
Cora mengajak Elvis dan Gizela berjalan menuju meja kosong. Seorang pelayan datang menghampiri mereka. Menyapa mereka dengan ramah dan memberikan buku menu.
"Kalian ingin makan apa?" tanya Cora. Kedua anak itu terlihat serius memilih makanan di buku menu yang ada di depan mereka.
Gizela terlihat bingung melihat tulisan yang ada di buku menu, pasalnya ia belum bisa membaca dengan baik. Hanya beberapa suku kata saja. Apalagi nama makanan di buku menu itu terlihat aneh baginya. Berbeda dengan kakaknya yang sudah lancar membaca.
"Jangan pilih makanan mahal. Kakak tidak bawa uang banyak," bisik Elvis pada adiknya. Cora yang melihat itu mengerutkan alisnya, penasaran dengan apa yang sedang mereka bisikkan.
"Um... aku mau Spaghetti Carbonara," ucap Gizela menunjukkan gambar uang sudah familiar baginya.
"Aku juga," ucap Elvis. Pelayan lalu mencatat pesanan kedua anak itu.
"Samakan saja dengan mereka. Untuk minumnya Aku ingin jus jeruk saja," ucap Cora.
"Aunty aku juga ingin jus jeruk," timpal Gizela. Cora lalu mengangguk.
"Elvis kamu ingin minum apa?"
"Sama seperti Gizela," kata Elvis.
Pelayan itu kemudian membaca ulang pesanan mereka.
"Apakah ada tambahan Nona?" tanya pelayan wanita itu. Cora lalu memesan cemilan untuk mereka.
"Baiklah, pesanan kalian akan segera diantar. Terima kasih," ujar pelayan lalu pergi.
Elvis sedang mencari sesuatu dari dalam tasnya, ia mengambil uang uang dibawanya dua hari yang lalu. Uang itu tidak terpakai dan sudah ada di dalma tasnya sejak kemarin. Di sekolah mereka disediakan makanan dan cemilan setiap hari oleh karen itu mereka tidak pernah membawa uang. Jika ingin membeli sesuatu, mereka akan memintanya pada pengasuh mereka. Ayah mereka sudah memberikan ATM card pada pengasuh mereka jika mereka menginginkan sesuatu. Dan sekarang Mia pengasuh mereka sedang tidak ada di sana.
"Apa ini cukup untuk membayar makanan kami? aku tidak membawa banyak uang. Kalau kurang, aku akan bilang pada daddy untuk membayarnya," ujar Elvis menyodorkan uangnya pada Cora.
"Ya ampun... anak ini. Siapa yang sudah mengajarkannya seperti ini. Kenapa dia terlihat dewasa," batin Cora gemas.
"Tidak perlu Elvis, kamu simpan saja uangnya. Aunty yang akan membayar makanannya," ujar Cora menolak pemberian Elvis.
"Tapi aku tidak___"
"Sudah kamu simpan kembali uangnya. Aunty masih punya uang yang cukup untuk membayar makanan kalian," ujar Cora memotong pembicaraan Elvis. Cora mengambil uang itu dan memasukkannya kembali ke dalam tas Elvis.
"Kalau begitu terima kasih aunty," kata Elvis. Cora lalu mengangguk.
"Elvis...Gizela.." panggil seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam restoran.
Ketiga orang yang sedang makan itu lalu menoleh ke sumber suara.
"Aunty Brenda," ujar Gizela menatap Brenda senang.
"Aunty mau makan?" tanya Gizela. Brenda lalu mengangguk.
"Aunty makan di sini bersama kami saja," tukas Gizela. Brenda yang sadar jika wanita yang sedang bersama mereka bukan Mia pengasuh kedua anak itu.
"Hai.. saya Cora. Asisten Mrs. Bianca," ujar Cora mengenalkan dirinya.
"Brenda, senang bertemu denganmu. Dimana Bianca?" tanya Brenda.
"Mrs. Bianca sedang ada pekerjaan dan saya ditugaskan untuk menjemput Elvis dan Gizela," kata Cora.
"Bisakah aku bergabung dengan kalian?" tanya Brenda.
"Oh tentu saja Nona Brenda. Silahkan duduk," kata Cora.
"Panggil Brenda saja," ujar Brenda. Cora lalu mengangguk.
******
Setibanya dikediaman Bianca, Cora mengajak Elvis dan Gizela masuk kedalam rumah mewah milik Bianca yang ditempati bersama ibunya.
"Selamat siang Nyonya Beatrix," sapa Cora.
"Grandma.." pekik Gizela dan Elvis berlari mendekati Beatrix.
"Oh cucuku datang juga. Grandma merindukan kalian," ujar Beatrix memeluk kedua cucunya.
"Grandma tidak pernah menemui kami," ujar Gizela.
"Maafkan grandma, dua bulan ini grandma sedang berada di Spanyol," kata Beatrix mencium wajah Gizela.
"Um.. Nyonya Beatrix saya pamit dulu," ujar Cora pamit lalu pergi.