
Sebulan sudah Eliza berada di new York dan kini dia tengah di sibukkan dengan aktivitas kuliahnya bersama Agnes karena hanya wanita itu yang dekat dengan nya selain Nova .
Setelah jam kuliah selesai Eliza mengajak Agnes makan di sebuah restoran dan tentunya Agnes tidak akan menolak ajakan menggiurkan itu.
Kini keduanya sudah sampai mana tujuan mereka saat mendapat kan tempat yang kosong mereka langsung memesan makanan .
" Agnes " Agnes menatap ke arah Eliza lalu memasang wajah datarnya .
" Puas " Eliza mengaguk tersenyum,lalu kembali lagi mengambil beberapa gambar .
" Bagaimana ?? apa dia selama sekali tidak menghubungi mu " Eliza mengaguk sambil menatap foto yang baru saja dia ambil .
" Lalu " Eliza menaikan bahunya " Biasa saja ,aku bahkan berpikir tidak bertemu dengannya " Jawab Eliza tenang .
" Lalu bagaimana dengan mu apa mereka masih menghubungi mu " Agnes mengagguk " Bahkan mereka tidak akan membiarkan aku untuk istirahat " Jawab Agnes membuat Eliza tertawa .
" Apa mereka sedang mencari simpati mu " Agnes menaikan bahu nya " Bagiku mereka hanya teman ,sahabat karena hanya mereka teman priaku " Ujar Agnes .
" Kamu tidak memiliki perasaan sama sekali di antara mereka " Agnes mengagguk cepat " just friends " Jawab Agnes mantap bertepatan pesanan mereka sampai .
" Makasih " Ujar Eliza tersenyum .
" Lalu bagaimana denganmu ,apa kamu memiliki perasaan padanya " Eliza tertawa kecil " Kami bertemu kurang dari dua Minggu,jangan bertanya hal konyol " Jawab Eliza sambil menyeruput jus nya .
" Apa waktu bisa menentukan seseorang menyukai kita atau tidak " Eliza menaikan bahunya " Tapi kamu nyaman bukan bersamanya " Lanjutnya lagi .
" Makanlah, apa kamu tidak lapar " Jawab Eliza kesal .
" Jawabanmu aku anggap iya " Ujar Agnes lalu menarik makanannya ke depannya .
Eliza menatap ke arah luar di mana orang-orang berlalu lalang melewati restoran itu karena mereka duduk dekat kaca besar jadi bisa melihat ke arah luar .
" Sepertinya ciuman di club' masih berbekas " Eliza langsung menatap tajam Agnes " Jangan gila itu hanya terpaksa " Jawab Eliza ngotot tapi itu membuat Agnes semakin tertawa .
" Setelah ini kita akan ke mana " Tanya Agnes di sela makannya .
" Pulang, aku ingin istirahat " Jawab Eliza .
" Semenjak dari London kamu banyak mengurung diri ,biasanya kamu akan berbelanja ini dan ini " Ejek Agnes .
" Uang ku sudah habis karenamu , Bunda setiap hari mengomel saat Opa dan Papa Reza mengirim kan bukti struk belanjaku belum lagi ayah " Aduh Eliza kesal " Seperti nya mereka balas dendam karena hanya Bunda yang berani memakiku, aku bersyukur Oma ku tidak ikut mengomel jika tidak !! aku akan memilih bunuh diri saja " Lanjutnya membuat Agnes tertawa .
" Sepertinya kamu sangat bahagia " Eliza mengaguk " Sangat aku sangat bahagia bisa hidup di keluarga yang penuh umpatan itu " Jawabnya Sendu tapi bibirnya tertarik ke atas menandakan jika dia memang bahagia berada di antara keluarga itu dan dia berterimakasih untuk itu .
" Apa aku harus mendekati salah satu adik mu , seperti nya harus " Eliza tetawa kecil.
" Siapkan mentalmu dan fisikmu jika belum kuat jangan pernah mendekati adik²ku " Jawab Eliza .
