
Setelah makan malam selesai, Jack mengantar Cora ke apartemennya. Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju lokasi apartemen Cora.
"Apa yang kamu lihat di ponselmu itu?" tanya Jack penasaran mengambil ponsel Cora dari tangan wanita itu. Sejak tadi wanita itu melihat ponselnya.
"Hei.. berikan ponselku. Kenapa kamu lancang sekali," kata Cora mencoba meraih ponselnya dari tangan Jack.
"Tidak.." ucap Jack dengan satu tangannya ia gunakan untuk menyetir.
"Cora.. kamu melihat ini dari tadi," kata Jack tidak percaya melihat layar ponsel Cora menampilkan vidio panas Brandon dan Edith.
"Bu..bukan begitu. Jangan berpikiran negatif. Kamu salah paham. A..aku hanya sedang mengirimnya pada temanku," ujar Cora mengambil ponselnya dari tangan Jack. Wajahnya sudah memerah karena malu. Sebenarnya ia sedang chattingan dengan Violet. Cora mengirimkan vidio itu padanya. Dan kebetulan saat Jack mengambil ponselnya, ia baru mengirim vidio itu pada Violet.
"Pria atau wanita?" tanya Jack.
"Wanita, namanya Violet," balas Cora. Jack sepertinya menghembuskan nafas lega.
"Jadi kalian sering berbagi vidio seperti itu?"
"Tidak.. tidak.. kamu salah paham Jack," kata Cora menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sebenarnya kami sedang menjalankan misi," lanjutnya.
"Ya ampun.. kenapa aku jadi takut. Seharusnya aku bersikap biasa saja. Bukankah itu wajar bagi orang dewasa. Asalkan hanya konsumsi pribadi. Dia bukan anak kecil lagi kan. Tapi kenapa sekarang aku merasa canggung dan malu," batin Cora.
"Sebuah misi?"
Cora mengangguk, "ya, aku sedang mengumpulkan bukti perselingkuhan pamanku dengan kekasih mantanku," kata Cora berharap Jack mempercayainya dan tidak bertanya lagi. Dan kenapa dia terbuka pada Jack. Sulit dipercaya.
"Thanks Jack. Utangku tinggal satu lagi bukan," kata Cora. Jack mengangguk.
"Ku harap ini cepat berlalu," batin Cora.
"Pulanglah, aku tidak ingin istri dan anakmu menunggumu," kata Cora dengan asal. Ia hanya menebak saja jika pria itu sudah memiliki istri dan anak mengingat usia Jack sepertinya tidak muda lagi. Cora yakin umur pria itu diatas 30 an.
"Aku sedang mengantar istriku sekarang. Kami baru saja tiba di depan gedung apartemennya," ujar Jack menatap Cora dengan senyum smirknya.
"Dasar gila.." kata Cora memukul lengan pria itu dengan tasnya. Cora hendak turun namun tangannya ditarik oleh Jack hingga tubuh mereka saling berdekatan.
"Apa yang kamu lakukan Jack. Lepaskan akau," kata Cora berontak.
"Cup," Jack mengecup bibir Cora. Wanita itu membulatkan matanya. Kedua kalinya pria itu menciumnya dengan sembarangan.
"Apa kamu gila? Lepaskan aku. Kamu sudah mencium ku tanpa izin untuk kedua kalinya," ujar Cora menarik tangannya. Jack tertawa, pria itu lalu memeluk erat tubuh Cora.
"Jack.. lepaskan aku.." Cora memukul dada pria itu. Jack hanya memasang seringainya, sepertinya dia ingin bermain-main dengan Cora. Menyenangkan sekali melihat wajah marah dan kesal wanita itu.
"Aku akan berteriak jika kamu tidak melepaskan ku sekarang," kata Cora mengancam.
"Percuma, tidak akan ada yang mendengarnya," ujar Jack mengecup kembali bibir Cora. Jack mer.emas bokong Cora. Berdekatan dengan wanita itu membuatnya bergairah.
"Sial.. lepaskan aku brengsek," ujar Cora memukul dada Jack. Matanya mulai berkaca-kaca. Cora takut pria itu akan melakukan hal yang lebih jauh.
"Lepaskan aku keparat," kata Cora hampir menangis, memberontak mencoba melepaskan diri.