Eliza

Eliza
Berkahir



" Kamu sedang tidak bercanda kan " Tanya Lintang ,kini mereka sudah duduk berempat dengan Agnes .


Pembicaraan mereka terhenti saat wanita itu meminta Leo mengambilkan pakaiannya yang lupa dia bawah karena ulah dua manusia yang tidak di undang itu .


" Tidak ,kalian bisa bertanya pada " Kedua pria itu kini menatap Agnes membuat wanita itu bingung .


" Kenapa " Tanya Agnes bingung .


" Kamu kenal Agatha " Tanya Leo .


" kenal ,kenapa " Jawab Agnes tenang .


" Kenal di mana " Tanya Leo lagi.


" Kamu menyukainya ?? Bukannya dia tunangan bosmu carilah wanita yang lain " Leo mendengus kesal .


" Apa dia adiknya Eliza " Tanya Lintang membuat Agnes menatap Eliza .


" Iya kenapa " Jawabnya kesal .


" Leo " Tegur Lintang menatap pria itu.


" Bukannya adiknya semua pria " Tanya Leo bingung karena itu yang dia tahu .


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku Honey " Tanya Lintang .


" Bukan aku sudah Katakan kamu akan menyesal jika berdekatan denganku, jadi sebelum itu terjadi pergi lah lupakan yang sudah terjadi " Jawab Eliza tenang lalu mengambil Gelas yang ada di depannya .


" Eliza....."


" Aku lapar ... selesaikan makanmu Eyang sama Opa sudah menunggu kita " Agnes langsung mengaguk mengambil piring yang ada di depannya .


" Honey ..."


" Aku bukan kekasihmu lagi bahkan kata itu tidak pernah ada ,jadi jangan memanggilku Seperti itu aku tidak ingin terlibat di antara kalian " potong Eliza cepat .


" Hubungan kita berakhir di sini baik itu kamu atau yang lainnya " Lanjutnya lalu mengambil sarapan nya .


" Eliza ....Eliza " Bentak Lintang keras saat wanita itu mengabaikan nya .


" Aku kenyang " Ujar Eliza,padahal dia baru saja memasukkan satu suapan dalam mulutnya .


" Ah iya " Jawab Agnes langsung meletakan kembali piring nya .


" Aku akan hubungi nanti " Agnes hanya diam saja mengambil tas dan ponselnya .


Pyaarr


Pyaar


Lintang menendang meja yang ada di depannya, hingga membuat kaca itu pecah begitu juga yang ada di atasnya piring ,gelas dan makanan berserahkan di lantai .


" Ayo " Ucap Eliza tanpa peduli dengan apa yang di lakukan Lintang .


" Jangan menguji kesabaran ku Eliza " Teriak Lintang memenuhi ruangan itu ,membuat Agnes ketakutan hingga menghentikan langkahnya .


" Jika kamu ingin bersama mereka aku akan pergi " Agnes menatap Leo yang mengaguk hingga dia kembali melanjutkan langkahnya


Ceklek .


Saat Eliza membuka pintu kamar di depan sudah ada pengawal yang menunggunya .


Melihat Lintang mendekati pintu Leo langsung menahan nya membuat pria itu menatapnya .


" Tidak untuk sekarang ,masih banyak hal yang harus kita lakukan " Ucap Leo cepat .


" jika kamu memaksakan kehendak mu ,Eliza akan terseret dalam masalah ini dan itu membuatnya tidak nyaman dan semakin membencimu " Lintang mengusap rambutnya kasar .


" Bukankah aku sudah katakan jangan terburu-buru " Lanjutnya menatap Lintang .


" Aaakkkkhhhhh " Lintang meluapkan emosinya pada dinding hingga membuat tangannya berdarah .


" Beri aku waktu 3 bulan dan aku akan menyelesaikan nya setelah semuanya beres " Ujar Leo .


" Ajukan kerja sama dengan perusahaan keluarga nya " Ujar Lintang tanpa menatap Leo .


" Kita tidak akan semuda itu ...."


" Lakukan " Leo hanya bisa menghela napas panjang .


" Baik, tapi jangan libatkan perasaan mu di dalamnya !! Karena mereka membenci itu " Lintang hanya diam saja .


"Aku akan mengirim Email secepatnya ....."


