CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 51



"Sudah.. rambutnya tidak terlalu basah lagi," ucap Cora. Ia lalu membantu anak itu turun dari atas kursinya.


"Kemari sayang.. aunty akan membantumu memakai baju." Gizela lalu mengangguk. Setelah memakaikan baju Gizela, Cora memakaikan body lotion untuk anak di kulit Gizela. Tak lupa ia menyapukan bedak tabur di wajah anak itu.


"Kamu manis sekali sayang.." ucap Cora mengecup pipi Gizela karena gemas sendiri. Gizela hanya tersenyum senang karena dipuji.


"Ayo kita turun.." ajak Cora.


"Tunggu dulu, Gizela mau pakai parfum," kata anak itu berlari menuju meja riasnya dan mengambil parfum. Ia lalu menyemprotkan parfum itu ke bajunya. Gizela kesulitan menggunakan parfum ditangannya. Untung saja Cora datang dan membantunya.


"Thanks aunty," ucap Gizela mengecup wajah Cora yang sedang menunduk di depannya. Cora terkejut saat anak itu menciumnya. Hatinya terasa hangat. Ada perasaan yang sangat sulit untuk dijelaskan. Cora menatap Gizela lalu tersenyum.


"Sama-sama sayang," kata Cora mengusap lembut wajah anak itu.


"Ayo.." ajak Cora mengulurkan tangannya. Gizela mengangguk. Keduanya lalu berjalan keluar dari kamar dengan tangan saling menggenggam.


Mereka bertemu dengan Elvis yang juga baru keluar dari kamarnya. Cora menatap penampilan Elvis, sepertinya ada yang kurang dari penampilannya. Dan benar saja, ada yang salah dengan kancing bajunya.


"Elvis kamu salah mengancingkan bajumu," kata Cora menunjuk kancing baju Elvis yang tidak berurutan. Elvis menunduk. Ia memang salah mengancingkan bajunya.


"Aku akan memperbaikinya," kata Elvis masuk ke dalam kamarnya. Cora dan Gizela menunggunya di depan pintu kamar Elvis.


Tak lama kemudian, Elvis keluar dari kamarnya setelah memperbaiki bajunya. Ketiga lalu berjalan menuju tangga.


"Apa mom sibuk lagi dan meminta aunty menjemput kami?" tanya Elvis.


"Tidak, ibu kalian hanya kurang enak badan saja makanya meminta aunty untuk menjemput kalian," jawab Cora. Elvis lalu mengangguk. Anak itu berbeda dengan Gizela. Sepertinya ia sulit berbaur dengan orang lain. Elvis lebih banyak diam dibandingkan dengan Gizela.


Ketiganya tiba di ruang utama dimana Jack dan Brenda yang sedang duduk di sana.


"Wow.. putri daddy cantik sekali," ucap Jack mengangkat putrinya ke atas pangkuannya lalu mencium kepala Gizela.


"Putri daddy juga harum," Jack mengusap lembut rambut Gizela. Cora yang melihat Jack yang sekrang rasanya sangat berbeda. Jack seketika menjadi sosok ayah yang sangat mencintai anak-anaknya. Cora seperti tidak yakin jika pria itu adalah Jack.


"Nona saya sudah menyiapkan perlengkapan Tuan dan Nona muda," ucap Mia dengan menenteng tas kecil.


"Ah iya, terima kasih Mia," tukas Cora mengambil alih tas yang ada ditangan Mia.


"Dad kami pergi dulu," kata Gizela mengecup wajah Jack. Ia lalu turun dari pangkuan ayahnya.


"Aunty cantik, kami ke rumah mom dulu," kata Gizela menghampiri Brenda.


"Hati-hati sayang.." balas Brenda mengusap rambut kepala Gizela.


Mereka lalu berjalan menuju pintu utama.


Cora membuka pintu mobilnya lalu memasukkan tas kecil berisi perlengkapan Gizela dan Elvis ke dalam mobilnya. Kedua anak itu akan menginap di rumah Bianca selama 2 hari.


"Bye dad, aunty," ujar Gizela masuk ke dalam mobil Cora.


"Jaga adikmu," ucap Jack mengusap kepala putranya. Elvis lalu mengangguk.


"Bye dad.." ucap anak itu lalu masuk ke dalam mobil Cora.


"Kami pergi dulu Tuan," kata Cora menatap Jack.


"Bye Brenda.." Cora melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobilnya.