
Gizela tampak mengerjapkan matanya berkali-kali. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya. Gizela memutar tubuhnya dan melihat Cora tidur membelakanginya.
"Aunty Cora," gumam Gizela bangun. Ia masih ingat dengan jelas baju yang Cora pakai semalam.
"Jadi aunty tidur disini," gumamnya.
"Dad juga tidur di sini," Gizela mengucek matanya. Jack dan Cora tidur berpelukan membuat Gizela iri. Anak kecil itu lalu berdiri dan berkacak pinggang.
"Dad.. Mum..." panggil Gizela membangunkan ayahnya dan Cora.
"Dad..." ucap Gizela kesal. Ia lalu masuk kedalam selimut.
Cora yang merasa terganggu membuka matanya, rasanya seperti ada yang menindih kakinya.
"Astaga..." pekik Cora menyadari keberadaan Jack di depannya. Cora lalu melepaskan tanggannya dari pinggang Jack.
"Akh.." pekik Gizela saat tangan Cora tak sengaja mengenai kepalanya. Cora membuka selimut dan melihat Gizela ada di sana.
"Sayang.. kenapa kamu ada disitu," kata Cora.
"Kenapa kalian ribut," gumam Jack serak membuka kedua matanya lalu bangun membuat selimut yang dipakainya melorot.
"Holy moly, kenapa tubuhnya bagus sekali," batin Cora saat melihat tubuh sixpack Jack.
"Dad dan mum tidur berpelukan. Kalian mengabaikan ku," ucap Gizela cemberut melipat kedua tangannya di dadanya.
"Um.. itu aunty tidak__"
"Mum tidak sayang Gizela," kata anak itu memalingkan wajahnya.
"Gizela juga ingin tidur dipeluk mum dan daddy," kata Gizela. Cora terlihat gemas melihat anak itu. Apalagi dengan panggilannya.
"Oohh putri cantik daddy. Jangan cemberut seperti itu sayang. Cantiknya jadi hilang," kata Jack bangun.
"Kemari.. daddy dan mum akan tidur memelukmu," kata Jack menepuk ruang kosong disampingnya. Cora menatap Jack karena menyebutnya dengan panggilan yang sama dengan Gizela.
"Benarkah," ujar Gizela senang. Ia lalu duduk diantara Jack dan Cora.
Gizela memberi instruksi pada Jack agar merendahkan tubuhnya. Gizela lalu berbisik pada pria itu.
"Apa kita akan memanggilnya mum terus," bisik anak itu.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Cora penasaran. Gizela menggeleng.
"Ayo... apa yang kalian bicarakan tadi," kata Cora.
"Dia ingin memanggilmu mum, apa kamu tidak keberatan?" ujar Jack.
"Hanya saat kita bersama saja," kata Jack. Sejak kemarin dia selalu memanggil mu mum saat berbicara denganku.
"Jangan marah aunty," ucap Gizela memeluk pinggang Cora. Ia takut Cora menjauhinya.
"Aunty tidak marah sayang," ucap Cora mengusap lembut rambut Gizela. Anak itu mendongak, menatap Cora senang.
"Aku sayang mum..." ucap Gizela mengeratkan pelukannya.
"Mum juga sayang Gizela," balas Cora. Ia tidak keberatan saat anak itu memanggilnya mum. Cora juga senang. Ia seperti seorang ibu sekarang.
"Sayang, kita tidur lagi ya. Besok kalian sekolah," kata Cora lembut. Gizela memgangguk. Ia lalu berdiri dang mencium pipi Cora sebelum tidur.
"Hanya mum saja," ujar Jack protes. Gizela terkekeh lalu mencium pipi Jack.
"Terima kasih anak baik daddy," ujar Jack mencium wajah putrinya.
Pagi harinya, Jack bangun lebih awal. Pria itu tersenyum bahagia menatap Cora dan Gizela tidur berpelukan.
"Aku seperti memiliki istri lagi sekarang," gumam Jack turun dari atas tempat tidur.
Jack datang kembali ke kamar putrinya. Sebuah senyuman terukir indah di wajahnya saat melihat Cora dan putrinya masih tidur dengan pulas. Jack melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Gizela.
"Cup," Jack mengecup bibir Cora.
"Ayo bangun.." ujar Jack mengusap lembut wajah Cora.
Sayup-sayup Cora mendengar seseorang membangunkannya. Perlahan ia membuka matanya dan melihat Jack duduk di sampingnya.
"Apa kamu bekerja hari ini?" tanya Jack. Cora mengangguk.
"Jam berapa?"
"Jam 1 siang," kata Cora.
"Kalau begitu aku akan mengantarmu setelah kita sarapan," ujar Jack.