
Cora ikut menemani Bianca ke taman hiburan untuk membawa barang-barang wanita itu dan kekasihnya Mark. Cora hanya berdiri ditempatnya mengamati atasannya yang sedang menaiki beberapa wahana bersama kedua anaknya dan kekasihnya. Cora tetap waspada dengan Mark yang menurutnya aneh.
"Mom kenapa aunty tidak ikut?" tanya Gizela di atas perahu yang mereka naiki.
"Dia takut menaiki wahana di sini," kata Bianca dengan asal.
"Tidak mungkin mom," timpal Elvis.
"Ah.. lihat disana, sepertinya akan menyenangkan kalau kita mencobanya," kata Bianca mengalihkan pembicaraan.
Dua jam sudah mereka berada di taman hiburan. Gizela dan Elvis sangat senang karena empat hari ini mereka di rumah terus.
"Tuan, biarkan Gizela berjalan sendiri saja. Anda pasti kelelahan," kata Cora.
"Aku tidak akan lelah hanya dengan menggendong Gizela saja," balas Mark datar.
"Aku ingin bersama aunty, paman selalu saja mencium ku," ucap Gizela kesal.
"Itu karena kamu menggemaskan baby.." kata Mark menyatukan keningnya dengan Gizela.
"Tuan biarkan saya yang menjaganya," kata Cora.
"Kenapa kamu seperti mengatur saya," ujar Mark menatap dingin Cora.
"Aku mau sama aunty Cora saja," kata Gizela mengulurkan tangannya ingin digendong Cora. Mark akhirnya memberikan Gizela pada Cora. Bianca tiba-tiba datang menghampiri mereka. Bianca mengambil rekaman Vidio bersama kedua anaknya dan Mark dan mempostingnya di akun media sosialnya.
"Jangan terlalu dekat dengan uncle Mark. Mum tidak suka dengannya," kata Cora berbisik pada Gizela.
"Baik mum.." balas Gizela melingkarkan tangannya di leher Cora.
"Gizela tidak suka dengan teman mommy itu. Dia selalu saja mencium ku. Aku tidak suka. Daddy akan marah kalau tau," kata Gizela.
"Aunty.. aku mau beli burger," timpal Elvis menghampiri Cora dan Gizela. Awalnya ia memintanya pada ibunya namun Bianca sepertinya sibuk berbicara dengan temannya lewat telepon.
Kedua tangan anak itu penuh dengan makanan. Gizela dan Elvis berlari kesenangan.
Saking senangnya, Gizela sampai terjatuh karena tidak memperhatikan jalannya.
"Gizela.." ucap Bianca menghampiri putrinya yang terjatuh. Ia lalu menepis tangan Cora yang hendak membantu Gizela.
"Cantik.. kamu baik-baik saja," ujar Mark menggendong Gizela yang terlihat berkaca-kaca.
"Apa kamu tidak bisa menjaga mereka dengan baik," bentak Bianca.
"Maafkan saya Mrs. Bianca," kata Cora menunduk. Elvis hanya diam saja saat melihat ibunya memarahi Cora. Anak itu lalu mendekat pada Cora dan menggenggam tangannya.
"Ini bukan salah aunty mom, kami yang berlari-lari," cicit Elvis.
"Tidak perlu membelanya Elvis," kata Bianca.
"Sayang.. kemari, apa ada yang sakit," kata Bianca mengambil alih Gizela dari gendongan Mark.
"Tidak mom," ujar Gizela pelan.
"Aunty..." gumam Gizela mengulurkan tangannya. Ia hanya ingin bersama Cora. Ingin sekali Cora mengambil alih Gizela dari gendongan Bianca, tapi rasanya terlalu lancang jika ia melakukannya.
"Kita pulang," kata Bianca membawa Gizela dan Elvis pergi. Cora mengikutinya dari belakang.
"Mom, kami pulang ke rumah daddy," ucap Elvis saat masuk ke dalam mobil.
"Iya sayang, kita ke rumah daddy," jawab Bianca. Elvis dan Gizela duduk di belakang bersama Cora.
"Mark, ke rumah Jack," kata Bianca. Mark mengangguk. Pria itu lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah Jack. Mantan suami kekasihnya.
Elvis memberikan ice cream miliknya pada Gizela. Gizela menggeleng. Sepertinya moodnya belum kembali. Anak itu hanya diam saja duduk di samping Cora.