
Jack tiba di rumahnya pukul 5 sore. Pria itu tidak sabar lagi bertemu kedua anaknya dan Cora. Jack meminta pelayan mengambil barang-barangnya dari mobil. Ia lalu melangkah dengan cepat menuju taman belakang rumahnya.
Jack tersenyum melihat penyemangat hidupnya duduk di atas sofa bulat dengan ukuran besar. Jack menghampiri mereka dengan langkah yang pelan.
"Hai sayang.." bisik Jack mengecup kepala Cora dari belakang refleks membuat wanita itu memutar tubuhnya.
"Jack.." ucap Cora.
"Dad..."
Jack berjalan mengintari sofa lalu naik ke atas sofa.
"Daddy merindukan kalian," kata Jack memeluk kedua anaknya.
"Kami juga merindukan daddy," balas Elvis.
"Apa daddy membawa oleh-oleh untuk kami?" tanya Gizela.
"Ada. Dad meminta pelayan mengambilnya dari mobil," kata Jack.
"Yeayy.. ayo kak kita lihat," ajak Gizela tak sabar menarik tangan Elvis. Keduanya berlari masuk ke dalam rumah.
"Sayang," ujar Jack menatap Cora penuh cinta lalu memeluknya.
"Aku sangat-sangat merindukanmu," ujar Jack mengecup bibir Cora.
"Apalagi ini," ujar Jack menyentuh dada Cora.
"Nakal.." Cora mencubit perut Jack.
Jack melepaskan jasnya dan duduk di samping Cora mengambil buah apel ditangan Cora dan memakannya.
"Kebiasaan deh.." gerutu Cora menatap Jack yang berlagak santai.
"Habisnya lebih enak bekas gigitan kamu," ujar Jack merebahkan tubuhnya dengan kepala di atas paha Cora.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu di sana selama tiga hari ini?" tanya Cora mengusap rambut kepala Cora. Jack keluar kota dalam rangka pembangunan hotel barunya.
"Berjalan dengan baik walau sedikit melelahkan mengurus warga yang berubah pikiran untuk menjual tanahnya," kata Jack.
"Kalau begitu kamu istirahat saja dulu," tukas Cora mengusap wajah Jack yang terlihat kelelahan dengan kantung matanya yang terlihat jelas di bawah matanya.
"Nanti saja, aku masih ingin berduaan denganmu di sini," kata Jack menggigit buah apel ditangannya.
"Sayang.. " panggil Jack menatap Cora dengan senyuman smirknya.
"Apa?" kata Cora was-was. Melihat senyuman pria itu, Cora yakin Jack merencanakan sesuatu.
"Satu ronde yuk.." ajak Jack. Cora langsung menggeleng.
"Tidak, tidak, tidak Jack. Aku tidak ingin anak-anak tiba-tiba mencari kita," kata Cora menolak.
"Sayang ayolah.. ini sangat menyenangkan. Apa kamu tidak suka. Lagi pula tiga hari ini kita tidak bertemu," kata Jack mengusap punggung tangan Cora naik turun.
"Tidak Jack. Aku sedang kedatangan tamu bulanan. Kita tidak bisa melakukannya," kata Cora seketika wajah Jack menjadi masam.
"Sejak kapan?" tanya Jack.
"Tadi pagi," jawab Cora.
"Huhfft... menyebalkan sekali menunggunya hingga selesai beberapa hari ke depan. Mana tiga hari ini tidak bertemu lagi.." gumam Jack mengerucutkan bibirnya. Cora terkekeh melihat ekspresi Jack saat sedang cemberut.
"Hanya beberapa hari saja Jack. Seperti tidak ada hari lain saja," balas Cora menarik hidung mancung pria itu.
"Kalau begitu..." Jack diam sejenak menatap Cora. Tatapan pria itu lalu turun ke bawah tepat di depan dada Cora.
"Jack..." Cora membulatkan kedua matanya. Ia tentu saja paham dengan tatapan pria itu. Refleks Cora menutupnya dengan kedua tangannya.
"Tidak Jack, ini di luar," kata Cora.
"Tidak ada yang melihat," kata Jack menarik tangan Cora.
"Elvis dan Gizela sebentar lagi akan datang," kata Cora.
"Mereka pasti sibuk dengan mainan barunya," balas Jack bersikeras hingga pada akhirnya Cora menyerah. Pria itu keras kepala sekali.