
Setelah makan malam yang terlalu cepat menurut Eliza,dia kembali ke apartemen miliknya !! Sesampainya di sana Eliza langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size-nya .
" Ah badan " Keluh Eliza merentangkan kedua tangan nya dan kakinya di biarkan tergantung di ujung tempat tidur nya .
" Tidak lama lagi ,aku akan meninggalkan kota ini !!! " Eliza tersenyum sinis " Entalah aku harus bahagia atau tidak tapi aku bersyukur sudah sampai ketitik ini " Lanjutnya lagi dengan helaan napas panjang .
" Tunggu Zaza Bun ,yah !! Zaza akan membahagiakan kalian bukan hanya ayah sama bunda tapi untuk semuanya yang selalu menyayangi Zaza tanpa membedakan aku siapa dan anak siapa " Gumam Eliza pelan .
" Ah memikirkan saja membuat ku sedih, air mataku terlalu murahan dengan mudahnya dia ke luar hanya memikirkannya seperti orang penting saja " Gumam Eliza mengusap ujung matanya basah .
" Lebih baik aku mandi, baru tidur " Eliza bangun dari tempat tidurnya langsung menuju kamar mandi.
Sedangkan di apartemen yang lain ,Agnes baru sampai dan hal pertama di lihat pelayan yang menyambut nya .
" Selamat sore Nona " Sapa pelayan dengan lembut .
" Sore " Jawab Agnes seadanya lalu melepaskan sepatunya di ganti dengan sendal apartemen .
" Makan malamnya sudah siap Non " Ujar pelayan
" Saya mandi dulu, setelah itu turun makan " Pelayan mengaguk " Baik Non " Jawabnya .
Eliza menampaki tangga menuju kamarnya dengan pelan sambil mengelus perut yang kini sudah menginjak bulan ke 5 .
Ceklek
Agnes menarik napas nya panjang ,saat berada di apartemen dia akan kembali terdiam bukannya apa ,dia hanya memikirkan kehidupan mereka kelak bersama sang anak .
Sekalipun Leo menjamin untuk hidup anaknya tapi itu tidak menuntut kemungkinan sedangkan dia berada di negara yang lain,apa lagi jika suatu saat pria itu akan menikah dengan wanita pilihan nya , entahlah Agnes enggan memikirkan sekarang yang pastinya dia akan meminta bantuan Eliza .
Dengan perlahan Agnes berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri agar pelayan tidak terlalu lama menunggu nya .
30 menit Agnes sudah menyelesaikan semua kegiatannya di kamar, lalu dia ke luar dari kamarnya menuju dapur .
" Malam " Pelayan langsung membalikan badannya ,menyimpan ponsel nya .
Mungkin dia lagi mengabari Leo pikir Agnes karena beberapa kalia Agnes mendapat kan pelayan tengah melakukan panggilan bersama Leo melaporkan semua kegiatan yang dia lakukan di apartemen .
" Malam Non " Jawab Pelayan.
" Sudah makan " Tanya Agnes lembut.
" Sudah Non " Agnes mengaguk ,lalu menarik kursi nya duduk .
Tidak butuh waktu lama Agnes sudah menyelesaikan makan malamnya ,lalu mengambil gelas susu dan vitamin nya yang sudah di siapkan pelayan .
Seperti ucapan nya pada Eliza ,jika dia tidak akan membuat pekerjaan mereka semakin berat hanya karenanya.
Jika kalian bertanya apa Agnes merindukan pria itu , jawabannya abu² karena terlalu banyak luka yang di berikan pria itu , namun Agnes tetap bersikap selayaknya karena dia harus memikirkan kandungan nya dan tidak ingin terjadi papa dengan nya .
" Saya ke atas dulu jika sudah selesai langsung istirahat " Ujar Agnes lembut .
" Iya Non, selamat malam " Jawab Pelayan
" Malam " Jawab Agnes meninggalkan dapur menuju kamarnya yang ada di lantai dua .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bereskan semua lalu ke luar " Jawabnya Leo dengan dingin tanpa menatap ke sumber suara.
" Apa tuan memintaku ke sini hanya untuk ini " Tanya nya dengan sedikit kesal .
" Apa kamu lupa ,siapa dirimu !! Aku memberikan uang yang banyak untuk itu ,jadi jangan menuntut apa pun " Jawab Leo membalikkan badannya menatap wanita yang masih berada di atas tempat tidur tanpa sehali benang pun ,hanya tertutup selimut tebal .
" tapi aku mencintaimu,tidak bisa kah melihat ku sebagai wanita " Tanya dengan menatap Leo .
"Aku tidak butuh cintamu ,aku hanya butuh tubuhmu dan jika nanti aku sudah bosan maka pergilah " Ujarnya dengan keras .
" Pergilah jangan membuatku marah " Lanjutnya,Dengan kesal wanita itu bangun lalu mengambil pakaian nya yang ada di lantai menuju kamar mandi membersihkan diri.
" Kita lihat Samapi kapan kamu terus menolak ku " Gumamnya dengan kesal kedua tangan nya mengepal menatap pantulan dirinya yang ada di kaca besar kamar mandi.
Di lain sisi lain Lintang memilih berenang untuk menghilangkan penat dan juga lelah nya setelah seharian berada di perusahaan .
" Simpan di atas meja " Ujar Lintang saat melihat seorang pelayan membawakan sebotol wine pesanan nya .
Baik tuan " Jawab Pelayan ,untuk sesaat dia menatap sang majikan ,oto² yang besar di penuhi bulu² halus ah bukan kah itu sangat **** .
Jangan lupakan benda besar yang berada di balik kain segitiga itu .
" Apa yang kamu lihat " Suara tegas dari Lintang menyadarkan pelayan .
" Ah tidak ada tuan,maaf " Ujar pelayan lalu meninggalkan kolam renang itu sebelum Lintang kembali bersuara .
Tanpa mempedulikan pelayan Lintang kembali berenang menyusuri kolam renang besar itu .
Setelah beberapa saat dia naik ke atas mengambil bathrobe menutupi tubuh polosnya berjalan kearah kursi .
Tak
Lintang membuka penutup botol wine itu lalu di teguknya dengan pelan .
" Kita lihat sampai di mana pertahanan mu " Gumam Lintang tersenyum miring,lalu kembali mengangkat botol wine nya .
" Manis " Gumamnya menatap botol yang masih berada di tangan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!! Vote dan ranting dulu 🥰🥰🥰😘😘😘
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