CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 133



Jack dan Cora memilih italia tempat honeymoon mereka. Sudah satu minggu lamanya mereka berada di italia. Jack mengajaknya mengunjungi beberapa tempat wisata di sana. Dua hari lagi mereka akan kembali ke LA karena Jack harus kembali bekerja.


"Sayang... pakai jaket dulu," kata Jack memakaikan jaket di tubuh Cora. Hari semakin sore dan udara semakin dingin. Mereka sedang mencari restoran untuk makan malam di kota Milan. Suasana di jalan semakin ramai saat hari semakin malam.


"Thanks Jack.." ujar Cora tersenyum. Jack sangat perhatian padanya. Cora semakin mencintai pria itu. Keduanya kembali berjalan menyusuri trotoar.


"Jack.." Cora menarik jaket suaminya.


"Ada apa sayang?" tanya Jack.


"Aku ingin itu. Bisakah kita singgah untuk membelinya?" ujar Cora menunjuk kucing persia yang ada di pet shop. Entah mengapa ia ingin sekali punya hewan peliharaan.


"Tentu saja sayang. Ayo.. kita akan membelinya," tukas Jack membawa Cora masuk ke dalam pet shop.


Dengan perasaan senang, Cora menunjukkan kucing yang ingin dibelinya pada pegawai pet shop. Selain itu, ia juga memilik makanan dan pakaian untuk kucingnya. Jack hanya mengikuti Cora dari belakang saja.


"Hanya satu saja? tidak ingin menambahnya?" tanya Jack. Cora menggeleng. Jack mengangguk lalu membayarnya.


Setelahnya Jack dan Cora melanjutkan perjalanannya untuk mencari restoran.


"Jack.. bagaimana kalau yang itu saja?" tunjuk Cora pada restoran yang ada di seberang mereka.


"Tidak, yang disampingnya saja. Lebih bergengsi sedikit," ujar Jack menggenggam tangan Cora dan membawanya menyeberang jalan. Cora hanya pasrah saja memaklumi suaminya.


*******


Elvis dan Gizela sedang bersama Bianca di rumahnya dua hari ini. Mia berdiri di belakang mereka untuk mengawasi Bianca sesuai perintah Jack.


"Mom.. kami akan punya adik," ujar Gizela sembari memainkan bonekanya di sofa. Bianca yang sedang memainkan ponselnya seketika terdiam. Ia lalu menatap Gizela.


"Adik darimana?"


"Dad bilang mereka akan membawa adik untuk kami setelah pulang honeymoon," kata Gizela.


"Sayang sekali. Mommy takut daddy kalian tidak akan sayang lagi dengan kalian setelah punya anak dari Cora," ujar Bianca.


"Apa benar begitu mom?" timpal Elvis.


"Tapi mum tidak seperti itu mommy. Mum sangat baik," ujar Gizela membantah Bianca.


"Kita lihat saja nanti. Asal kalian tau saja. Hanya mommy yang sayang pada kalian. Daddy kalian juga pasti akan lebih menyayangi istri barunya dan anaknya dari Cora," kata Bianca meracuni pemikiran kedua anaknya.


Mia yang mendengar itu sontak terkejut. Ia akan melaporkan apa yang sidah Bianca katakan pada Elvis dan Gizela. Mia tidak habis pikir dengan Bianca. Dulu dia tidak peduli dengan Elvis dan Gizela, tapi sekarang Bianca seolah mencoba mendekati kembali kedua anaknya.


"Kalian jangan percaya dengan Cora begitu saja," ujar Bianca.


"Mommy jangan menjelek-jelekkan mum. Elvis tidak suka," tukas Elvis . Bianca membulatkan kedua matanya. Sepertinya kedua anaknya itu sangat yakin dan percaya dengan Cora. Bianca merasa kesal karena kedua anak itu lebih memilih Cora.


"Hai sayang..." timpal Mark masuk ke dalam rumah Bianca.


"Sayang.. tadi kamu bilang sibuk. Kenapa sekarang kamu datang?" tanya Bianca bangun dari sofa lalu mencium Mark.


"Jadwal syutingnya di cancel," ujar Mark.


"Hai Elvis Gizela. Lama tidak bertemu," ujar Mark mengusap kepala Elvis. Saat ia ingin mendekati Gizela, anak itu menjauh.


"Aku tidak suka uncle.." ucap Gizela.


"Gizela.. kenapa kamu selalu bersikap seperti itu. Uncle Mark bukan orang jahat," kata Bianca.


"Daddy sudah melarang ku untuk dekat dengan uncle," kata Gizela.


"Huh.. baiklah kalau begitu. Uncle sedih sekali. Padahal uncle ingin mengajak kalian jalan-jalan," kata Mark dengan wajah memelasnya mendaratkan bokongnya di sofa.


"Sayang.. maafkan Gizela ya," kata Bianca mendekati Mark.


"Ini semua pasti gara-gara Cora.m yang sudah membawa pengaruh buruk pada kedua anakku. Itu lah mengapa aku tidak suka dia menjadi ibu sambung kedua anakku," kata Bianca.


"Tidak apa-apa baby. Meskipun begitu aku tetap menyayangi mereka. Bukankah mereka juga akan menjadi anakku," kata Mark.


"Terima kasih sayang. Kamu baik sekali," tukas Bianca memeluk Mark.