CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 92: Serius



"Apa kamu sedang menggodaku," kata Jack mengecup belahan dada Cora yang terbuka. Cora tidak sadar jika kancing bajunya terlepas.


"Sial, kenapa kamu mesum sekali," Cora bangun hendak memukul Jack namun tangannya ditahan oleh Jack. Baru saja ia terpukau karena sikap lembut Jack saat membangunkannya namun pria itu sudah membuatnya kesal. Tanpa aba-aba, Jack mencium bibir Cora.


"Jack.. mmpptth" Cora berontak. Satu tangannya memukul dada pria itu. Jack terus menciumnya, kini ciuman pria itu lebih lembut. Cora sepertinya mulai terbuai dengan ciuman pria itu.


Entah sejak kapan, kepala pria itu sudah berada di bukit kembar milik Cora.


"Ngghhh.. Jack," lenguh Cora.


"Pelan kan suaramu sayang, Gizela bisa bangun," kata Jack serak.


"Jackhhh.. berhentihhhh.. nghh.." lenguh Cora menutup mulutnya. Darahnya berdesir hebat membuatnya meremang. Jack memainkan puncak dadanya. Satu tangannya ia gunakan untuk me.remas dadanya. Tubuhnya seolah tak bisa menolak Jack. Seharusnya ia sudah mendorong Jack, tapi ia malah hanyut dalam kenikmatan yang Jack berikan.


"Dad.. mum.. apa yang kalian lakukan," ujar Gizela bangun membuat Cora dan Jack terkejut.


Anak itu terlihat mengucek kedua matanya.


Cora langsung mendorong tubuh Jack dan membelakangi Gizela dan merapikan pakaiannya.


"Sial, kenapa aku malah menikmatinya," batin Cora melihat puncak dadanya yang basah karena ulah Jack.


"Princess kamu sudah bangun?" ujar Jack santai, seolah tidak terjadi apa-apa.


"Apa yang daddy lakukan? kenapa kepala daddy ada di dada mum?" tanya Gizela polos.


"Selamat pagi sayang.." ucap Cora tersenyum merapikan rambut Gizela yang berantakan.


"Pagi mum," kata Gizela bangkit lalu duduk dipangkuan Cora dengan manja dan memeluk Cora. Menenggelamkan wajahnya di dada Cora. Seketika anak itu melupakan pertanyaannya.


"Aku ke kamar Elvis dulu," kata Jack mengedipkan satu matanya lalu turun dari atas tempat tidur dan pergi.


Setelah mengantar Elvis dan Gizela, Jack mengantar Cora ke unitnya. Siang ini, Cora harus menemani Bianca menghadiri salah satu acara di stasiun tv.


"Thanks Jack," kata Cora hendak turun.


"Cora tunggu," ucap Jack menarik tangan Cora.


"Aku serius dengan perkataanku sebelumnya. Aku menyukaimu. Aku ingin memilikimu. Tolong beri aku sedikit kesempatan," kata Jack menatap Cora dengan serius.


"Jangan menghindari ku," kata Jack. Cora terlalu sering menghindar darinya.


Cora menghela nafasnya. Bukannya ia ingin menghindari Jack. Hanya saja sikap pria itu terkadang sangat menyebalkan. Jack sangat dominan. Meskipun menyebalkan, tapi sejauh ini Jack adalah ayah yang baik pada anak-anaknya.


"Aku tidak menghindari mu," balas Cora berbohong.


"Tidak menghindari bagaimana, kamu selalu saja melakukannya. Apalagi saat bersama Daren. Kalian berdua seolah melupakan kehadiranku. Kamu hanya berbicara dengannya saja. Menyebalkan sekali. aku juga sedang berusaha mendapatkan hatimu seperti Daren yang juga ingin mendapatkan mu. Kalau seperti itu terus, aku akan kalah dari Daren," kata Jack dengan wajah masamnya.


"Dasar kekanak-kanakan," cibir Cora melihat wajah masam Jack.


"Apa kamu menyukai Daren?" tanya Jack membuat Cora mengerutkan kedua alisnya.


"Pertanyaan apa itu? sudahlah sebaiknya kamu pulang saja. Bukankah kamu ke kantor hari ini," tukas Cora melepaskan tangannya dari genggaman Jack.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku," ucap Jack kembali menahan tangan Cora.


"Kalau aku bilang iya bagaimana?"


"Jadi aku terlambat. Ck.. menyebalkan sekali," tukas Jack tidak terima. Ia kalah dari Daren.


"Tidak, kamu tidak terlambat," kata Cora membuat Jack membulatkan matanya. Apakah Cora hanya berbohong jika dia menyukai Daren.


"Kamu serius?" tanya Jack. Cora mengangguk.


"Aku duluan, bye Jack.." kata Cora keluar dari mobil Jack meninggalkan Jack yang bersorak ria di dalam mobilnya.