CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 87: Pria Kaku



Setelah dua minggu tidak bekerja, hari ini Cora kembali bekerja dengan atasannya Bianca. Rasanya sangat melelahkan satu hari ini. Satu harian ia menemani Bianca mulai dari pemotretan hingga pergi shopping. Ia baru saja kembali ke apartemennya dua menit yang lalu.


"Huh.. melelahkan sekali," gumam Cora menuju dapurnya dan mengambil minuman dari lemari pendingin.


Cora berjalan menuju kamarnya, ia lalu melepas pakaiannya, menyisakan **********. Cora memakai celana dibawah lutut dengan atasan tanktop hitam bertali satu dengan motif bunga.


"Saatnya bersantai..." ucapnya mendaratkan bokongnya di atas sofa. Baru saja ia membuka makanan yang dibelinya sebelum pulang ke unitnya, pintu bel unitnya berbunyi.


"Ya ampun.. siapa tamu yang menggangguku waktu istirahatku," gumam Cora bangkit. Ia lalu berjalan menuju pintunya.


"Ceklek.." Cora membuka pintunya.


"Kamu.." gumam Cora terkejut melihat pria yang berdiri di depannya. Pria itu menatapnya dari bawah hingga ke atas lalu tersenyum.


"Hai baby..." kata Jack berjalan masuk melewati Cora begitu saja.


"Hei.. apa kamu tidak punya sopan santun. Kamu masuk dengan sembarangan ke tempatku," timpal Cora berkacak pinggang. Baru kali ini dia menemukan pria seperti Jack yang bertingkah sesuka hatinya saat berkunjung ke unitnya.


"Woww.. kebetulan sekali. Aku sedang lapar," ujar Jack menghempaskan tubuhnya di sofa seolah mengabaikan perkataan Cora.


"Sial.. pria ini memang gila," gumam Cora kesal menatap Jack.


"Kemarilah. Apa kamu tidak ingin mencicipinya," ujar Jack menepuk sofa kosong di sampingnya.


Lihatlah sekarang pria itu berlagak seolah pemilik makanan itu. Ingin sekali Cora menjitak kepala pria itu.


"Bagaimana jika tadi yang datang bukan aku, tapi Daren? apa kamu akan merasa terganggu juga?" tanya Jack menatap Cora. Yang benar saja, tiap kali dia bertemu dengan Cora selalu saja wanita itu menolaknya secara terang-terangan. Berbeda dengan Daren. Ia selalu bersikap baik di depan pria itu.


"Tentu saja tidak.." jawab Cora mengalihkan tatapannya pada makanan di depannya. Jack cemburu. Sial, sekarang dia menjadi tipe pria yang suka cemburu sejak bertemu dengan Cora.


"Aku pulang dulu," ujar Jack berdiri, berjalan menuju pintu.


"Ada apa dengannya? apa dia sedang marah," batin Cora merasa bersalah.


"Hai sweet heart.." ucap Daren yang baru saja datang saat Jack hendak keluar dari unit Cora.


"Daren.. " ujar Cora tersenyum.


"Kamu memiliki banyak lekuk tubuh yang indah, tetapi favoritku adalah senyum kamu," ujar Daren. Cora terkekeh. Daren selalu saja mengeluarkan kata-kata gombalannya tiap kali mereka bertemu.


"Aku tidak jadi pulang.." timpal Jack kembali duduk di sofa. Ia sengaja duduk di samping Cora sebelum Daren duduk di sana. Pria itu menutupi punggung Cora dengan jas hitamnya. Hari ini Cora terlalu terbuka baginya. Ia tidak ingin orang lain menikmati pemandangan indah itu. Baginya itu hanya untuk konsumsi pribadinya.


"Dasar aneh.. " cibir Cora. Pada akhirnya ketiga manusia itu duduk bersama di atas satu sofa yang sama menikmati apple pie yang dibeli Cora.


"Hal yang paling aku suka yaitu ngemil, namun tau gak ngemil apa yang paling aku suka? ngemilikin kamu sepenuhnya," gombal Daren membuat Jack merasa panas. Ditambah lagi dengan Cora yang sesekali menanggapinya.


"Apa kamu tidak bosan menggombal. Kata-kata gombalanmu itu sudah usang," cibir Jack sembari menikmati makanan ditangannya. Tidak peduli dengan ekspresi kesal dari kedua orang di sampingnya.


"Dasar pria kaku," balas Daren. Jack tidak peduli. Pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa dengan melipat kedua tangannya di dadanya.