
Pagi harinya Brenda berkunjung ke rumah Jack. Ia merasa kesal saat melihat Cora ada di sana bersama Jack dan kedua anaknya. Keempat orang itu sedang sarapan bersama. Gizela duduk di samping Cora karena anak itu sedang ingin di suapi oleh Cora.
"Hai Elvis.. Gizela.." sapa Brenda memasang senyuman diwajahnya.
"Aunty Brenda.. kapan aunty datang?" tanya Elvis.
"Baru saja."
"Apa anda ingin sarapan Nona?" tanya pelayan menghampiri Brenda. Brenda mengangguk. Pelayan di rumah Jack sudah tak asing lagi dengan Brenda. Sejak Bianca pergi, Brenda selalu membantu Jack untuk menjaga Elvis dan Gizela.
"Saya akan menyiapkannya Nona," kata pelayan.
"Biar aku saja Bik.." kata Brenda menyajikan makanannya sendiri.
"Bibi bilang hari ini hari kelulusan kalian. Aunty datang karena ingin ikut menghadiri acara kelulusan kalian," tukas Brenda.
"Kalian ingin hadiah apa sayang, aunty akan membelinya," kata Brenda.
"Aku ingin boneka besar aunty," kata Gizela.
"Aku ingin pistol mainan terbaru aunty," kata Elvis.
"Baiklah.. besok kita akan pergi membelinya," balas Brenda.
"Jack, kenapa kamu tidak datang tadi malam?" tanya Brenda.
"Aku sedang tidak enak badan setelah pulang dari luar kota Brenda. Aku sudah menghubungi Bibi tadi pagi," jawab Jack fokus dengan makanan di piringnya. Brenda menghela nafasnya dan kembali melanjutkan sarapannya.
"Mum.. aku sudah siap," ujar Gizela mengambil gelas miliknya dan meneguk air minumnya. Ia lalu mengamati Cora makan. Entah apa yang ada dipikiran anak itu. Cora yang merasa diperhatikan mengerutkan keningnya.
"Ada apa sayang.." ujar Cora. Gizela menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. Ia hanya senang karena kehadiran Cora.
"Sudah. Bianca tidak bisa hadir karena sedang ke luar kota untuk mengikuti peragaan busana," jawab Jack.
"Aku sudah siap, kalian lanjutkan saja sarapannya," kata Jack bangkit dari kursinya. Ia lalu berjalan menuju kamarnya.
"Sayang .. Cora ...." panggil Jack dari pintu kamarnya membuat Cora terperanjat. Cora sudah selesai sarapan. Ia hanya sedang menunggu Elvis menghabiskan sarapannya.
"Mum temui daddy dulu," kata Cora lalu bangkit dari kursinya dan pergi menemui Jack.
"Ada apa Jack.." kata Cora masuk ke dalam kamar Jack yang tidak di kunci.
"Pasangkan dasiku ya.." kata Jack manja memberikan dasinya pada Cora.
"Astaga Jack, kamu memanggilku dari bawah hanya karena ini?" tukas Cora seolah tidak percaya sembari menyimpul dasi Jack.
"Tidak juga, aku hanya sedang merindukanmu," kata Jack melingkarkan tangannya di pinggang Cora, menatap wajah cantik wanitanya.
"Ada-ada saja. Kita bahkan bertemu sejak semalam hingga hari ini" kata Cora. Jack hanya terkekeh.
"Nanti siang kita ke kantor polisi. Pengacaraku sudah menemukan pelaku kecelakaan yang di alami oleh adikmu. Dia seorang pejabat," kata Jack.
"Jack.. ka.. kamu serius?"
"Aku serius sayang," jawab Jack.
"Jack.. terima kasih banyak," kata Cora sangat senang mencium wajah Jack dan memeluk tubuh pria itu. Untung saja ada Jack yang membantunya. Mungkin kalau ia tidan bertemu dengan Jack, adiknya tidak akan mendapatkan keadilan. Meski diawal pertemuan mereka, Cora membenci Jack. Tapi sekarang, ia bahkan tidak bisa marah atau bahkan membenci pria itu setelah mengenalnya cukup dalam.
"Sama-sama sayang," ujar Jack mengecup kepala Cora.
"Ayo.. setengah jam lagi acara kelulusannya akan dimulai," kata Jack. Cora lalu mengangguk.