " Mami sudah tua, kaya Eyang " Eliza mengumpat tertahan menatap putri nya itu .
" Princess,kembali ke kamar nya ok " Alesya mengagguk lalu turun dari tempat tidur orang tua.
Tapi sebelum itu dia mencium kedua pipi Lintang .
" Papi ingatkan janjinya " Lintang mengaguk " Janji apa ? " Tanya Eliza penasaran .
" Rahasia " Jawab Alesya meninggalkan kamar kedua orang tuanya .
" Honey " Eliza menghela nafas panjang lalu naik di atas tempat tidur " Dia selalu membuatku darah tinggi " Lintang hanya tersenyum sesekali mencium kening sang istri .
" kalian buat perjanjian apa ? " Eliza mengakat kepala nya menatap Lintang " Dia tidak mau punya adik lagi ,kepalanya pusing , CUP " Jawab Lintang .
" Kenapa dia yang pusing, aku yang mengandung dan melahirkan " jawab Eliza menggeleng .
" Namanya juga anak-anak, mungkin dia takut tersaingi " Ujar Lintang lembut .
" Memang dasar putri mu itu tidak perna mau mengalah selalu mencari perhatian orang lain " Cibir Eliza .
" seperti siapa coba " Eliza memukul dada suaminya membuat Lintang tertawa .
" Sayang "
" Hm "
" Kedua anak laki-laki mu ingin sekolah asrama begitu juga putri mu " Jawab Eliza sendu .
" Kamu bisa melepaskan mereka ? " Eliza menggeleng " Apa tidak bisa bicara dengan mereka dulu " Eliza menatap suaminya memohon.
" Bukannya aku sudah sering bicara dengan mereka " Eliza kembali terdiam .
" Kita bisa mengunjungi i mereka , setidaknya sebulan sekali " Lanjut nya lagi .
" Tapi rumah akan sepi Pi " Jawab Eliza menyembunyikan wajahnya di dada sang suami .
" Jangan di pikirkan,toh masih lama bukan " Eliza mengaguk " Mungkin nanti mereka akan berubah pikiran juga " Lintang mengeratkan pelukannya.
"Ayo istirahat, jika besok kamu terlambat bangun pasti Putri mu itu akan mengamuk " Ujar Lintang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya di meja makan seperti biasanya akan terjadi kegaduhan dan itu karena Eliza dan Alesya yang selalu saja berdebat .
Dan penghuni rumah besar itu sudah biasa akan hal seperti ini , Kata Emmanuel nyanyian pagi sebelum melakukan aktivitas .
" Bisa kita makan " Lintang membuka suara membuat kedua wanita beda usia itu terdiam .
" Jika tidak bisa diam ,maka Papi batalkan liburan weekend nya " Alesya yang akan membuka suara langsung menutup kembali rapat mulutnya.
" Papi " Lintang menatap putranya .
" Kapan kita main ke rumah Eyang " Tanya nya pelan .
" Jika kalian sudah libur sekolah, kita akan ke rumah Eyang " Jawab Lintang dengan yakin.
" Papi janji " Lintang mengaguk mengelus kepala sibungsu .
" Habiskan makanannya ok " Anggukan kepala dari putra bungsunya membuat Lintang tersenyum .
🪵
🪵
Kini mereka sudah berada di taman Eliza dan Lintang duduk di atas karpet yang mereka bawah sendiri .
Sedangkan kedua orang tuanya menemani anak-anak bermain ,itulah kegiatan weekend mereka menghabiskan waktu bersama keluarga .
" makasih " Lintang memeluk Eliza dari belakang meletakan dagunya di pundak sang istri " Untuk " Eliza mengelus lengan besar yang melingkar di perut nya .
