
"Aku menuang saos ke atas pasta grandma. Ayo cobalah.. ini pasti enak..." kata Gizela mengangkat piring berisi pasta.
"Wow... terlihat menggiurkan sekali. Grandma jadi lapar," balas Chloe mendekati Gizela.
"Aunty Cora yang membuatnya.." ujar Gizela.
"Brenda juga ikut membuatnya Nyonya," timpal Cora.
"Ya ampun.. aku hanya membantu sedikit saja Cora. Tetap saja kamu yang memasaknya," kata Brenda saat Cora menyebut namanya.
"Ayo silahkan dimakan. Maaf kalau masakannya tidak seenak yang biasa kalian makan," ujar Cora tidak percaya diri dengan masakannya.
"Jangan terlalu merendah, aku jamin masakanmu enak," ucap Jack pelan di samping Cora. Pria itu lalu duduk di kursinya. Brenda dengan sigap mengambil saosnya dan menuangkannya di piring Jack dan Chloe.
"Terima kasih Brenda," ucap Chloe tersenyum hangat.
"Cora.. kenapa kamu berdiri saja. Ayo duduk.." ujar Chloe.
"Baik Nyonya.." kata Cora mengangguk.
"Jangan terlalu Formal Cora. Panggil Bibi saja," ujar Chloe merasa risih karena Cora memanggilnya Nyonya.
"Baik Bibi," balas Cora.
"Mari makan.." kata Gizela dengan senang. Ia lalu memakan pasta di piringnya.
"Ngomong-omong sejak kapan kamu menjadi asisten Bianca?" tanya Odelia.
"Masih baru, hampir dua bulan."
"Wow.. itu cukup lama mengingat seperti apa sifat wanita itu. Apa kamu tidak tertekan bekerja dengannya?" tanya Odelia.
"Odel, kamu makan saja. Tidak perlu membahasnya. Ada Elvis dan Gizela di sini," kata Chloe memperingati putrinya. Odelia mengangguk.
"Umm baiklah... selamat makan," kata Odelia menikmati pasta di piringnya.
*********
Violet mengikuti Barnes yang baru saja turun dar mobil bersama Isabel. Kedua manusia itu sepertinya akan masuk ke dalam Cafe. Violet lalu menjalankan aksinya dengan sengaja lewat dari depan mereka.
"Violet.." timpal Barnes membuat Violet menghentikan langkahnya, menatap Barnes dengan wajah terkejutnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Barnes penasaran dengan Violet sedang berada di kota tempatnya tinggal.
"Aku baru saja menemui temanku," kata Violet lesu.
"Apa yang terjadi? kenapa wajahmu seperti itu?"
"Temanku sudah meninggal karena kecelakaan," kata Violet.
"Kamu masih ingat dengan Cora temanku yang pernah aku ceritakan bukan?"
Barnes mengangguk.
"Dia teman yang ku maksud. Aku bertemu dengan ibunya tadi," kata Violet berbohong memasang wajah sedihnya. Ia hanya mengarang saja soal ibu Cora.
"Aku turut sedih mendengarnya," balas Barnes.
"Dan lebih sedihnya lagi, kekasihnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri," ucap Violet menatap Isabel. Violet bisa melihat wajah terkejut kedua orang itu.
"Kasihan sekali," ujar Isabel.
"Kamu benar. Aku ingin mencari pria itu dan memberinya pelajaran," ujar Violet menatap Isabel membuat wanita itu merasa risih.
"Ah iya... apa dia kekasihmu?" tanya Violet. Barnes mengangguk.
"Hai, aku Violet teman Barnes. Senang bertemu denganmu," tukas violet mengulurkan tangannya.
"Isabel," jawab Isabel membalas uluran tangan Violet. Violet tersenyum mengejek pada wanita itu dan meremas kuat tangan Isabel.
"Apa kalian ingin ke dalam?" tanya Violet.
"Ti__"
"Yap, kami ingin makan siang. Apa kamu ingin bergabung dengan kami," ujar Barnes membuat Isabel tidak senang. Isabel merasa Violet memiliki maksud lain pada mereka. Isabel merasa jika Violet ingin mengambil Barnes darinya.
"Umm tidak perlu Barnes. Aku tidak ingin menganggu waktu kalian," kata Violet menolak.
"Kami tidak merasa terganggu kok, benar kan sayang," kata Barnes merangkul bahu Isabel. Dengan terpaksa Isabel mengangguk. Ketiganya lu berjalan masuk ke dalam Cafe.