
"Jack.. aku tidak mau. Aku tidak membawa hadiah untuk ibumu," kata Cora menarik tangannya dari Jack. Jack menghentikan langkahnya. Menghela nafasnya lalu mengecup tangan Cora.
"Ibuku tidak peduli dengan kadonya. Melihatmu datang juga dia sudah senang. Percayalah," kata Jack.
"Tapi aku___"
"Ikut atau aku menciummu di sini," ancam Jack memotong perkataan Cora.
"Dasar pengancam," kata Cora kesal.
Pada akhirnya Cora masuk ke dalam restoran bersama Jack.
"Aunty Cora.." timpal Gizela senang. Cora melambaikan tangannya pada anak itu.
"Bibi selamat ulang tahun," ujar Cora memeluk Chloe.
"Terima kasih nak," balas Chloe.
"Um.. aku minta maaf Bibi. Aku tidak membawa apapun untuk Bibi. Jack hanya bilang makan malam saja padaku. Dia tidak bilang kalau makan malam ini untuk merayakan ulangtahun Bibi," ujar Cora merasa bersalah.
"Tidak apa-apa sayang. Jangan merasa bersalah seperti itu," tukas Chloe.
"Sayang.. ini Cora yang aku ceritakan padamu," ujar Chloe pada suaminya.
"Saya Cora, senang bertemu denganmu Paman," ujar Cora canggung mengulurkan tangannya.
"Senang bertemu denganmu nak," balas Thomas menjabat tangan Cora.
"Baiklah.. semuanya sudah datang. Mari kita nikmati makanan ini," timpal Odelia.
"Duduk di sini saja," kata Jack meraih tangan Cora saat wanita itu hendak pergi karena ingin duduk di samping Odelia. Cora mengangguk. Dia tidak mungkin berdebat dengan pria itu saat ada keluarganya di sana.
Gizela turun dari kursinya dan menghampiri Cora.
"Ada apa Gizela?" tanya Chloe.
"Aku mau pipis grandma," ujar Gizela.
"Aunty, maukah kamu menemaniku," ujar Gizela. Cora lalu mengangguk.
"Gizela... aunty Cora sedang makan. Biar aunty saja yang menemanimu. Aunty sudah selesai makan," timpal Brenda. Gizela lalu mengangguk.
"Bukankah Brenda sudah cocok menjadi ibu Chloe," ujar Anne ibu Brenda.
"Kamu benar Anne. Brenda wanita baik. Dia juga punya sifat keibuan. Aku merasa tenang jika anak-anak sedang bersama dia," ujar Chloe.
"Kurasa putriku dan putramu pasangan yang cocok Chloe. Brenda punya banyak kelebihan dibandingkan dengan menantumu yang dulu. Mereka juga sudah berteman sejak kecil," kata Anne melirik Jack yang sibuk makan.
"Brenda sangat menyayangi Elvis dan Gizela. Putriku selalu menceritakan kedua anak kecil itu padaku," ucap Anne.
"Kamu benar Mrs. Bradley. Aku juga melihat kecocokan diantara mereka. Hanya saja, kita tidak boleh memutuskannya. Biarkan mereka yang memutuskannya. Aku tidak ingin memaksakan keinginan kita pada mereka," timpal Thomas.
"Benar Tuan Linford. Semoga saja mereka berdua berjodoh," balas Anne.
Ponsel Jack tiba-tiba berdering. Pria itu mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Aku keluar sebentar," kata Jack pergi. Cora semakin tidak percaya diri saat Jack pergi. Ia masih belum terbiasa dengan keluarga Jack. Ditambah lagi dengan malam ini, pertama kalinya ia bertemu dengan Thomas ayah Jack.
Setelah menghabiskan makanan utama, mereka lalu berbincang-bincang sembari menikmati makanan penutup. Satu tangan Cora sejak tadi berada di atas paha Jack dengan tangan Jack menggenggamnya. Pria keras kepala seperti Jack tidak akan membiarkan tangannya lepas dari sana. Sungguh, Cora merasa tidak enak hati pada Brenda yang tak sengaja melihat mereka.