CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 75: Dasar Gila



Cora yang merasa haus karena menemani Gizela bermain di taman belakang rumah Jack bersama Brenda pergi ke dapur untuk mengambil minuman.


"Ah.. segarnya," gumam Cora setelah meneguk air mineral dingin dari gelasnya.


Cora memutar tubuhnya namun terhalang oleh sesuatu. Jack berdiri di depannya dnegan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.


"Kenapa kamu ada di sini?"


Jack mengerutkan keningnya, "bukankah ini rumahku," ujar Jack.


"Maksudku bukankah kamu tadi sudah kembali ke kantormu," kata Cora ingin menjauh namun Jack menghalanginya.


"Bisakah kamu tidak menghalangi jalanku," ujar Cora mendorong tubuh Jack.


"Bagaimana jika aku tidak mau?" kata Jack menyeringai mengambil gelas di tangan Cora.


"Hei.. itu minumanku," tukas Cora.


"Aku tau, tapi aku sedang haus," balas Jack meneguk tandas air di dalam gelas.


"Kamu punya tangan dan kaki untuk mengambilnya," balas Cora geram melihat pria di depannya.


"Memangnya siapa yang bilang aku tidak punya kaki dan tangan. Bagaimana jika aku bilang hanya ingin minum dari gelasmu saja," kata Jack.


"Dasar gila," gumam Cora membuat Jack terkekeh dan mengecup bibir Cora tapa izin dari wanita itu.


"Kamu," ujar Cora menatap Jack kesal.


"Dahagaku seketika hilang," kata Jack mengecup kembali bibir Cora lalu pergi.


"Sialan kamu Jack..." pekik Cora menatap tajam pria itu.


"Jangan mengumpat sayang..." kata Jack tersenyum, berjalan ke belakang rumahnya untuk menemui anak-anaknya.


Cora melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan angka 5. Ia harus pulang sekarang. Ia tidak ingin berhadapan dengan Jack. Cora memilih berpamitan pada Chloe. Cora lalu keluar dari dapur menemui Chloe yang sedang duduk di ruang santai dengan secangkir teh di atas meja.


"Bibi.." ujar Cora membuat Chloe menoleh ke arahnya.


"Ada apa Cora.."


"Baiklah.. hati-hati nak. Terima kasih untuk makan siangnya tadi," tukas Chloe. Cora lalu mengangguk. Awalnya Cora mengira jika Chloe tidak menyukainya karena perbedaan status diantara mereka. Ia pikir, Chloe seperti orang-orang kaya yang pernah ditemuinya yang menganggap remeh dirinya. Namun ibu Jack terlihat baik padanya.


"Aku pulang dulu Bibi..." kata Cora lalu pergi.


Cora masuk ke dalam mobilnya lalu memakaikan seatbealtnya. Seperkian detik kemudian Jack masuk kedalam mobil Cora membuat Cora terkejut.


"Kamu pulang tanpa memberitahuku?" tanya Jack mengangkat satu alisnya.


"Kamu bukan siapa-siapa hingga aku harus izin padamu saat aku pulang," kata Cora.


"Bagaimana kalau Gizela bertanya dan sedih karena kamu tidak pamit padanya?"


"Gizela tidak seperti itu," balas Cora.


"Kamu yakin? baiklah kalau begitu," kata Jack keluar dari dalam mobilnya.


Cora termenung, memikirkan perkataan Jack. Apa mungkin Gizela akan sedih hanya karena dia tidak pamit pada anak itu?


Cora bimbang dan pada akhirnya ia turun dari mobilnya dan menemui Gizela.


******


Violet tampak bermain pasir dan mengumpulkan cangkang kerang kecil di tepi pantai sembari bersenandung ria. Mengambil beberapa gambar dirinya menggunakan ponselnya dan mengirimnya pada Cora.


"Sssh..." ringis Violet merasakan kakinya seperti tertusuk sesuatu. Violet merunduk dan melihat ke bawah, kakinya tertusuk pecahan kaca.


Violet menjauh dari air dengan kaki pincang. Wanita itu lalu duduk di atas pasir, melihat telapak kakinya yang mengeluarkan darah segar. Violet tidak berani menarik pecahan kaca yang tertancap di telapak kakinya.


"Apa yang terjadi," ujar Barnes mendekati Violet bersama Isabel. Bernes dan Isabel baru saja keluar dari toilet setelah menyelesaikan kegiatan panas mereka.


"Astaga.." ujar Barnes berjongkok menyentuh pergelangan kaki Violet.


"Tahan sebentar, aku akan mengambilnya.." kata Barnes refleks Violet menarik kakinya.


"A.. aku takut.." ujar Violet cemas dengan wajah pucat. Violet phobia darah. Oleh karena itu ia tidak suka dengan dunia medis.


"Itu saja takut," cibir Isabel kesal.