
"Dad... " panggil Gizela merentangkan tangannya agar Jack mengangkat tubuhnya.
"Aku ingin melihat mummy memasak," bisik Gizela. Jack terbelalak mendengar panggilan Gizela untuk Cora.
"Apa yang kamu katakan princess.." ujar Jack pelan.
"Sssttt... ini rahasia kita dad," kata Gizela menutup mulut Jack dengan tangan kecilnya. Jack tersenyum, rupanya putrinya menyukai Cora seperti dirinya. Jack semakin semangat untuk mendapatkan hati Cora.
"Apa kamu ingin dia jadi ibu kalian?" tanya Jack pelan. Gizela mengangguk.
"Kalau begitu kamu harus membantu daddy untuk mendekati mummy Cora," bisik Jack. Gizela menganggukkan kepalanya.
"Gimme high five.." kata Jack. Keduanya lalu ber-high five dan tertawa pelan.
"Ini misi kita," bisik Jack.
Cora yang melihat kedua orang itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Baru saja mereka tertawa di depan lemari pendingin sambil menikmati buah ditangan mereka. Dan sekarang entah apa yang mereka bicarakan hingga keduanya berbisik-bisik.
Jack membawa putrinya mendekati Cora yang sedang membuat saos untuk pasta. Gizela lalu mengamati Cora yang sedang memasak. Lain halnya dengan Jack yang memilih menatap wajah cantik Cora lalu turun ke leher dan pundak wanita itu. Ingin rasanya ia mengecup leher jenjang Cora. Memeluknya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita itu. Pandangannya lalu turun kebawah, menatap gunung kembar milik wanita itu dari balik bajunya. Jack tak tahan ingin menggenggamnya dan memainkannya.
"Sial.. hilangkan pikiran liar mu itu Jack. Bisa-bisa yang dibawah bangun," batin Jack mengumpat pada dirinya sendiri.
"Gizela.. " panggil Brenda yang baru saja datang. Wanita itu langsung menghampiri Jack dan Gizela ke dapur setelah Odelia mengatakan jika keduanya sedang di dapur bersama Cora.
"Aunty Brenda..."
"Kalian sedang memasak apa?" tanya Brenda mendekati mereka.
"Aku hanya membuat pasta saja," jawab Cora.
"Ada yang bisa ku bantu?"
"Tidak apa-apa, aku akan membantumu. Kemari biar aku yang melanjutkannya," kata Brenda mengambil alih sendok dari tangan Cora. Brenda lalu mengaduk saos di wajan.
"Baiklah kalau begitu," kata Cora. Entah kenapa Cora merasa Brenda sedikit berbeda dari pertama kali mereka bertemu.
"Cora, kamu siapkan saja pastanya di piring," ujar Brenda memberi perintah pada Cora.
"Dad, aku ingin turun.." kata Gizela. Jack lalu menurunkan putrinya dari gendongannya. Anak kecil itu berlari ke arah Cora yang sedang mengambil piring dari dalam lemari.
Gizela membuka pintu lemari bawah dan mengambil piring berbentuk hati dari rak.
"Aunty, aku ingin memakai piring yang ini," kata Gizela menunjukkan piringnya. Anak itu memiliki piring dengan bentuk yang berbeda-beda tiap kali ia makan.
"Uncle Daniel yang membelikannya," ujar Gizela.
"Gizela suka mengoleksi piring dan gelas yang unik-unik. Saat kami makan, piringnya akan sellau berbeda," timpal Jack terkekeh.
"Pantas saja ada banyak piring dengan bentuk yang berbeda-beda di sini," kata Cora.
Brenda mematikan kompornya setelah saosnya matang. Ia lalu menuangnya di dalam mangkuk porselen. Ia lalu menaruhnya di meja makan.
"Aku akan memanggil yang lainnya," kata Brenda lalu pergi menuju ruang tamu.
"Aku ingin mencobanya," kata Gizela naik ke atas kursi hanya ingin menuang saos ke atas pasta. Cora mengusap rambut kepala Gizela dan memberikan sendok ditangannya pada anak itu.
Gizela dengan senang menyendok saos dari dalam mangkuk, "apa ini cukup?" tanya Gizela. Cora lalu mengangguk.
"Cucuku sedang apa?" timpal Chloe masuk ke dapur.