CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Ekstra Part



Jika di awal-awal kehamilannya Cora lah yang bersikap manja, namun sekarang sikap manja itu ada pada Jack suaminya. Di usia kehamilannya yang semakin tua, suaminya semakin manja. Seharusnya Cora lah yang bersikap manja karena dia yang sedang mengandung. Setiap pagi, Jack akan selalu meminta Cora untuk memilih bajunya. Bahkan saat ia pergi ke luar kota saja, Jack akan menghubungi istrinya untuk hanya sekedar meminta pendapat istrinya perihal baju yang akan dipakainya. Jack juga tidak bisa berlama-lama di kantornya. Ia akan pulang dengan cepat, dan bahkan lebih sering bekerja dari rumah.


Seperti sekarang ini, Cora sedang membantu Jack memakaikan kemejanya. Rutinitas yang selalu dilakukannya akhir-akhir ini. Dengan gerakan yang lembut, Cora mengancingkan kemeja Jack. Pria itu senyum-senyum sendiri menatap wajah serius istrinya. Menggemaskan sekali.


"Hubungi aku kalau kamu ingin pulang dari tempat Violet," kata Jack. Cora mengangguk. Pagi ini Cora ingin berkunjung ke unit Violet. Violet sudah melahirkan dua bulan yang lalu. Bayinya berjenis kelamin laki-laki.


"Sudah.." kata Cora menepuk dada Jack dengan pelan.


"Thanks sayang," kata Jack mengecup bibir istrinya. Cora merasa risih dengan jambang suaminya yang menusuk kulitnya.


"Jack, sepertinya kamu harus mencukurnya," kata Cora mengelus rahang Jack.


"Ingatkan aku lagi setelah pulang dari kantor," kata Jack. Cora mengangguk.


"Aku ke ruang makan dulu melihat Elvis dan Gizela," kata Cora.


Di ruang makan Elvis dan Gizela yang sudah rapi dengan pakaiannya sedang menikmati sarapannya.


"Susu anda Nyonya.." ucap pelayan menaruh susu untuk Cora di meja.


"Terima kasih bik," balas Cora.


"Pagi anak-anak mummy," ucap Cora mengecup kepala Elvis dan Gizela bergantian.


"Pagi mum.." ucap keduanya bersamaan. Gizela memutar tubuhnya dan mencium perut besar Cora dan mengusapnya. Gizela tidak sabar lagi menanti kelahiran adiknya.


"Nanti kalian berkunjung ke tempat mommy Bianca ya sayang," kata Cora duduk di samping Gizela. Tadi pagi, Bianca menghubungi Jack karena ingin mengajak Gizela dan Elvis ke rumahnya.


"Aku malas mum. Aku disini saja," kata Elvis. Elvis merasa bosan tiap kali di rumah Bianca. Tidak ada temannya di sana. Bianca hanya menemani mereka sesaat lalu meninggalkannya.


"Sayang.. mommy Bianca merindukan kalian. Apa kalian tidak merindukannya. Dia juga ibu kalian," kata Cora lembut.


"Baiklah.. tapi kami tidak ingin menginap di sana mum," kata Elvis.


"Nanti mum bilang ke daddy kalau kalian tidak menginap di sana. Daddy akan menghubungi mommy Bianca," kata Cora. Hingga saat ini hubungan mereka tidaklah baik. Bianca tetap bersikap kasar padanya.


"Sayang.. ingat jangan pulang sendiri. Aku akan menjemputmu," kata Jack saat Cora turun dari mobil.


"Iya Jack, hati-hati. Aku mencintaimu," balas Cora.


"Aku juga mencintaimu sayang. Bye sayang..." kata Jack lalu pergi.


Setibanya di depan unit Violet, Cora menekan bel di depan pintu.


"Sepertinya Bibimu sudah datang sayang. Mama buka pintunya sebentar ya," kata Violet menoel hidung putranya. Matteo Colombo, bayi mungil tampan, yang mirip sekali dengan ayahnya. Violet melangkahkan kakinya menuju pintu unitnya.


Ceklek..


Pintu terbuka.


"Ayo masuk.." ucap Violet.


"Dimana keponakanku?" tanya Violet memberikan makanan yang dibelinya pada Violet.


"Dikamar, aku baru saja menggantikan bajunya karena kencing," kata Violet. Cora berjalan menuju kamar Violet dan tersenyum bahagia saat melihat bayi kecil montok dan mungil di atas ranjang.


"Halo sayang... anak tampan aunty.." ujar Cora mendekati Matteo. Cora menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan menggendong Matteo.


Violet datang membawa makanan yang sudah di tatanya di atas piring.


"Keadaanmu sudah membaik kan?" tanya Cora. Violet mengangguk. Ia lalu duduk di tepi ranjang, menaruh piring ditangannya di atas nakas.


"Apa Bibi tidak pernah menghubungimu sekalipun?" tanya Cora sedikit ragu. Mengingat hubungan Violet dengan keluarganya tidak lagi baik setelah mengetahui kehamilan Violet.


"Tidak. Tapi aku dan kakakku beberapa kali berbicara lewat telepon tanpa sepengetahuan mom dan dad," ujar Violet.


"Aku yakin suatu saat kalian akan kembali seperti dulu," ujar Cora mengusap tangan Violet.


"Udah ah.. kita bahas yang lain saja. Aku tidak ingin menangis," kata Violet terkekeh.