" Semuanya, Aku tidak tahu apa jadinya jika tidak bertemu dengan mu ,apa kebagiaan ini aku bisa rasakan ? " Lintang menatap kedepan melihat anak²nya yang begitu ceriah "
" Kehidupan ku lebih berwarna setelah adanya kamu dan anak² ,tidak ada lagi tujuan yang lain selain membahagiakan kalian " Lanjut nya lagi .
" Mungkin kamu bosan mendengar ini ,tapi tidak denganku karena setiap helaan napas ku hanya untukmu dan anak² , Love you Eliza , terimakasih Sudah menerima pria yang penuh dosa seperti ku ...."
" Sayang " Eliza memotong ucapan Lintang.
" Why " Tanya Lintang , Eliza mengambil sesuatu dari dalam tasnya lalu meletakan di tangan suaminya .
Untuk beberapa menit Lintang terdiam begitu juga Eliza ,hingga akhirnya pekikan Lintang membuat pengunjung yang juga sedang liburan menatap ke arah nya begitu juga kedua orangtuanya dan anak² nya langsung menghampiri Lintang dan Eliza .
" Papi kenapa ?" Tanya Alesya khawatir .
" Kamu membuat orang kaget Lintang " Geram Emmanuel kesal .
Lintang memperlihatkan benda yang di berikan Eliza membuat kedua orang tua Lintang menutup mulut nya lalu menatap Eliza yang hanya tersenyum sambil mengangguk .
" Papi " Lintang menatap ke arah putri nya .
Sial !!
Lintang melupakan janjinya pada sang Putri ,dia menatap kedua orang tua nya untuk membantunya menjelaskan pada Alesya.
" Alesya " Emmanuel menarik Alesya duduk di pangkuan nya begitu juga kedua adiknya yang di minta untuk duduk .
" Jangan marah sama Mami atau Papi , kehadiran adikmu itu anugrah dari Tuhan kita harus menyambut dengan baik ,jika Alesya marah itu berarti Alesya tidak menerima nya ,Bukannya kamu ingin seperti Abang mu yang punya banyak adik jadi kamu tidak kesepian "Ujar Emmanuel lembut .
" Princess " Lintang mendekati Alesya begitu juga Eliza " Sorry , Papi tidak bermaksud melanggar janji tapi ...."
" Alesya tidak marah hanya kesal ,karena papi sudah berjanji semalam "
" Bisa dengarkan Papi dulu " Alesya langsung menunduk, ya sekalipun Lintang memanjakan anak²nya tapi dia mengajar kan saling menghormati sekalipun itu lebih muda dari anaknya .
"Maaf Pi" Ujarnya lirih .
" Kakak marah sama Mami " Alesya menatap Eliza lalu menggeleng " Tapi bisa kah Alesya punya teman , mereka tidak asik di ajak bermain " Eliza mengembang kan senyumnya " Mami tidak bisa menjanjikan hal itu ,tapi Alesya tahukan apa yang harus di lakukan " Alesya mengaguk " Kata Oma Alesya harus berdoa " Eliza mengaguk tersenyum.
" Mau peluk Mami " Alesya berdiri dari pangkuan Emmanuel langsung memeluk Eliza .
" I'm sorry princess " Alesya semakin mengeratkan kan pelukammya .
*Terima kasih tuhan atas hadiah yang sangat indah ini, di usia kami yang sudah tidak muda ini ,engkau selalu memberikan kami kebahagiaan yang tidak perna putus .
Berikan kami umur panjang ,izinkan kami selalu mendampingi Cucu kami hanya itu pintaku*
Emmanuel membuka matanya menatap anak dan menantunya saling berpelukan bersama anak²nya .
" Terimakasih " Ujarnya menatap sang istri yang langsung memeluk nya dengan erat .
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk kalian yang selalu menunggu cerita dari Eliza .
Tanpa kalian cerita ini belum tentu sampai sejauh ini 🥲🥲
Mohon maaf jika banyak kesalahan dan tempat pada ucapan dalam nya
Mohon dukungan nya dari kalian ,peluk cium dari author 🥰😘😘