
Setelah syuting Bianca selesai, Cora pulang ke apartemennya. Baru saja ia tiba di apartemennya, seseorang menekan bel pintunya.
Cora mengambil cardigannya untuk menutupi tubuhnya yabg hanya memakai bra dan hot pants.
Cora membuka pintunya dan melihat seorang petugas kebersihan berdiri di depan pintunya.
"Maaf Nona, apa anda Nona Cora?" tanya wanita itu. Cora lalu mengangguk.
"Seseorang mengirim buket ini untuk anda," ucap wanita itu memberikan buket bunga pada Cora.
"Dari siapa?" tanya Cora penasaran.
"Anda bisa melihatnya di kartu namanya Nona," kata wanita itu lalu pamit.
Cora membawa masuk buket bunga mawar itu kedalam unitnya. Cora duduk di sofa, mengambil kartu nama yang ada di buket.
"Please accept my apology" ~Jack~
"Jadi pria itu yang mengirimnya," gumam Cora bangkit dari sofa. Ia lalu membuang kartu nama itu ke dalam tempat sampah, mengabaikan bunga mawar pemberian Jack di sofa.
Cora mengambil ponselnya, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Cora tampak mencari daftar nomor yang sudah diblokirnya di ponselnya.
"Ah ini dia," gumam Cora menghubungi Lynda. Cora langsung memblokir nomor bibinya setelah bibinya menghubunginya dan meminta semua biaya rumah sakitnya.
"Halo bibi Lynda," ujar Cora dengan ramah. Ia yakin Lynda pasti tidak senang saat dihubungi olehnya.
"Ada apa?" tanya Lynda ketus.
"Apa Bibi baik-baik saja."
"Santai Bibi, aku harap Bibi baik-baik saja. Karena aku tidak yakin setelah ini Bibi tidak akan baik-baik saja," ujar Cora terkekeh.
"Apa maksudmu Cora," tukas Lynda penasaran. Cora tidak membalas perkataan Bibinya. Ia memilih mematikan ponselnya. Cora lalu mengirim vidio panas suami bibinya bersama dengan Edith.
"Wanita itu pasti spot jantung sekarang," gumam Cora terkekeh. Seperkian detik kemudian ponselnya berbunyi. Lynda menghubunginya.
"Cora, apa maksud semua ini? katakan jika ini hanyalah rekayasa mu saja. Itu bukan Brandon?" kata Lynda belum terima dengan apa yang dilihatnya.
"Apa Bibi tidak mengenali suami Bibi sendiri. Siapapun yang melihat vidio itu dan mengenal paman, mereka akan mempercayainya," balas Cora.
"Tidak.. kamu berbohong Cora. Brandon bukan pria seperti itu. Kamu pasti sengaja kan untuk merusak rumah tangga kami," ucap Lynda tidak percaya.
"Suamimu tidak sebaik yang kamu pikir Bibi. Jangan-jangan paman masih punya simpanan lain," kata Cora membuat Lynda membulatkan matanya. Pikirannya tidak tenang lagi. Ada banyak pertanyaan di kepalanya saat ini.
"Jika ingin menemui wanita itu. Aku bisa menunjukkannya pada Bibi," ujar Cora.
"Pertemukan aku dengan wanita ja.lang itu nanti malam," kata Lynda emosi. Suaminya sudah mengkhianatinya.
"Akh... sialan kamu Brandon.." pekik Lynda frustasi.
"Tenangkan dirimu Bibi. Aku akan mengirimkan alamatnya nanti malam. Sampai bertemu nanti malam," kata Cora mematikan ponselnya.
"Malam ini akan ada pertunjukan yang menyenangkan," ujar Cora berguling-guling diatas tempat tidurnya karena senang. Edith dan Carlos akan mendapatkan balasan karena sudah mengkhianati Cora.
"Ya ampun, aku hampir lupa," gumam Cora. Ia menghubungi Violet untuk meminta nomor Carlos.
Setelah Violet mengirimkan kontak Carlos padanya, Cora lalu mengirim pesan pada pria itu. Ia ingin mengajak Cora dan Edith bertemu nanti malam. Cora akan membuat Carlos penasaran agar pria itu setuju untuk bertemu dengannya nanti malam.