CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 106: Mengidam



Cora kembali ke unitnya setelah Jack pulang. Ia berpapasan dengan Violet di lobby.


"Kamu darimana?" tanya Violet.


"Rumah Jack. Tadi sore kami sedang jogging bersama," kata Cora.


"Ciee... sepertinya kalian semakin dekat saja," ucap Violet mencolek pinggang Cora.


"Kamu sedang membawa apa?" tanya Cora melirik tangan Violet yang menenteng plastik.


"Aku baru saja dari minimarket membeli beberapa buah. Aku ingin sekali makan buah yang asam," ujar Violet.


"Seperti orang hami yang mengidam saja," kata Cora membuat Violet tersentak.


"Hei.. tidak semua orang yang sedang mengidam buah asam karena hamil tau.." tukas Violet memajukan bibirnya.


"Ya, ya, ya .. kamu benar," kata Cora. Keduanya berjalan menuju lift.


Cora dan Violet berpisah di depan unit mereka. Kedua masuk ke dalam unit masing-masing.


Violet melepaskan jaketnya lalu menyimpan sebagian buah-buahan yang dibelinya ke dalam lemari pendingin.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan memakan buahnya," ujar Violet senang mengusap perutnya. Violet belum menceritakan tentang kehamilannya pada siapapun. Ia belum siap, Violet takut orang tuanya marah. Violet sudah berjanji pada dirinya untuk mempertahankan bayinya apapun yang terjadi kedepannya. Ia tidak pernah sekalipun menyesal karena mengandung bayi Barnes.


"Mommy tidak sabar bertemu denganmu sayang," kata Violet mengusap perutnya.


Violet membawa buah yang sudah dipotong-potong nya ke ruang tengah lalu memakannya dengan lahap. Seketika ia teringat dengan Barnes. Akhir-akhir ini Violet cengeng sekali. Mungkin karena efek kehamilannya. Beberapa kali ia menangis hanya karena mengingat Barnes.


Suara bel pintunya membuat Violet tersadar. Ia lalu menghapus air matanya sebelum membuka pintunya.


"Cora..." ujar Violet setelah membuka pintunya.


"Apa kamu menyisakan buahnya untukku?" tanya Cora masuk ke dalam unit Violet.


"Aku baru memakannya," balas Violet mengunci pintunya.


"Sepertinya aku akan datang bulan. Nafsu makanku meningkat," tukas Cora duduk di sofa.


"Hei.. itu milikku. Kamu potong saja untukmu," kata Violet mengambil alih buah miliknya dari tangan Cora.


"Aku sedang malas memotongnya Cora. Jadi kamu buat saja untukmu."


Cora mengambil beberapa buah dari dalam kulkas dan membawanya ke atas meja.


Saat Cora mengambil pisau dari rak yang ada di atas wastafel, ia tak sengaja melihat dua kotak susu untuk wanita hamil.


"Apa ini milik Violet," batin Cora.


"Violet," panggil Cora.


"Ya.."


"Um tidak jadi. Nanti saja," kata Cora mengupas buah untuknya.


Saat Cora sedang membuang kulit buah yang dipotongnya, ia menemukan sebuah testpack di dalam tempat sampah dan mengambilnya.


"Apa ini milik Violet?" gumam Cora membuang kembali testpack ditangannya ke dalam tempat sampah.


"Violet, aku menemukan testpack di tempat sampah. Apa itu milikmu?" tanya Cora membuat Violet terkejut. Ia baru membuang testpack miliknya setelah hampir tiga bulan menyimpannya.


"Umm.. itu aku__"


"Aku juga melihat kotak susu untuk wanita hamil di dapurmu," kata Cora.


"Kamu juga makan buah asam. Apa kamu sedang hamil?" tanya Cora.


"Sejak kapan kamu punya kekasih? kamu tidak menceritakannya padaku," kata Cora memakan buah miliknya.


"Cora.. sebenarnya.." Violet menunduk.


"Ada apa Violet? apa terjadi sesuatu antara kamu dan kekasihmu itu? apa dia tidak ingin bertanggung jawab? katakan siapa pria itu. Aku akan menemuinya," kata Cora merangkul Violet.


"Maaf aku menutupinya dari mu. Ini bukan kesalahannya Cora. Aku sendiri yang menginginkan bayi ini. Dia bahkan tidak tahu dengan kehamilanku," kata Violet mencoba tersenyum. Sepertinya ia tidak bisa mengelak lagi dari Cora. Toh pada akhirnya dia akan mengetahuinya.


"Kenapa tidak mengatakannya saja pada kekasihmu. Mungkin saja dia tidak keberatan," balas Cora.