CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 115



Setelah keluar dari rumah Bianca, Jack menasehati kedua anaknya di dalam mobil.


"Elvis, kamu harus menjaga adikmu nak. Apalagi jika itu berhubungan dengan laki-laki lain," kata Jack.


"Baik dad," balas Elvis.


"Gizela juga harus bilang sama daddy atau kakakmu jika ada masalah. Daddy sudah pernah bilang bukan. Jangan biarkan laki-laki lain terlalu dekat denganmu. Apalagi laki-lakinya seperti si Mark brengsek itu. Dia tidak bisa menyentuhmu sembarangan," kata Jack.


"Dad, aku juga sudah bilang sama mommy. Tapi mommy punya jawaban yang sama dengan uncle Mark," kata Gizela.


"Lain kali kamu harus bilang sama daddy. Paham sayang," kata Jack lembut. Gizela mengangguk.


"Besok daddy akan keluar kota selama 3 hari. Mum yang akan menjemput kalian. Kalau mommy kalian datang menjemput, kalian harus menunggu sampai mum datang dulu,"


"Baik dad," ujar kedua anak itu bersamaan.


"Kalau begitu kami tinggal di rumah mum saja," ujar Elvis menatap Cora.


"Terserah kalian saja sayang. Tinggal dengan mum juga tidak apa-apa," kata Cora mengusap rambut Elvis yang mulai panjang.


"Jadi kalian ingin kemana hari ini?" tanya Jack.


"Aku ingin makan burger dad," kata Gizela senang.


"Aku ikut adik saja," kata Elvis.


"Tapi kalian harus janji tidak makan burger terlalu banyak. Cukup dua saja. Bagaimana?" tawar Jack membuat raut wajah kedua anak itu berubah. Jack membatasi mereka.


"Mum..." kata Gizela menatap Cora berharap Cora berpihak pada mereka.


"Mum angkat tangan sayang. Ikuti saja apa kata daddy kalian," kata Cora.


"Tiga ya dad..." kata Gizela dengan mata puppy eyesnya.


"Tidak sayang. Daddy yakin kalian pasti memakan junk food tadi malam. Jadi cukup dua saja atau tidak sama sekali," kata Jack tegas.


"Dua atau kita tidak jadi jalan-jalan setelah kelulusan kalian," ucap Jack memberi pilihan pada kedua anaknya.


"Okay dad...." balas keduanya dengan cepat. Cora terkekeh melihat ekspresi lucu kedua anak itu.


"Lets go guys..." kata Jack menginjak pedal gasnya. Mobil hitam itu lalu pergi meninggalkan rumah Bianca.


****


Malam harinya mereka kembali ke rumah Jack. Mereka pulang lebih cepat karena besok pagi Elvis dan Gizela akan sekolah. Cora membawa pakaian gantinya. Malam ini ia akan menginap di rumah Jack.


"Ayo sayang, kalian mandi dulu. Setelah itu kita siapkan perlengkapan untuk besok sekolah," ajak Cora. Kedua anak itu mengangguk.


"Mia..." panggil Jack. Pengasuh kedua anaknya itu dengan cepat menghampiri Jack.


"Mia, bawa ini ke ruang bermain anak-anak," kata Jack memberikan paper bag ditangannya pada Mia. Elvis dan Gizela membeli mainan baru saat mereka berkunjung ke pusat perbelanjaan.


"Baik Tuan, saya pamit dulu," kata Mia lalu pergi.


Jack lalu berjalan menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya.


Sekarang sudah jam 11 malam. Jack sudah menyiapkan perlengkapannya setengah jam yang lalu. Pria itu sedang menunggu Cora di kamarnya.


"Kenapa dia lama sekali," gumam Jack hendak keluar dari kamarnya untuk menemui Cora. Ia sudah meminta wanitanya untuk tidur di kamarnya, namun sampai sekarang Cora tidak muncul juga.


"Akhirnya kamu datang juga," kata Jack saat Cora muncul.


"Aku pikir kamu ketiduran dan mengabaikan permintaanku tadi," ujar Jack.


"Apa kamu sudah menyiapkan perlengkapanmu?" tanya Cora menutup pintu kamar. Jack lalu mengangguk.


"Sayang... ayo kita tidur. Aku sudah mengantuk," ajak Jack menarik tangan Cora. Keduanya lalu naik ke atas ranjang. Jack mematikan lampu kamarnya dan menghidupkan lampu tidurnya. Keduanya lalu tidur saling berpelukan.


"Good night sayang.." ucap Jack mengecup kening Cora lalu mengeratkan pelukannya.