CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 77: Menginginkannya Lagi



Barnes terbangun karena merasakan perutnya yang kelaparan. Pria itu bahkan tidak lupa dengan kegiatan panas yang mereka lewati tadi sore. Barnes tersenyum, melirik Violet yang tidur di sampingnya.


"Sial.. aku menginginkannya lagi," batin Barnes turun dari atas tempat tidur, berjalan menuju kamar mandi. Kalau saja wanita disampingnya Isabel mungkin tidak apa-apa jika ia langsung melakukannya lagi dan lagi. Hanya saja dia bukan Isabel atau wanita lainnya. Dia Violet. Barnes tidak ingin Violet menjauhinya hanya karena tahu seperti apa dirinya. Barnes seorang pria maniak ****. Semua itu terjadi karena masa lalunya. Barnes belum bisa menghilangkannya.


Tak lama kemudian Barnes keluar dari kamar mandi. Pria itu memungut pakaiannya dari lantai dan memakai boxer hitamnya. Ia lalu memesan makanan untuk mereka.


Tak sengaja ia melihat perban di kaki Violet terlepas. Dengan cepat pria itu mengambil kotak obat yang dibawanya dari klinik. Dengan hati-hati, Barnes naik ke atas tempat tidur. Membalut kembali luka Violet dengan perban yang baru.


Barnes tidur menyamping dengan satu tangan menopang kepalanya, mengamati wajah Violet yang tertidur pulas.


Tak lama kemudian makanan pesanannya datang. Barnes mengambilnya dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Kamu sudah bangun," ujar Barnes tersenyum menatap Violet yang duduk bersandar di kepala ranjang dengan selimut yang menutupi dadanya. Pria itu bersikap biasa saja setelah apa yang terjadi.


"Aku memesan makan malam untuk kita," kata Barnes duduk di tepi ranjang memangku nampan berisi makanan.


"Umm... bisakah kita melupakan kejadian ini. Aku tidak ingin meng_" Barnes membungkam mulut. Bisa-bisanya ia mengatakan untuk melupakannya.


"Kita bahas itu nanti setelah makan malam. Perutmu pasti keroncongan mengingat sekarang sudah jam 10 malam," kata Barnes. Violet mengangguk. Keduanya lalu makan bersama.


"Besok aku akan kembali ke LA," kata Violet sembari menikmati makanannya.


"Kenapa cepat sekali? tidak bisakah kamu tinggal lebih lama disini?"


"Aku tidak ingin dipecat dari pekerjaan ku," balas Violet.


Setelah makan malam selesai, Violet membersihkan dirinya. Ia keluar dari kamar mandi dengan gaun tidurnya. Barnes menatapnya dengan tatapan seolah ingin menerkamnya. Pria itu belum pulang karena berencana menginap di hotel yang sama dengannya. Besok Violet akan pulang, ia tidak ingin melewatkan momen itu. Ia bahkan tidak menjawab panggilan dari Isabel hanya karena ingin berdua dengan Violet. Barnes memang gila. Dia menyukai dua wanita sekaligus. Tidak peduli dengan perasaan Isabel.


"Akhh.." pekik Violet saat Barnes mendorong tubuhnya hingga punggungnya menabrak dinding.


"Barnes mmmpppthh..."


"Aku menginginkanmu lagi sayang..." kata Barnes penuh gairah. Ciumannya kini turun ke leher Violet dengan tangan memainkan satu bukit milik Violet.


Violet yang merasakan kakinya lemas hampir saja terjatuh jika Barnes tidak mengangkatnya. Violet melingkarkan kakinya di pinggang Barnes. keduanya kembali berciuman. Violet sadar akan apa yang mereka lakukan, tapi ia terlalu menikmati permainan Barnes hingga tidak ingin mengakhirinya. Ia seolah melupakan konsekuensi dari apa yang mereka lakukan saat ini.


Barnes membawa Violet ke atas tempat tidur. dan menindih tubuh wanita itu. Menikmati setiap inci tubuh Violet. Membawanya mengarungi kenikmatan. Hingga beberapa kali melepaskan benihnya di dalam milik Violet.


"Akhhhh..." pekik Barnes setelah mengalami pelepasan. Pria itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Violet. Mengatur kembali pernafasannya.


"Aku mencintaimu," kata Barnes mengecup leher Violet.


"A..apa yang kamu katakan Barnes.." balas Violet dengan nafas memburu.


"Aku mencintai mu Violet. Maukah kamu menjadi kekasihku," kata Barnes mendongak, menatap wajah Violet.


"A..aku juga mencintaimu," jawab Violet memeluk Barnes.


"Terima kasih sayang..." kata Barnes senang mengecup bibir Violet. Ia tidak pernah sebahagia ini.


"Bagaimana dengan Isabel," kata Violet.


"Beri aku waktu untuk mengakhiri hubungan kami," ujar Barnes. Violet lalu mengangguk.


Barnes menjatuhkan tubuhnya disamping Violet, membawa wanita itu kedalam pelukannya. Keduanya lalu terpejam.