CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 109: Bioskop



Elvis dan Gizela menikmati cookies di kursi belakang.


"Dad, akhir bulan ini kami akan lulus," ujar Elvis mengunyah cookies di mulutnya. Awal September nanti mereka akan memasuki tahun ajaran baru. Elvis akan masuk di sekolah dasar dan Gizela akan masuk TK.


"Iya dad, kita liburan ya. Gizela ingin liburan," timpal Gizela.


"Tentu saja sayang. Kalian ingin liburan kemana?" tanya Jack fokus ke jalanan.


"Tidak tau. Daddy saja yang pilih kemana," kata Gizela bingung.


"Baiklah, nanti daddy akan pilih tempatnya," balas Jack.


"Mum ikut kan dad?" tanya Elvis.


"Eh mum tid__"


"Tentu saja nak. Kalau mum tidak ikut, liburannya tidak akan seru," kata Jack memotong pembicaraan Cora.


"Jack," ucap Cora menatap Jack.


"Ayolah sayang. Jangan buat kami sedih," kata Jack paham dengan Cora yang merasa tidak enak hati jika dibayari.


Cora berpikir sejenak, ia lalu mengangguk.


"Yeay..." pekik Gizela dan Elvis senang.


"Lihat, mereka senang bukan," ujar Jack meraih tangan Cora dan menciumnya.


****


Satu harian ini, mereka menghabiskan waktu bersama di rumah Jack. Setelah menaiki sepeda, mereka bermain layang-layang di halaman rumah Jack yang luas.


"Dad.. dad.. aku tidak bisa menariknya lagi," kata Gizela memanggil Jack. Layangannya terbang jauh, tangan anak itu kesulitan untuk menariknya, angin sangat kencang. Jack menghampiri putrinya dan membantunya.


Seorang pelayan menghampiri mereka membawa nampan berisi minuman dan cemilan.


"Nona minuman kalian ada di meja, silahkan dinikmati," ujar pelayan itu.


"Terima kasih bik," kata Cora mengangguk. Pelayan wanita itu lalu pamit.


"Mum setelah ini kita bermain apa lagi?" tanya Gizela setelah meneguk minumannya. Gizela sangat senang karena ia bisa bermain-main dengan ayahnya dan Cora.


"Kita lanjut besok lagi ya sayang... sekarang sidah jam 5 sore. Sebentar lagi kalian akan mandi dan makan malam," ujar Cora mengusap lembut wajah Gizela.


"Baik mum," balas Gizela.


"Mum, besok kita bermain di rumah pohon saja. Di belakang rumah ada rumah pohon," timpal Elvis.


"Benarkah? kalau begitu kita besok di sana saja," kata Cora. Ia baru tahu kalau di belakang rumah Jack ada rumah pohon.


"Mum tidur di sini?" tanya Gizela.


"Tidak sayang. Mum nanti malam pulang," jawab Cora.


"Mum tidur di sini saja. Benar kan dad," ujar Gizela menatap Jack.


"Mungkin lain kali saja sayang. Mum ada kegiatan nanti malam. Mungkin lain kali saja," kata Jack. Gizela mengangguk.


Malam harinya Jack mengajak Cora menonton di Bioskop. Keduanya duduk di kursi belakang sesuai dengan pilihan Jack. Jack menyesal memilih tempat duduk di belakang karena hampir semua orang memilih dibelakang.


"Sayang.. aaak," ucap Jack membuka mulutnya. Cora lalu memasukkan popcorn ke dalam mulut Jack.


"Kita pulang saja ya," kata Jack sontak membuat Cora menatapnya.


"Ada apa?"


"Aku bosan. Aku ingin berduaan denganmu," kata Jack.


"Dasar aneh. Memangnya siapa yang membawaku ke sini," tukas Cora.


"Aku tidak tau akan seramai ini," ujar Jack.


"Memangnya kenapa kalau pengunjung ramai? lagi lula filmnya sudah setengah jalan. Kita tunggu sampai selesai saja," ujar Cora.


"Huh.. baiklah," balas Jack pasrah, menyandarkan punggungnya di tempat duduknya. Jack menarik tangan Cora dan membawanya ke atas pahanya, menggenggamnya dan menciumnya sesekali.