
Dua hari berada di pusat kota, kini Jack memboyong kedua anaknya bersama Cora ke daerah pedesaan yang ada di Inggris. Desa Bibury. Terletak di daerah bukit Cotswolds. Desa ini memiliki pemandangan indah khas Inggris dengan rumah pondok dan cottage batunya yang berasal dari abad ke 17.
"Jack ini indah sekali," ujar Cora menatap pemandangan di luar dari dalam mobil. Tempatnya sungguh sejuk dan hening. Pemandangan yang hijau dengan jembatan penghubung di atas sungai.
"Kamu suka?" tanya Jack menggenggam tangan Cora. Wanita itu memgangguk senang.
"Lihatlah bangunannya, kita seperti di negeri dongeng Jack," ujar Cora senang. Selain bangunan lama, terdapat juga bangunan baru berupa penginapan untuk wisatawan.
"Kamu lihat di sana," kata Jack membuka kaca mobilnya.
"Itu bangunan baru meskipun terlihat seperti bangunan lama. Di sini tidak bisa membangun rumah ataupun bangunan lainnya secara sembarangan. Kita harus mengikuti kebijakan dari pengelolanya," kata Jack.
"Jika dipikir-pikir, kamu seperti sudah biasa ke tempat ini," ujar Cora. Pria itu bahkan bisa mengemudi tanpa menggunakan maps. Jack terlihat sangat hapal dengan jalannya.
"Itu karena daddy membangun rumah di sini. Kau tau, tiap kali aku datang ke inggris untuk urusan bisnis, aku selalu datang kesini. Cottage nya dibangun 15 tahun yang lalu. Elvis dan Gizela belum pernah datang ke sini," kata Jack.
"Kita sampai.." kata Jack menghentikan mobilnya saat tiba di depan sebuah rumah dengan nuansa klasik. Rumah itu menyerupai cottage yang ada di desa itu dan tak jauh dari pusat desa. Halaman yang ditumbuhi rumput hijau dan bunga-bunga yang indah.
Jack dan Cora turun dari dalam mobil. Keduanya menggendong Elvis dan Gizela yang tertidur.
"Sepertinya mereka kelelahan," ujar Cora.
"Kamu benar, sejak semalam mereka aktif sekali," balas Jack. Tiba di depan pintu, Jack membukanya dan mengajak Cora masuk.
"Aku meminta pekerja di rumah ini untuk sementara waktu meninggalkan tempat ini karena aku butuh privasi," kata Jack berjalan menuju kamar.
"Pantas saja tempatnya rapi dan terurus. Ternyata ada penjaganya," batin Cora.
"Ini kamar mereka," ucap Jack membuka pintu kamar Elvis dan Gizela.
"Nghh.. mum.." gumam Gizela serak dengan mata yang masih mengantuk. Gizela merasa terganggu saat Cora menidurkannya di atas tempat tidur.
"Tidur lagi ya sayang.." bisik Cora lembut mengusap punggung Gizela. Anak kecil itu menggelengkan kepalanya.
"Uuuhh.... anak mummy sedang manja ya.." ujar Cora tersenyum menggendong tubuh Gizela. Anak itu lalu memeluk Cora dan menenggelamkan wajahnya di dada Cora dan kembali memejamkan matanya.
"Manjanya kambuh lagi ya," tukas Jack terkekeh menghampiri Cora.
"Sudah besar masih ingin di gendong. Kamu membuat mum kelelahan princess," ujar Jack mengusap rambut Gizela.
"Setelah ayahnya sekarang giliran anaknya yang manja. Kalian bertiga sama -sama manja," tukas Cora menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Itu karena bermanja-manja di depanmu menyenangkan," kata Jack mengecup bibir Cora.
"Jack, aku seperti mendengar suara bel berbunyi," ujar Cora.
"Aku lihat sebentar." Jack keluar dari kamar kedua menuju pintu utama. Cora mengikutinya dari belakang.
"Maaf tuan, saya hanya ingin mengantar bahan-bahan makanan yang anda pesan," ucap wanita tua pengurus cottage milik Jack.
"Terima kasih Bibi," kata Jack mengambil alih dua plastik besar berisi bahan makanan yang di pesannya dari pekerjanya.
"Saya pamit dulu Tuan Linford. Selamat menikmati liburannya bersama keluarga anda," kata wanita itu.
"Terima kasih Bibi."
Setelah penjaga cottage nya pergi, Jack menutup pintunya dan membawa benda di tangannya ke dapur.
"Jack taruh saja dulu, nanti aku akan menyusunnya setelah menidurkan Gizela di kamar," kata Cora.
"Tidak apa sayang, aku yang akan menyusunnya," kata Jack tidak ingin membuat wanitanya repot.
Cora berdiri di samping Jack sembari memperhatikan pria itu menyusun bahan-bahan makanan ke dalam kulkas.