CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 50: Pertanyaan Gizela



Cora berjalan mengikuti langkah kaki Gizela menaiki tangga rumah Jack. Kamar anak itu berada di lantai dua.


"Aunty, ini kamar kak Elvis," ucap Gizela menunjuk kamar Elvis yang ada di samping kamarnya. Cora hanya menganggukkan kepalanya.


"Dan ini kamar ku," kata Gizela. Dengan kaki yang menjinjit, anak kecil itu meraih gagang pintu kamarnya.


Cora takjub melihat kamar indah milik Gizela. Kamar dengan nuansa warna pastel. Kedua netra nya bergerak mengamati seluruh ruangan itu.


"Aunty ayo.." ajak Gizela menarik tangan Cora masuk ke dalam kamarnya.


Gizela berlari menuju lemari pakaiannya dan mengambil atasan dan celana.


"Apa ini cocok?" tanya Gizela menunjukkan bahunya pada Cora.


"Warnanya celananya tidak cocok dengan bajunya," kata Cora berjalan mendekati Gizela.


"Benarkah? aku tidak tahu itu. Biasanya ada Mia yang akan membantuku," kata Gizela. Ia memilih kembali celana yang lain di dalam lemarinya.


"Aku pakai gaun saja," ujarnya menjatuhkan celana dan bajunya dengan asal di atas lantai. Dengan semangat yang besar, anak itu mendorong pintu lemarinya dan melihat gaun-gaunnya yang di gantung di dalam lemari. Sementara itu, Cora hanya tersenyum melihat tingkah anak itu sembari memungut pakaian yang terletak di lantai dan melipatnya kembali, lalu memasukkannya ke dalam lemari.


"Aku tidak bisa mengambilnya," kata Gizela.


"Kamu mau pakai yang mana? aunty akan mengambilnya," kata Cora berdiri dibelakang Gizela.


"Aku mau yang ini, baju pemberian aunty Odelia," jawab Gizela memegang gaun berwarna hijau pemberian bibi kesayangannya. Odelia adalah adik perempuan Jack yang sudah menikah 3 bulan yang lalu. Mereka tinggal di rumah yang lokasinya tidak jauh dari rumah Jack.


"Ayo kamu bersihkan badanmu dulu," ucap Cora menaruh baju Gizela di atas tempat tidur anak itu.


"Mandi sendiri atau aunty bantu," ucap Cora. Gizela lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku mandi sendiri saja aunty," kata anak itu berlari menuju kamar mandinya. Cora mendaratkan bokongnya di atas ranjang empuk Gizela menunggu anak itu menyelesaikan ritual mandinya.


Tak lama kemudian anak itu keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk melilit ditubuhnya.


"Astaga.. berhenti di sana dulu. Rambutmu masih basah sayang.. apa ada handuk yang lain," tukas Cora mencari handuk di dalam lemari. Untung saja ia segera menemukannya. Cora berjalan mendekati Gizela lalu mengelap rambut basahnya dengan handuk.


"Lihat.. air dari rambutmu menetes ke lantai. Lantainya akan basah dan kamu bisa terjatuh," ucap Cora menunjuk lantai yang basah. Gizela lalu mengangguk.


"Kemari, kamu duduk di kursi dulu." Cora mengangkat tubuh anak itu dan mendudukkannya di atas kursi meja rias Gizela. Cora dengan telaten mengeringkan rambut Gizela dengan handuk. Gizela hanya menatap pantulan tubuh mereka dari kaca di depannya.


"Apa aunty sudah menikah?" tanya Gizela membuat Cora menghentikan kegiatannya. Ia lalu menatap Gizela dari kaca.


"Belum.." jawab Cora tersenyum. Ia kembali mengeringkan rambut Gizela.


"Apa aunty sudah punya kekasih?" tanya Gizela kembali. Cora mengerutkan kedua alisnya. Rasanya aneh sekali ketika anak kecil itu bertanya tentang kekasih atau bahkan apakah ia sudah menikah atau belum.


"Tidak juga? kenapa kamu bertanya seperti itu sayang.." kata Cora.


"Mmmm... tidak ada. Aku kira aunty sudah menikah," balas Gizela.