CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 80: Mum Pintar Memasak



Cora merasa terganggu karena bel rumahnya berbunyi. Cora melepaskan tangan Gizela yang memeluknya dengan hati-hati. Turun dari atas tempat tidurnya, melangkah dengan malas menuju pintunya.


"Ceklek.." Cora membuka pintunya. Seketika kesadarannya kembali saat melihat sosok pria didepannya.


"Apa anak-anak di dalam?" kata Jack masuk begitu saja ke dalam unit Cora tanpa izin dari Cora. Jack terlihat menenteng plastik berisi bahan-bahan makanan yang dibelinya dari supermarket sebelum ke unit Cora. Jack membeli beberapa bahan makanan dengan asal karena ia tidak pernah belanja bahan-bahan dapur sebelumnya.


Jack melihat kedua anaknya sedang tidur dengan pulas diatas tempat tidur.


"Kami kelelahan setelah pulang dari sekolah dan tidur," timpal Cora berjalan mendekati Jack.


"Aku membeli bahan-bahan makanan. Bisakah kamu memasaknya untuk makan malam kita. Sejak tadi siang aku belum makan," kata Jack menaruh plastik ditangannya di atas meja sofa. Pria itu lalu melepas jas hitamnya dan menggulung kemeja putihnya hingga sebatas sikunya membuat ketampanannya semakin bertambah.


"Yang benar saja, apa dia sedang sengaja. Kenapa tidak makan diluar saja. Pria ini memang merepotkan," batin Cora.


"Kenapa tidak makan di luar saja," balas Cora.


"Aku lelah sekali satu harian ini di kantor. Bisakah aku meminjam tempat tidurmu?"


"Tidak..tidak.. se__"


"Thanks..." kata Jack memotong perkataan Cora dan mengecup singkat pipi Cora sebelum ia melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Cora.


"Jack..." pekik Cora kesal. Pria itu selalu saja bertingkah sesuka hatinya.


"Lihatlah dirinya itu.." cibir Cora berkacak pinggang menatap Jack dengan santainya naik ke atas tempat tidurnya.


Cora melirik mejanya, mengambil bahan-bahan makanan yang dibawa Jack. Entah mengapa, meskipun kesal ia tetap melakukan apa yang Jack minta. Cora membawanya ke dapur dan membuatkan makan malam untuk mereka.


Satu jam lamanya Cora berkutat di dapurnya, ia membuat banyak makanan untuk mereka. Cora melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya. Ia ingin membangunkan Gizela dan Elvis.


"Gizela.."


Gizela yang baru saja bagun menoleh pada Cora yang datang menghampirinya.


"Baru saja aunty ingin membangunkan kalian," kata Cora duduk di tepi ranjangnya merapikan rambut Gizela yang terlihat berantakan. Anak itu lalu naik kepangkuan Cora memeluknya dan menenggelamkan wajahnya di dada Cora. Sepertinya ia ingin bermanja-manja dengan Cora. Hal yang sangat jarang ia lakukan pada ibunya.


"Kapan daddy datang," tanya Gizela menyadari keberadaan Jack yang tidur ditengah-tengah mereka.


"Apa aku bisa datang ke sini lain kali?" gumam Gizela.


"Tentu saja, kalian bisa datang kapan saja asalkan mengabari aunty terlebih dahulu," balas Cora mengusap punggung Gizela dengan lembut.


"Sepertinya cake yang aunty buat sudah matang, ayo kita lihat dulu," kata Cora mengendong Gizela ke dapurnya.


"Sebentar, aunty akan mengambilnya dulu," kata Cora menurunkan Gizela. Ia lalu membuka ovennya dan mengambil banana cake dari dalam.


"Aku ingin memotongnya aunty.." kata Gizela berjalan mengikuti Cora dengan semangat. Anak itu naik ke kurai dan berdiri.


"Sebentar sayang..." ujar Cora mengambil pisau.


"Lakukan seperti ini," kata Cora memandu Gizela. Anak itu lalu mengangguk dan memotong banana cake di depannya.


"Di tiup dulu sayang..." kata Cora lembut saat Gizela hendak memakan sepotong banana Cake ditangannya. Anak itu lalu mengangguk.


"Ini enak mum.." kata Gizela tak sadar dengan ucapannya.


"Terima kasih untuk pujiannya manis.." ujar Cora. Ia tentu saja mendengar kata terkahir yang Gizela ucapkan. Hanya saja ia tidak serius menanggapinya.


"Kalian makan dan tidak membangunkan kami," ucap dua orang manusia yang baru saja bangun dan menatap Cora dan Gizela dengan wajah masam dengan bersamaan.


"Kalian sudah bangun.." kata Cora menatap kedua pria beda usia dengan wajah sangat mirip seperti kakak dan adik. Kedua pria beda generasi itu berjalan mendekati mereka.


"Dad.." kat Gizela mencium wajah Jack.


"Kamu makan apa sayang.." kata Jack.


"Banana cake. Mau mencobanya?" tawar Gizela menyodorkan banana cake ditangannya. Jack mengangguk.


"Aku juga mau," kata Elvis. Cora langsung memberinya.


"Mum pintar memasak," bisik Gizela ditelinga Jack. Pria itu lalu mengangguk.