" Lakukan itu besok tidak terkecuali " Leo kembali menghela napasnya panjang " Baik " Jawabnya lirih .


" Suruh mereka mencari tahu apa yang di sembunyikan wanita sialan itu ,karena aku harus terjebak dengan nya " Geram Lintang panjang tangan nya mengepal dengan kuat .


" Ayo kita sarapan dulu " Ujar Leo kembali memesan makanan dan OB untuk membersihkan kamar mereka .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Are you ok " Eliza hanya diam saja sambil memeluk Daddy Radit dengan erat .


" Duduk Nak " Ucap Mommy Ellena lembut pada Agnes .


" Ah , terimakasih nyonya " Jawab Agnes lalu duduk di sofa singel .


" Minum nak " Ana langsung berdiri berjalan ke arah dapur .


" Princess " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya tapi dia tetap berada di pelukan Daddy Radit .


" Maaf " Hanya itu yang keluar dari mulut Eliza .


" Eyang tidak akan marah sayang " Jawab Daddy Radit lembut .


" Maaf " Daddy Radit mengelus kepala Eliza lalu mencium nya beberapa kali .


" Bawa Eliza Istirahat " Jeje mengaguk lalu mendekati keduanya " Ayo Opa bawa ke kamar " Eliza melepaskan pelukannya menatap Daddy Radit yang tersenyum lembut padanya " Jangan menangis lagi Ok " Tanya besar itu mengelus pipi Eliza lembut menghapus air matanya .


" Ayo Princess" Jeje membawa eliza ke kamarnya .


" Bawa temamnya ke kamar tamu Nak " Ujar Daddy Radit .


" Iya Dad " Elsa berdiri " Ayo sayang " Agnes hanya bisa menurut mengikuti wanita yang tidak muda lagi tapi masih terlihat muda .


" Opa " Jeje menghentikan langkahnya saat pria itu akan ke luar " Temani Zaza " Lanjutnya .


Jeje duduk di ujung tempat tidur , melihat itu Eliza langsung membaringkan kepalanya di paha Jeje dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jeje .


Dengan lembut Jeje mengelus kepala Eliza tidak ada pertanyaan atau apa pun itu mereka hanya menyambut Eliza dengan lembut .


" Opa " Panggil Eliza serak .


" Tidurlah ,Opa akan menemanimu " Eliza tidak lagi melanjutkan ucapannya dia paham maksud dari Ucapan Jeje sehingga dia memejamkan matanya .


" Tidurlah, Opa akan bangunkan nanti " Eliza mengaguk sebagai jawabannya .


Jeje mengambil ponsel nya saat mendengar dengkuran halus yang ke luar dari mulut Eliza.


" Katakan padanya menunggu ku di tempat biasa ,aku akan ke sana " Ujar Jeje.


" Baik Tuan " Jawab nya ,Jeje memutuskan panggilan lalu membenarkan tidur Eliza dengan lembut .


Sebelum ke luar dia kembali mencium kening Eliza dengan lembut .


" Opa tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti mu " Ujar Jeje serius lalu ke luar dari kamar Eliza .


" Dia sudah tidur " Tanya Daddy Radit .


" Iya Dad,ayo " Ujar Jeje menatap Alan .


" Ke mana " Tanya Elsa menatap Alan.


" Mencari daun muda ,aku sudah bosan denganmu " Jawab Alan mencium kening dan bibir Elsa .


" Ehz " Dengus Elsa kesal .


" Kami pamit Dad ,mom " Kedua pria itu mencium pipi Daddy Radit dan mommy Ellena bergantian.


" beli buah Pi " Ujar Ana .


" Itu pekerjaan pelayan Ana , bukan pekerjaan ku " Dengus Jeje kesal menatap sang istri .


" Kan sekalian Pi " Ujar Ana .


" menyusahkan saja, suruh mereka saja aku banyak urusan " Tolak Jeje .


" 3 ronde " Jeje langsung membalikan badannya " Hanya buah ?? jika ada nanti krim lewat pesan " Ujar Jeje lembut .


" Aku pergi dulu baby , aku mencintaimu " Lidah Ana berdecak kesal .


" Nanti lihat Zaza ke atas sayang " Ucap Jeje .


" iya " Jawabnya ketus


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maafkan author kemarin hanya Up sekali karena ada tamu dadakan dan tidak enak jika di tinggal sibuk sendiri 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