
Pagi ini Cora menjemput Violet dari rumah sakit bersama Elvis dan Gizela dan membawanya ke butik milikinya. Violet merasa bosan jika langsung kembali ke unitnya.
Setibanya di depan butik Cora, Elvis turun duluan.
"Hati-hati aunty.." ujar Elvis memegang tangan Violet saat turun dari mobil.
"Thanks sayang.." kata Violet. Mereka lalu masuk ke dalam butik.
"Selamat pagi Nona," sapa karyawan yang bekerja di butik Cora.
"Pagi Joyce.." balas Cora ramah.
"Wow... Jack baik sekali padamu sampai-sampai ia memberikanmu toko supaya kami bisa bekerja lagi. Dan enaknya kamu jadi bosnya," ujar Violet menatap di sekeliling butik, memperhatikan setiap gaun yang di pajang.
"Wanita mana coba yang menolaknya," kata Violet duduk di sofa.
"Sebenarnya aku menolaknya saat pertama kali menawarkannya. Hanya saja dia itu sedikit pemaksa hingga aku harus menerimanya," tukas Cora mengangkat bahunya lalu duduk di sofa.
"Nona, apa kalian ingin dibuatkan minuman?" tanya Joyce menghampiri Cora.
"Aku teh hijau saja. Violet kamu ingin minum apa?" tanya Cora.
"Air putih saja," ujar Violet.
"Aku ingin susu coklat mum," timpal Gizela.
"Aku juga mum," ujar Elvis.
"Baik Nona, saya akan membuatnya," ujar Joyce pamit.
"Kamu beruntung sekali mendapatkan pria seperti Jack. Padahal kalau diingat-ingat kamu itu selalu menghindarinya dulu dan tidak suka melihatnya," ujar Violet terkekeh.
"Kamu benar sekali Violet. Tidak kusangka pria yang selalu ku hindari malah menjadi kekasihku," ujar Cora tertawa.
"Mum.. dimana makanan tadi?" tanya Gizela mencari cemilan yang dibelinya sebelum ke butik.
"Astaga.. sepertinya ketinggalan di mobil," ujar Cora menepuk jidatnya.
"Sebentar, mum akan mengambilnya dulu," kata Cora bangkit dari sofa.
"Aunty, bayinya perempuan atau laki-laki?" tanya Elvis penasaran.
"Senangnya.. kami akan bermain bola bersama setelah dia besar," ucap Elvis senang.
"Kenapa uncle tidak pernah datang menemui aunty. Kami belum pernah bertemu dengannya?" tanya Gizela dengan polosnya seketika membuat Violet tertegun.
"Dia sedang bekerja sayang. Tempatnya jauh sekali," kata Violet tersenyum.
"Kenapa tidak disini saja? siapa yang akan menjaga aunty dan baby," timpal Elvis.
"Um.. ada pekerjaan yang harus diselesaikannya, tidak lama lagi dia juga akan pulang," balas Violet.
"Dia tidak akan pernah pulang Violet, sadarlah.."
batin Violet menyangkal perasaanya yang berharap Barnes akan kembali. Ia tidak yakin pria itu akan kembali setelah apa yang sudah terjadi.
"Aunty tidak usah khawatir, selama uncle belum kembali kami yang akan menjaga aunty," tukas Gizela. Violet tersenyum.
"Terima kasih sayang. Kalian anak-anak yang baik. Aunty senang mengenal kalian," ujar Violet.
*******
Siang harinya setelah kembali ke unitnya, Violet ingin sekali memakan ice cream. Ia kemudian pergi mencari ice cream di luar.
Saat ia sedang menikmati ice creamnya sembari berjalan menuju mobil miliknya ia tak sengaja menabrak tubuh seseorang.
"Sial... apa kamu tidak punya mata," bentak wanita berkacamata hitam itu.
"Ma..maafkan aku," ujar Violet mengangkat kepalanya. Violet terkejut melihat wanita di depannya. Begitu juga dengan wanita itu.
"Isabel.."
"Violet.." gumam keduanya bersamaan. Isabel menatap Violet dari atas hingga ke bawah.
"Cih.. bisa-bisanya aku bertemu denganmu lagi," ujar Isabel.
"Aku tidak ingin meladeni wanita sepertimu," kata Violet pergi.
"Sejak kapan kamu hamil? apa itu anak Barnes," ucap Isabel membuat langkah Violet berhenti.
Violet memutar tubuhnya menatap Isabel.