
Tak lama kemudian mereka tiba di rumah Jack. Bianca pamit pada kedua anaknya sebelum ia pergi.
"Mommy pulang ya sayang," kata Bianca mengecup kepala kedua anaknya.
"Uncle juga pulang dulu," kata Mark mengusap rambut kepala Elvis.
"Jangan mencium putriku," timpal Jack saat Mark hendak mencium wajah Gizela. Cora meneguk ludahnya saat mendengar suara Jack. Jantungnya berdetak lebih kencang. Mereka tidak bertemu lagi sejak aksi panas yang mereka lakukan hari itu. Wajah Cora seketika merina mengingat kembali apa yang sudah mereka lakukan.
"Jack di___"
"Dia putriku," kata Jack memotong perkataan Bianca.
"Dia juga putriku," balas Bianca tidak terima.
"Jagan lupa, hak asuh mereka ada padaku. Jika dia putrimu kamu tidak akan sibuk dengan duniamu sendiri," kata Jack menyindir Bianca.
"Sebaiknya kalian pulang saja. Hari ini rumahku tidak menerima tamu," kata Jack datar.
"Aku juga tidak ingin bertamu di rumahmu. Sayang ayo kita pulang," kata Bianca menarik tangan Mark, meninggalkan Cora.
"Mom pulang sayang.." kata Bianca melambaikan tangannya pada kedua anaknya.
"Dad, mum tidak menggendongku tadi," kata Gizela mengadu. Anak itu menyembunyikan wajahnya di paha Jack.
"Jangan manja seperti itu Gizela. Kamu sudah besar. Tidak mungkin mum menggendongmu terus. Dua bulan lagi kamu akan berumur 5 tahun," kata Jack mengusap rambut kepala Gizela.
"Tapi mum mengabaikan ku," cicit Jack.
Cora menunduk mensejajarkan tubuhnya pada Gizela.
"Mum minta maaf sayang. Mum tidak ingin ibumu semakin marah," kata Cora lembut mengusap kepala Gizela.
"Kemari, mum akan menggendong mu," kata Cora. Gizela berbalik, menghadap Cora.
"Mum.." ujar Gizela merentangkan tangannya. Cora tersenyum lalu menggendong Gizela. Lihat, hati anak itu langsung luluh.
"Apa ada yang sakit sayang?" tanya Cora menyentuh tangan dan kaki Gizela.
"Lain kali hati-hati ya sayang.." kata Cora lembut mengusap lutut Gizela. Anak itu lalu mengangguk.
"Apa yang terjadi?" tanya Jack menatap Cora.
"Gizela jatuh dad," timpal Elvis. Cora lalu menjelaskan apa yang terjadi.
"Itu karena hubungan kita belum jelas. Coba saja tadi kamu menerima lamaranku. Kamu tidak akan segan seperti itu. Bagaimana? apa kamu sudah siap?" tanya Jack mengedipkan satu matanya.
"Jack, apaan sih. Jangan membahasnya di depan anak-anak," kata Cora.
"Siap mum," balas Jack membuat Cora merona.
"Aunty.. kenapa daddy dan Gizela memanggilmu mum? apa aku boleh memanggil aunty mum juga?" tanya Elvis. Ia iri melihat adik dan ayahnya. Cora tersenyum menatap Elvis.
"Tentu saja sayang," balas Cora mengusap rambut kepala Elvis.
***
Karena sudah malam Jack mengantar Cora pulang. Sepanjang perjalanan Jack menggenggam satu tangan Cora. Sesekali ia mencium tangan Cora.
"Jack bisakah kamu melepaskan tanganku," protes Cora.
"Nanti setelah kita sampai," ujar Jack dengan keras kepalanya.
Tak lama kemudian mereka tiba di depan gedung apartemen Cora.
"Thanks Jack," kata Cora turun dari mobil Jack. Pria itu juga ikut turun dari mobilnya.
"Kenapa kamu ikut turun?" tanya Cora.
"Cup," Jack mengecup puncak kepala Cora cukup lama.
"Aku pulang dulu," kata Jack meninggalkan Cora yang diam membisu di tempatnya.