
Cora sedang menikmati me timenya dengan perawatan tubuh di unitnya. Ponselnya berdering membuat Cora mengumpat kesal. Siapa gerangan yang menganggu me timenya. Dengan mata tertutupnya Cora meraba-raba meja mencari ponselnya.
"Tidak bisakah pria ini tidak mengangganguku satu hari ini saja," gumam Cora.
"Halo..." ucap Cora dengan malas.
"Cora apa Bianca sedang bersamamu?" tanya Jack.
"Tidak," balas Cora.
"Kemana perginya wanita itu, dia sudah berjanji untuk menjemput anak-anak."
"Tunggu sebentar aku akan menghubunginya," kata Cora mematikan ponselnya dan menghubungi nomor Bianca. Atasannya itu terbiasa menaruh harapan palsu pada kedua anaknya. Cora yakin Elvis dan Gizela sedih karena Biaca tidak menepati janjinya.
"Perasaan hari ini Mrs. Bianca tidak ada pekerjaan," gumam Cora setelah 3 kali menghubungi nomor Bianca namun tidak diangkat.
Cora kembali menghubungi Jack dan mengatakan jika Bianca tidak mengangkat panggilannya.
"Bisakah kamu membantuku untuk membujuk anak-anak. Mereka tidak mau pulang sebelum Bianca menjemput mereka. Aku sudah berusaha membujuk mereka dan tidak berhasil," ujar Jack.
"Baiklah, aku akan segera kesana," kata Cora mematikan ponselnya. Ia lalu masuk ke kamar mandi membersihkan masker di wajahnya.
*****
Cora tiba di depan sekolah Elvis dan Gizela. Ia lalu turun dari mobilnya mencari keberadaan kedua anak itu.
"Ah.. itu mereka.." gumam Cora berjalan menuju taman sekolah.
"Elvis, Gizela.." panggil Cora membuat perhatian kedua anak itu beralih pada Cora.
"Hai kids.." kata Cora tersenyum. Jack terpesona melihat kecantikan Cora. Wanita itu memakai jumpsuit dengan tali satu bermotif flower. Rasanya Jack ingin sekali membawa wanita itu kepangkuannya dan memeluknya satu harian.
"Kenapa mom tidak ikut?" tanya Elvis.
"Mommy selalu berbohong," kata Elvis kecewa. Anak itu lalu duduk di kursi taman membelakangi Ckra dan yang lainnya.
"Kenapa kamu tidak menghubunginya saja. Seharusnya kamu mengingatkan mommy untuk memjemput kami," ujar Elvis menangis. Ia ingin ibu dan ayahnya bersama kembali. Ia juga ingin seperti teman-temannya.
"Aunty sudah menghubunginya Elvis," kata Cora.
"Kamu berbohong.. " pekik Elvis kesal.
"Elvis, jaga bicara mu," hardik Jack. Putranya terlalu lancang. Gizela mengenggam tangan Cora saat mendengar suara ayahnya meninggi.
"Jack.. " ucap Cora menatap pria itu seolah mengatakan untuk tidak memarahi Elvis.
"Kita pulang. Daddy sejak tadi sudah berusaha membujuk kalian. Seprtinya kalian semakin manja. Jangan memancing emosi daddy," ujar Jack dingin. Membuat Elvis memutar tubuhnya. Melihat Jack dengan tatapan takut.
"Aku akan mengantar mereka pulang," kata Cora menatap Jack. Pria itu menghela nafasnya lalu pergi meninggalkan mereka.
"Sayang.. ayo kita pulang. Jangan sampai daddy kalian marah," ujar Cora membujuk Elvis dan Gizela. Kedua anak itu lalu mengangguk. Cora mengengenggam kedua tangan Elvis da Gizela menuju mobilnya.
"Aunty, aku minta maaf," cicit Elvis menatap ke bawah.
"Tidak apa-apa sayang. Aunty paham kamu sedang marah. Lain kali, aunty akan mengingatkan ibu kalian saat punya giliran menjemput kalian," kata Cora mengusap rambut kepala Elvis.
"Ayo kita pulang. Nanti aunty akan memasak makan siang yang enak untuk kalian," kata Cora.
"Sungguh?" ujar Gizela mendongak menatap Cora. Cora lalu mengangguk.
"Maaf Nona, tuan Jack bilang kalian pulang naik mobilnya saja. Saya yang akan membawa mobil anda pulang," uajr supir Jack menghampiri Cora.
"Baiklah.." kata Cora memberikan kunci mobilnya pada supir itu.