" Seperti nya aku tertarik dengan Tuan Bara wajahnya ada bule² " Eliza semakin tertawa " Ibunya orang London jadi kamu harus ke sana meminta restu Oma Opa nya " Jawab Eliza .
" Tidak jadi aku suka yang Original tanpa campuran " Eliza menggeleng saja mendengar ocehan Agnes " Kata orang yang Ori lebih nendang " Lanjutnya berbisik .
" Diamlah , otakmu semakin tidak waras " Jawab Eliza kesal " Serius " Jawab Agnes .
" Iya ² " Jawab Eliza memilih mengalah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kau yakin akan melakukan nya " Tanya Leo
" Hebm , Apa ada yang salah dengan keputusan ku " Tanya Lintang tanpa menatap Leo matanya fokus pada kertas yang ada di depannya .
" Kau tidak suka " Lidah Leo berdecak " Tentu aku tidak suka ,kenapa kau keberatan " Jawab Leo emosi .
" Kau semakin berani ,apa wanita itu memberikan sesajen padamu " Tanya Lintang
" Kau kira aku ini sejenis hantu " Jawab Leo
" Maybe " Jawabnya tenang .
" Sepertinya kau sudah melupakan Eliza " Lintang langsung mengentikan gerakan tangan nya .
" Jangan menyebut nya " Jawab Lintang datar " Why " Tanya Leo .
" Kamu tidak lupa bukan kejadian di club' apa itu hanya omongan seperti mereka " Tanya Leo memicing kan matanya .
" iya " Jawabnya Tegas .
" Baiklah, berarti tidak masalah bukan jika aku mendekati nya " Tanya Leo .
" Apa kerjaan mu sudah selesai ,sejak tadi kamu banyak bicara apa sudah bosan berkerja jika iya silahkan berikan surat pengunduran diri mu " Ujar Lintang menatap tajam Leo .
" Aku akan berkerja sebelum acara mu aku akan mengambil cuty bertemu dengan nya " Ujar Leo tersenyum miring menatap Lintang lalu ke luar dari ruangan pria itu .
" Kau yakin akan mendapatkan nya ,percaya diri sekali " Ucap Lintang emosi .
Lintang mengambil ponselnya menatap wajah ayu di layar depan ponselnya di mana wajah Eliza terpampang di sana dan itu di ambil secara diam² saat wanita itu menemani nya bertemu klien dengan bayaran sebuh es krim dan tentunya itu bukan hal yang sulit untuk Lintang bukan.
" Akan aku pastikan kamu hanya milikku, aku pastikan itu " Gumam Lintang meremas ponselnya,lalu menghubungi seseorang .
" Di mana dia " Tanya Lintang .
"Sudah kembali ke apartemen tuan , buktinya saya kirim " Lintang langsung mematikan ponselnya lalu membuka Email nya .
" Kau terlihat baik² saja " Gumamnya, setelah puas menatap fotonya Lintang kembali fokus pada pekerjaan nya .
Kita kembali ke New York di apartemen Agnes wanita itu sedang terlelap dengan tenang ,tapi ada hal yang membuat nya sedikit terusik dan mengharuskan untuk bangun .
" Kenapa ?? apa tidak bisa tidak menggangu ku aku sedang tidur aku lelah baru kembali ...." Ucap Agnes kesal mengangkat panggilan nya .
" Aku tidak peduli ...." Agnes menggeram kesal dengan helaan napas panjang saat ucapannya terpotong
" Terimakasih banyak sayang, aku semakin mencintai mu jika saja kamu di sini aku ingin sekali membawamu ke kamar dan mencium mu " Ujar Agnes emosi .
" iya aku menunggumu di apartemen dan kita bercinta sampai kamu puas bila perlu sampai kau sendiri meminta berhenti "
" Kau ingin gaya apa ?? Aku akan melakukan untuk mu " Jawab Eliza lalu mematikan ponselnya dan meletakan dengan kasar di atas meja samping tempat tidur nya .
" Mengganggu saja " Gumamnya lalu kembali melanjutkan tidurnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