
"Itu tidak akan mungkin karena kami selalu bermain aman," balas Violet menarik sudut bibirnya.
"Bayi ini adalah buah cintaku dengan kekasihku. Siapa juga yang ingin mengandung anak dari pria seperti Barnes," kata Violet.
"Bagus. Karena aku tidak ingin kamu mengambil kembali Barnes dari ku dengan membawa-bawa anak itu," kata Violet tersenyum menyeringai.
"Apa kau tau, sekeras apapun kamu mencoba merusak hubungan kami, Barnes akan tetap kembali padaku," lanjutnya lalu tertawa.
"Benarkah? kalau begitu selamat. Cinta kalian kuat sekali. Aku sempat ragu dengan Barnes yang selalu mengatakan padaku kalau dia mencintaiku setiap kali dia pelepasan. Dia bilang kalimat itu hanya ia ucapkan padaku saja," tukas Violet berbohong membuat Isabel mengepalkan kedua tangannya. Barnes memang mengucapkan kata-kata itu, tapi ia tidak yakin kata-kata itu hanya diucapkan untuknya saja.
"Bye.." kata Violet lalu pergi.
"Sial.. sial.. apa mereka kembali lagi. Harusnya mereka berpisah. Itu artinya aku gagal," ujar Violet mere.mas setir mobilnya.
"Brengsek kamu Barnes. Kamu bahkan pernah mengatakan jika kamu akan meninggalkan Isabel karena lebih mencintaiku. Dasar pembohong," ucapnya memukul setir mobilnya. Akhir-akhir ini ia emosional sekali.
"Akh.. kenapa aku harus peduli dengannya," gumam Violet mengacak rambutnya.
"Tidak.. tidak.. aku tidak boleh seperti ini. Aku harus menghilangkan perasaan ini. Perasaan yang paling aku benci," batin Violet menghembuskan nafasnya dengan kasar.
*******
Hari ini, Jack bersama kedua anaknya dan Cora kekasihnya sedang dalam perjalanan menuju Inggris. Jack mengajak mereka liburan di sana. Mereka pergi dengan pesawat pribadi milik keluarga Linford. Perjalanan masih jauh. Mereka akan tiba di London 10 jam lagi. Elvis dan Gizela sedang tidur di kamar yang ada di dalam pesawat. Selain kamar, pesawat yang mereka tumpangi juga memiliki dapur dan ruang tamu.
"Selamat siang Mr. Linford. Saya hanya ingin mengantarkan kopi anda," ujar pramugari cantik dengan penampilan sexynya.
Cora menatap wanita itu dengan tatapan kesal. Entah mengapa sejak tadi wanita itu seperti sedang mencari perhatian Jack. Sengaja merendahkan tubuhnya hingga membuat dadanya terekspos. Dan sepertinya Jack juga menikmatinya. Pikiran Cora mulai liar. Sampai-sampai berpikir jika Jack sering menghabiskan malamnya dengan pramugari-pramugarinya. Mengingat mereka sangat cantik dan sexy. Sayangnya Cora tidak tahu jika Jack tidak pernah berhubungan badan sejak berpisah dengan Bianca
"Aku tidak suka kopi. Ganti yang lain saja," kata Cora ketus.
"Bukankah tadi Nona meminta kopi?" ujar wanita itu. Ia terlihat takut saat tatapan tajam Jack yang mengintimidasinya.
"Aku bilang aku tidak suka kopi. Jika kamu keberatan untuk membuat yang lain, aku bisa sendiri," kata Cora hendak bangun refleks membuat pramugari itu menahan Cora.
"Sa.. saya akan membuat minuman yang lain Nona," ucap pramugari itu lalu pergi.
"Tidak perlu lagi," ucap Cora.
"Sial.. wanita itu membuatku muak saja," batin pramugari itu.
"Aku ngantuk," ucap Cora pergi meninggalkan Jack yang terlihat bingung dengan sikap Cora yang tiba-tiba berubah.
"Sayang.. ada apa. Kamu terlihat berbeda," kata Jack mengikuti Cora dari belakang.
"Kamu dengan pramugari genit mu itu saja," kata Cora naik ke atas tempat tidur.
"Jadi semua ini karena pramugari tadi," ujar Jack tertawa. Wanitanya sedang cemburu. Jack tentu saja senang. Itu artinya Cora mencintainya.
"Kalian pasti pernah berhubungan," kata Cora menatap Jack dengan penuh selidik.
Pletak... Jack menyentil kening Cora.
"Hilangkan pikiran kotor mu itu sayang," ujar Jack terkekeh.
"Kamu bisa memotong milikku kalau kau berbohong," kata Jack.
"Sejak bercerai dengan Bianca, aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun kecuali kamu. Pertahananku runtuh saa bersamamu," kata Jack mengecup singkat bibir Cora.
"Oke.. aku akan memotong milikmu itu jika sampai kamu berbohong," kata Cora.
"Siap Nyonya.." ucap Jack menghormat.
"Apa datang bulannya sudah selesai?" tanya Jack. Cora menggeleng.
"Huftt... kenapa lama sekali," ujar Jack menghela nafasnya. Seketika ia punya ide. Jack menatap Cora dengan senyuman smirknya.
"Apa?"
"Yang atas dulu ya.." kata Jack melepas kancing baju Cora.
"Dasar nakal.." kata Cora mencubit perut Jack. Namun ia tidak menolak apa yang Jack lakukan.