
Acara makan malam selesai, mereka lalu pulang ke rumah masing-masing. Jack pulang bersama kedua anaknya dan Cora. Gizela ketiduran dipangkuan Cora . Saat dibangunkan, anak itu malah menangis dan tidak ingin turun dari pangkuan Cora. Pada akhirnya, Cora ikut pulang ke rumah Jack.
"Apa kamu mengantuk?* tanya Cora mengusap rambut kepala Elvis. Anak itu lalu mengangguk.
"Tidurlah.. nanti aunty bangunkan kalau sudah sampai," kata Cora menepuk pahanya. Elvis lalu tidur di atas paha Cora.
"Aku juga ingin tidur," ucap Jack. Cora meliriknya sejenak dan mengabaikannya.
Setibanya di rumah Jack, Cora turun menggendong Gizela. Jack juga menggendong Elvis yang sudah tidur pulas.
"Selamat malam sayang.." ujar Cora mengecup kening Gizela. Cora lalu menghidupkan lampu tidur dan menyelimuti tubuh Gizela.
Saat keluar dari kamar Gizela, Cora dikejutkan saat Jack berdiri di belakangnya.
"Apa kamu hantu. Selalu saja muncul tiba-tiba," ujar Cora mengusap dadanya.
"Mau kemana?" tanya Jack menghalangi Cora.
"Tentu saja pulang. Minggir, aku ingin pulang," kata Cora mendorong tubuh Jack.
"Kamu tidur di sini saja bagaimana?" tukas Jack memeluk pinggang Cora dari belakang.
"Lepaskan Jack. Aku ingin pulang. Besok aku harus bekerja," kata Cora mencoba melepaskan tangan Jack dari pinggangnya.
"Aku akan mengantarmu pagi-pagi sekali agar pekerjaanmu tidak terganggu," kata Jack menyandarkan kepalanya di bahu Cora.
Jack memutar tubuh Cora hingga keduanya saling berhadapan.
"Kamu cantik," puji Jack menatap wajah Cora. Entah mengapa Cora merona karena perkataan pria itu. Cora tidak mudah termakan pujian dari pria, tapi pria didepannya itu sukses membuatnya salah tingkah.
"Tersipu hmm .." ujar Jack membuat Cora memalingkan wajahnya.
"Siapa yang tersipu," ujar Cora berbohong.
"Aku ingin pulang," kata Cora mendorong tubuh Jack.
"Bagaimana kalau aku tidak mau," kata Jack mendekatkan wajahnya.
"Kamu tidak punya hak un___ mmmppttthhh.." Jack membungkam mulut Cora dengan bibirnya.
"Akh..turunkan aku Jack.." pekik Cora memberontak.
"Kecilkan suaramu sayang. Anak-anak bisa bangun," kata Jack.
Jack menjatuhkan tubuh mereka di atas ranjang empuknya. Jack memeluk tubuh Cora dan menguncinya dengan kakinya agar wanita itu tidak memberontak.
"Temani aku tidur. Besok aku akan mengantarmu pulang," ucap Jack mendusel di dada empuk Cora.
"Dasar gila. Aku tidak mau. Aku ingin pulang," kata Cora memberontak. Jack diam saja.
"Lepaskan aku Jack," ujar Cora sesak. Jack memeluknya terlalu erat. Cora tidak bisa diam. Ia berusaha melepaskan dirinya.
"Jangan bergerak Cora. Apa kamu tidak merasakannya," kata Jack menekan miliknya. Cora membulatkan kedua matanya. Tentu saja ia tau apa yang Jack maksud.
"Dasar pria mesum.." kata Cora merinding.
"Oh.. shi.tttt... aku tidak bisa menahannya," batin Jack bangun.
"Jangan pergi. Aku ingin menuntaskan sesuatu. Kamu membuatnya bangun," kata Jack serak mengecup bibir Cora lalu pergi ke kamar mandi.
"Memangnya siapa yang mau tidur dengan pria mesum sepertinya," gumam Cora setelah Jack masuk ke dalam kamar mandi. Cora bangun lalu pergi meninggalkan kamar Jack.
Tak lama kemudian Jack keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya. Pria itu hanya memakai boxer hitam saja.
"Sial... dia pergi. Kenapa susah sekali mendapatkannya," gumam Jack kesal. Jack mengambil ponselnya dan menghubungi Cora.Tidak ada jawaban sama sekali. Jack menghubungi security rumahnya. Ternyata Cora belum keluar dari rumahnya.
Jack lalu pergi ke kamar putrinya mencari keberadaan Cora. Dan benar saja Cora ada di sana. Tidur disamping Gizela.
"Oh sial.. dia datang lagi," gumam Cora memejamkan matanya.
Jack berjalan mendekati ranjang. Menatap kedua manusia yang tidur saling berpelukan. Jack tersenyum hangat melihat keduanya. Pria itu duduk di samping putrinya, merapikan selimut yang mereka pakai.
"Good night putri cantik daddy," ujar Jack mengecup kepala putrinya. Jack berjalan mengintari tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Cora.
"Dasar wanita keras kepala," ujar Jack terkekeh lalu mengecup kepala Cora. Memeluk Cora dari belakang dan memejamkan matanya.
"Jelas-jelas dia yang keras kepala. Dasar tidak tau diri," batin Cora.