
Cora melangkahkan kakinya menuju kamar Elvis. Setibanya di depan kamar Elvis, ia lalu mengetuk pintu.
"Elvis.. Elvis," panggil Cora dari luar.
Elvis yang mendengar suara Cora memilih tidak menjawabnya. Anak itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Elvis.. apa kamu di dalam? ini aunty Cora. Ibumu memanggilmu untuk makan siang," kata Cora mengetuk kembali kamar Elvis namun tetap tidak ada jawaban. Cora menunggu selama dua menit dan pintu kamar tak kunjung terbuka.
"Baiklah jika kamu tidak ingin keluar, aunty pergi dulu," kata Cora menyerah dan berniat untuk pergi.
"Ceklek," pintu terbuka, membuat langkah kaki Cora berhenti. Cora memutar tubuhnya dan melihat Elvis yang sedang mengintip dari pintu.
"Elvis..." ujar Cora. Anak itu lalu membuka pintunya dan kembali ke tempat tidurnya. Cora melangkah masuk ke dalam kamar Elvis. Anak itu duduk bersandar di kepala ranjangnya dengan wajah cemberut.
Cora duduk di tepi ranjang Elvis, menatap wajah anak itu.
"Apa kamu tidak lapar?" tanya Cora mengusap tangan Elvis. Anak itu menggelengkan kepalanya.
"Aunty tidak percaya, bukankah tadi di jalan kamu bilang sudah lapar?" tanya Cora lembut. Elvis menggeleng. Cora menghela nafasnya. Cora menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Menjadikan satu tangannya sebagai tumpuan kepalanya. Cora menatap wajah Elvis cukup lama. Elvis yang ditatap seperti itu merasa malu dan membuang muka.
Cora terkekeh melihat tingkah Elvis yang menurutnya sangat lucu.
"Aunty saja ingin kembali menjadi anak kecil," kata Cora mengubah posisi tubuhnya menjadi telentang.
"Biar aunty tidak punya banyak masalah. Kepala aunty kadang sakit memikirkan masalah orang dewasa," kata Cora menatap langit-langit kamar Elvis. Anak itu menatap Cora, sepertinya ia mulai tertarik dengan perkataan Cora.
"Kalau saja aunty masih anak kecil, mungkin aunty akan bermain-bermain seperti kalian. Tapi sayangnya aunty sudah melewati masa itu," ujar Cora sedikit tidak terima. Waktu begitu cepat berlalu. Cora melirik Elvis, anak itu sepertinya mulai tertarik dengannya. Cora mengubah posisi tubuhnya menyamping.
"Ayah dan ibu kalian tidak bersama lagi mungkin mereka sudah memikirkannya matang-matang sayang. Seperti aunty bilang tadi. Masalah orang dewasa sangat rumit. Meskipun ibu dan ayah kalian tidak bersama lagi, mereka akan selalu menyayangi kalian. Percaya pada aunty. Apapun yang terjadi mereka akan tetap menjadi orang tua kalian. Mereka akan selalu berusaha memberikan waktunya untuk kalian," ucap Cora lembut menggenggam tangan Elvis.
"Tapi temanku bilang ibunya tidak menyayanginya lagi setelah berpisah dengan ayahnya. Ibunya lebih sayang pada anaknya dengan suami barunya," kata Elvis sedih. Cora menatap iba pada Elvis. Anak itu sepertinya memiliki rasa takut setelah mendengar perkataan temannya.
"Tidak semua orang seperti itu Elvis. Mrs. Bianca menyayangi kalian," ujar Cora mengusap lembut wajah Elvis.
"Apa dad juga akan seperti mom punya istri baru lagi?" tanya Elvis menatap wajah Cora. Cora tampak bingung harus menjawab apa.
"Aunty tidak tau sayang. Itu keputusan daddy mu. Jika daddy mu menikah lagi, aunty harap kalian mendapat ibu sambung yang menyayangi kalian," kata Cora mengusap lembut rambut Elvis. Anak itu lalu mengangguk.
"Kalau begitu apa kamu mau bergabung dengan adik dan ibumu makan siang?" tanya Cora. Elvis mengangguk. Cora lalu membantu Elvis turun dari atas tempat tidur.