CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 130: Mengabaikan



Cora terlambat bangun karena semalaman digempur oleh Jack. Pria itu tidak ada lelahnya sama sekali.


"Lihatlah, dia bahkan bangun lebih awal dari ku," gumam Cora saat menyadari ranjang disampingnya kosong.


"Astaga... tubuhku pegal sekali," gumam Cora saat menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


Cora melihat sebuah notes di atas nakas dan mengambilnya. Jack menuliskan sesuatu di sana.


"Aku dan kedua anak kita sedang lari pagi. Aku tidak tega membangunkan mu setelah apa yang terjadi tadi malam. Aku mencintaimu Cora sayang. Jack."


Setelah membaca pesan dari Jack, Cora lalu turun dari atas tempat tidur untuk membersihkan dirinya.


"Ya Tuhan... apa aku akan seperti ini setiap kali bangun pagi," kata Cora berjalan dengan langkah yang pelan. Ia akan berendam dengan air hangat selama beberapa menit untuk meredakan pegal di tubuhnya.


"Jack benar-benar maniak."


Setengah jam kemudian Cora membuat sarapan untuknya. Sepertinya pilihannya kali ini adalah membuat panekuk saja. Cora mulai menyiapkan bahan-bahannya dan membuat adonannya.


Tak butuh waktu yang lama, akhirnya panekuk buatannya selesai. Cora menambahkan madu dna stroberi untuk topingnya. Ia kemudian menyeduh bunga rosemary kering dengan air panas dan dua sendok madu. Sarapannya sudah siap. Cora membawanya ke ruang tamu untuk dinikmati di depan televisi.


Ponsel milik Cora berdering, ia melirik layar ponselnya.


"Bianca.." batin Cora mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilan dari Cora.


"Dimana Jack. Kenapa dia menolak panggilan ku. Ini semua pasti karena kamu. Jack semakin membatasi ku untuk bertemu dengan anak-anakku, " kata Bianca sarkas.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Bianca," balas Cora.


"Jangan pura-pura bodoh Cora. Kamu pasti meminta Jack untuk mengabaikan panggilanku bukan. Mia bilang kalian sedang liburan ke Inggris. Itu pasti idemu bukan? memanfaatkan uang Jack untuk kesenanganmu," kata Bianca menghina Cora.


"Terserah kamu saja.." batin Cora tidak mood untuk menjawab Bianca. Wanita itu tidak akan pernah berhenti untuk menghinanya. Cora menaruh ponselnya di atas meja, membiarkan Bianca berbicara sendiri.


"Cora.. Cora. kenapa kamu diam saja. Halo.. halo.." ucap Bianca saat Cora mengabaikannya. Cora terlihat menahan tawanya, Bianca pasti kesal.


"Sial.. beraninya kamu. Lihat saja, aku tidak akan pernah sudi jika sampai anak-anakku punya ibu sambung seperti kamu," ujar Bianca marah.


"Bicaralah sampai suaramu habis," batin Cora menyeruput tehnya. ia tidak ingin menguras emosinya untuk menghadapi wanita seperti Bianca.


"Sepertinya dia sudah lelah berbicara," kata Cora terkekeh.


"Sayang.. kami pulang..." kata Jack kuat masuk ke dalam rumah.


"Selamat pagi sayang.." kata Jack memeluk Cora dengan manja.


"Menjauh dari ku Jack, kamu bau keringat," kata Cora berbohong. Ia hanya sedikit kesal saja pada pria itu.


"Tidak, keringatku harum," ujar Jack mengeratkan pelukannya dan mendusel di dada Cora.


"Dimana anak-anak?" tanya Cora.


"Mum... " panggil Elvis dan Gizela berlari menghampiri Cora dengan nafas ngos-ngosan.


"Lihat.. kalian kalah. Nanti malam kalian tidak bisa tidur di kamar kami," ujar Jack tidak melepaskan pelukannya.


"Itu karena daddy sudah besar. Tentu saja kami kalah. Daddy kekanak-kanakan," ejek Elvis duduk di sofa. Sedangkan Gizela memilih memakan panekuk di meja karena sudah lapar.


"Pokoknya kalian kalah dan tetap tidur di kamar kalian," ujar Jack.


"Mum.." kata Elvis mengadu pada Cora.


"Tidak Elvis, kalah ya kalah. Tunjukkan kalau kamu pria sejati .." ujar Jack.


"Kamu juga bukan pria sejati, bisa-bisanya kamu taruhan dengan anak-anak," kata Cora memukul lengan Jack.


"Benar. Daddy curang," timpal Gizela dengan mulut penuh makanan.


"Tenang saja sayang. Nanti malam mum akan tidur di kamar kalian. Biarkan daddy kalian tidur sendiri," kata Cora merangkul Elvis.


"Sayang.. yang benar saja. Aku tidak mau," protes Jack tidak terima.


"Ya sudah, kita undur pernikahan kita," balas Cora membuat Jack membulatkan matanya.


"Hmm... ya sudah.. kalian tidur di kamar kami," kata Jack mengalah daripada pernikahannya tidak jadi. Jack sudah mati-matian membujuk Cora agar pernikahan mereka dilaksanakan dua hari setelah mereka kembali ke LA.