CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 85: Misi Berakhir



Barnes terbelalak saat mendengar perkataan Violet. Ia seperti belum yakin dengan apa yang dikatakan wanita itu.


"Aku tidak mencintaimu. Dan aku tidak peduli dengan perasaanmu. Aku hanya ingin membalas perbuatan kalian saja," ujar Violet menatap Barnes dan Isabel bergantian.


"Kamu masih ingat dengan temanku Cora yang meninggal karena kecelakaan?" Violet menatap Barnes.


"Dia adalah wanita yang sama dengan Cora kekasihmu yang sudah kalian khianati," ujar Violet membuat Barnes dan Isabel terkejut.


"Dia sudah menganggap mu seperti saudaranya sendiri. Tapi apa yang kamu lakukan padanya. Kamu menjalin hubungan gelap dengan kekasih temanmu sendiri. Kalian berdua benar-benar menjijikkan," ucap Violet menunjuk wajah keduanya.


"Kamu bahkan tidak merasa sedih karena kehilangannya. Dia melakukan apapun untukmu. Bahkan setelah kepergiannya, kamu dengan berani mengambil semua hartanya," ucap Violet menohok.


"Kamu.." tunjuk Violet pada Barnes.


"Aku hanya ingin membalas apa yang sudah kamu lakukan pada Cora. Aku sengaja menjebak mu. Dan dengan cepat kamu masuk dalam perangkapku. Aku senang karena dengan begitu permainan akan berakhir dengan cepat," ujar Violet.


"Pria seperti dirimu tidak pantas dicintai oleh Cora. Jadi selamat untuk kalian berdua karena sudah masuk kedalam permainan ini," ujar Violet menyeringai.


"Selamat tinggal..." kata Violet pergi meninggalkan kedua manusia yang diam membeku di tempatnya.


******


Cora dan Violet merayakan kemenangan mereka di Cafe. Kedua wanita itu memesan banyak makanan.


"Apa wajahmu masih sakit?" tanya Cora. Violet menggeleng.


"Sedikit. Tamparan wanita itu cukup kuat," kata Violet.


"Tapi aku senang karena semuanya sudah berakhir. Aku tidak bertemu dengan mereka lagi," ujar Violet.


"Dari awal kami bertemu, Isabel memang baik padaku. Aku pikir dia tidak seperti rekan kerjaku yang lain. Aku tidak tahu jika wanita itu hanya pura-pura saja," kata Cora.


"Apa kamu masih mencintai Barnes?" tanya Violet.


"Aku lihat saat kita pergi dari sana. Kamu hanya diam saja."


"Um.. tidak. Perasaanku padanya perlahan sudah menghilang setelah aku tahu dia dan sahabatku sendiri mengkhianati ku," kata Cora. Mungkin untuk hilang sepenuhnya belum bisa hingga saat ini. Bagaimanapun juga, Barnes selalu menunjukkan sisi baiknya saat bertemu dengannya.


"Apa kamu tahu? aku tidak tahu jika Barnes punya kelainan seksual selama ini kalau saja tadi Isabel tidak mengatakannya. Meskipun aku belum bisa percaya sepenuhnya," ujar Cora.


"Jika itu benar, maka akan lebih baik jika kalian berakhir saja," ujar Violet. Cora mengangguk.


"Ngomong-omong, apa kalian tidak pernah melakukannya sebelumnya?" tanya Violet dengan pelan. Cora menggeleng.


"Kamu serius?" tanya Violet tidak percaya. Selama dia menjalin hubungan dengan Barnes, pria itu bahkan sudah beberapa kali menyentuhnya.


Soal apa yang Isabel katakan, ia tidak peduli. Karena saat mereka melakukannya, Barnes tidak menunjukkan ciri-ciri seorang pengidap hiperseksual disorder. Violet tidak tahu jika sebenarnya barnes akan meninggalkannya setelah ia tidur pulas dan kembali lagi saat ia subuh.


"Saat kami akan melakukannya, dia akan segera mengakhirinya dan pergi meninggalkanku. Dan kembali lagi beberapa jam kemudian. Dia selalu bilang tidak ingin melakukannya karena dia menganggap ku wanita baik," ujar Cora. Entah mengapa kata-kata itu membuat Violet sedikit cemburu. Apa itu artinya Barnes menganggapnya bukan wanita baik-baik dan apa yang Isabel katakan ada benarnya, Barnes hanya menginginkan tubuhnya hingga dia dengan mudah masuk ke dalam perangkapnya.


"Violet... Violet.." panggil Cora membuyarkan lamunannya.


"Ada apa?" tanya Cora.


"Um tidak ada.. ayo kita rayakan kemenangan ini," ujar Violet mengangkat gelasnya.