CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 62: Mum



"Daddy tidak suka dengan kebohongan," balas Jack menatap tajam Elvis. Anak itu refleks merangkul lengan Cora.


"Kamu berbohong Elvis," kata Jack mengalihkan tatapannya, melihat pemandangan di luar dari kaca mobil. Elvis menunduk. Ayahnya tidak suka dengan kebohongan. Setelah ini, ayahnya akan mendiaminya. Cora lalu merangkul anak itu memberinya dukungan.


Jack sebenarnya tidak marah jika kedua anaknya bersama dengan Bianca. Hanya saja, Jack tidak suka mereka menjadi sorotan kamera. Itu akan mengganggu privasi kedua anaknya. Mereka tidak akan bisa bebas. Jack punya sudut pandang yang berbeda Bianca. Wanita itu ingin membuat anak mereka menjadi sorotan media setiap saat seperti dirinya. Terkadang, Jack tidak suka dengan Bianca yang memanfaatkan kedua anak mereka hanya untuk membuat namanya selalu muncul di media. Bianca juga ingin membuat kedua anak mereka menjadi selebritis sejak kecil dan mendapatkan uang dari sana.


"Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik sayang.." bisik Cora menenangkan Elvis. Ia yakin Elvis sedang dilema. Memilih ibu atau ayahnya.


"Daddy marah," gumam Elvis pelan.


"Tidak, daddy kalian tidak marah. Jangan takut sayang. Aunty akan menjelaskannya pada daddy kalian nanti," bisik Cora. Elvis mengangguk. Samar-samar Jack bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


"Aunty, aku mengantuk," kata Elvis dengan mata sayu nya.


"Tidur saja, nanti aunty bangunkan," balas Cora. Anak itu tidur dengan memeluk lengan Cora.


Lima belas menit perjalanan, Cora tampak menguap beberapa kali. Ia sudah mengantuk. kedua matanya sudah berkaca-kaca. Apalagi sejak tadi ia hanya diam saja. Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Cora yang tidak tahan lagi akhirnya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil.


Setengah jam kemudian, mobil yang membawa mereka berhenti di depan rumah Jack.


Sebenarnya Jack tidak tega membangunkan Cora yang sedang tidur dengan kepala bersandar di bahunya. Hanya saja, mereka tidak mungkin berada di dalam mobil terus.


"Cora.. Cora.." panggil Jack membangunkan Cora.


"Ah maaf.." ucap Cora kembali duduk dengan posisi semula.


"Kita sudah sampai," ujar Jack. Cora mengangguk. Ia melirik Elvis yang masih tidur disampingnya.


"Aku akan membawanya," kata Jack turun dari mobil. Ia lalu mengangkat tubuh Elvis dan membawanya masuk ke dalam rumah. Di belakangnya Cora berjalan mengikuti Jack.


Setibanya di kamar Gizela, Cora menurunkan Gizela dengan pelan-pelan ke atas tempat tidur.


"Mum .." gumam Gizela membuka kedua matanya menatap Cora. Cora hanya tersenyum menatap Gizela. Sepertinya anak itu tidak sadar hingga mengira Cora adalah Bianca ibunya.


"Sayang.. tidur lagi ya.." bisik Cora mengusap lembut rambut kepala Gizela berharap anak itu tidur lagi. Gizela menggeleng, bangun dari tidurnya lalu merentangkan kedua tangannya ingin digendong oleh Cora. Cora yang tidak bisa menolaknya mengangkat tubuh Gizela dan menggendongnya.


"Kita tidur di sini ya," gumam Gizela menenggelamkan wajahnya di dada Cora.


"Apa dia bangun lagi," timpal Jack yang baru saja masuk ke dalam kamar Gizela. Cora lalu mengangguk.


Jack berjalan menuju sofa dan mendaratkan bokongnya di sana. Tatapannya tertuju pada Cora.


"Ya Tuhan.. Kenapa pria itu malah duduk di sini. Seharusnya dia pergi saja," gumam Cora. Rasanya menjadi canggung jika pria itu ada di sana apalagi menatapnya.