
Jack sangat senang. Sajak tadi ia selalu mencium istrinya. Bahkan dalam perjalanan pulang, Jack tidak melepaskan tangan Cora dari genggamannya. Mereka telah memastikan kehamilan Cora. Dan benar saja, dokter mengatakan jika Cora sedang hamil. Janinnya berusia satu minggu.
"Sayang.. kamu ingin makan apa? kita akan membelinya sebelum sampai ke rumah," tanya Jack. Dari pengalaman sebelumnya, ibu hamil akan mengidam.
"Tidak ada Jack. Aku tidak ingin makan apa-apa sekarang," kata Cora.
Setibanya di depan rumah, keduanya lalu turun dari mobil. Supir lalu memarkirkan mobilnya di garasi.
"Jack, Mia bilang kalian ke rumah sakit? apa terjadi sesuatu?" tanya Chloe.
"Tidak ada mom? kami hanya menemui dokter kandungan saja. Cora sedang hamil mum," ujar Jack.
"Sayang.. benarkah? cucuku akan bertambah lagi," kata Chloe. Cora mengangguk. Ibu mertuanya terlihat senang dan memeluk Cora.
"Selamat ya sayang atas kehamilanmu," ujar Chloe.
"Thanks mom," balas Cora memeluk mertuanya.
"Ini berita bagus. Kita akan merayakannya," ucap Chloe senang melepaskan pelukannya.
"Aku akan mengabari ayah dan adikmu," pungkas Chloe mengambil ponselnya dari sofa lalu menghubungi suami dan putrinya.
Jack dan Cora tersenyum melihat betapa bahagianya Chloe.
"Mia.. " panggil Chloe. Mia lalu datang menghampiri majikannya.
"Kamu bantu saya menyiapkan makan malam. Malam ini kita akan membuat acara kecil-kecilan atas kehamilan menantuku," ujar Chloe.
"Baik Nyonya," balas Chloe mengangguk.
"Sayang... kamu duduk di sini saja ya. Serahkan semuanya pada mommy," kata Chloe menarik tangan Cora dan menyuruhnya duduk di sofa.
"Tapi mom.. apa ini tidak berlebihan?" tanya Cora.
"Tidak ada yang berlebihan sayang. Keluarga kita selalu seperti ini," ujar Chloe.
"Kalau begitu aku akan membantu mom," tukas Cora hendak bangkit namun Chloe langsung menahannya.
"Kamu duduk di sini saja nak. Kamu sedang hamil dan ini masih trisemester pertama. Janinnya rentan sekali. Mommy tidak mau terjadi sesuatu padamu saat di dapur," kata Chloe.
"Aku akan hati-hati mom," balas Cora.
"Sayang.. mommy benar. Bagaimana kalau ada minyak yang tumpah dan kamu tidak melihatnya. Kamu bisa jatuh dan membahayakan kandunganmu," ujar Jack lembut duduk di samping Cora.
"Baiklah kalau begitu. Maafkan aku tidak bisa membantumu mom," kata Cora. Chloe mengangguk.
"Mom ke dapur dulu," ucap Chloe pergi.
"Sayang.. untuk sementara kamu jangan terlalu sering beraktifitas di dapur ya. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kalian," ucap Jack. Cora lalu mengangguk.
"Aku juga akan memindahkan barang-barang kita ke bawah. Untuk sementara kita tidur di kamar bawah," ujar Jack.
"APA?"
"Naik turun tangga itu bisa membahayakan kandungan mu juga," kata Jack.
"Ya sudah..." ujar Cora mengangguk. Ia akan jarang berkunjung ke kamar Elvis dan Gizela. Tapi apa yang Jack katakan ada benarnya.
"Mum... dad... kalian sudah kembali," timpal Gizela berlari menghampiri kedua orangtuanya di ruang tengah. Mereka baru saja selesai mandi.
"Kalian dari mana mum?" tanya Elvis hendak naik ke atas pangkuan Cora namun Jack melarangnya.
"Ada apa dad?" tanya Elvis.
"Mum sedang mengandung adik kalian. Dia tidak bisa beraktifitas berat," kata Jack.
"Mum.. kami akan punya adik?" tanya Gizela.
"Iya sayang.. di sini ada adik kalian," kata Cora mengusap perutnya.
"Yeayyy.." sorak keduanya senang. Mereka lalu mengusap perut Cora dan menciumnya.
Gizela naik ke atas sofa, memeluk Cora dengan kedua tangan melingkar di leher Cora.
"Aku sayang mum.." ujar Gizela mencium wajah Cora. Jack tersenyum lalu mengusap kepala putrinya. Sebenarnya satu hari yang lalu, Jack mengajak kedua anaknya untuk berbicara. Mia sudah mengabarinya perihal apa yang Bianca katakan pada Elvis dan Gizela saat di rumahnya. Jack berusaha meyakinkan kedua anaknya apa yang Bianca katakan itu tidak benar. Ia tidak ingin kedua anaknya memiliki keraguan pada Cora. Untung saja Elvis dan Gizela tidak terpengaruh dengan kata-kata Bianca.
"Mum juga menyayangi kalian," kata Cora mengecup wajah Elvis dan Gizela bergantian.
"Bagaimana dengan daddy..." timpal Jack.
"Kami sayang daddy," ucap ketiganya bersamaan lalu memeluk Jack.