CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 118: Tidak Takut



"Elvis, kalian tidak bisa memanggilnya mum. Hanya mommy saja yang akan menjadi ibu kalian," kata Bianca kembali meraih tangan Elvis.


"Baby, jangan terlalu memaksa mereka. Kita bisa mengatakannya dengan baik-baik pada mereka kalau wanita ini tidak cocok menjadi ibu mereka," kata Mark menyindir Cora.


"Tidak sayang, aku harus tegas dengan mereka," ujar Bianca.


"Dengar.. wanita miskin sepertimu tidak cocok bersanding dengan Jack. Apalagi menjadi ibu kedua anakku," kata Bianca mendorong Cora membuatnya hampir terjatuh.


"Dasar penggoda. Setelah aku pecat kamu malah mendekati Jack untuk menguras uangnya bukan," tukas Bianca. Cora mengepalkan tangannya menahan amarahnya atas penghinaan yang dilakukan Bianca.


"Mommy jangan mendorong mum," kata Gizela menghempaskan tangannya lalu mendekati Cora.


"Pokoknya aku ingin pulang dengan mum," kata Gizela menggenggam tangan Cora.


"Aku juga ingin pulang dengan mum," kata Elvis melepaskan tangannya dari genggaman Bianca. Bianca membulatkan kedua matanya, tidak menyangka kedua anaknya akan berpaling darinya.


"Dia itu tidak bisa memberi apapun untuk kalian. Kalian akan menyesal," ujar Bianca kesal meninggalkan mereka.


"Jaga bicaramu. Atau aku akan membuatmu menyesal," kata Mark berbisik mengancam Cora.


"Sayang... uncle pu___"


"Tidak perlu. Ayo sayang, kita pulang," ujar Cora memotong perkataan Mark membuat pria itu mengeraskan rahangnya.


"Dengar, aku tidak takut denganmu. Dan aku tidak akan membiarkan kamu mendekati kedua anakku," kata Cora tegas membawa Elvis dan Gizela pergi.


"Sial..." desis Mark mengepalkan kedua tangannya.


"Kids, ayo pakai seatbeltnya dulu," ujar Cora.


"Sudah mum," ucap keduanya kompak. Cora lalu mengemudikan mobilnya keluar dari gerbang sekolah Elvis dan Gizela.


Cora membawa Elvis dan Gizela membeli beberapa makanan dan minuman untuk mereka dan pegawai tokonya.


"Mum, ice cream..." ujar Gizela menunjuk gerai penjual ice cream saat keluar dari restoran.


"Ayo kesana, kita akan membelinya," ajak Cora. Elvis dan Gizela terlihat senang. Kedua anak itu berjalan mendahului Cora.


"Paman, aku ingin ice cream rasa stroberi," ujar Gizela.


"Aku ingin rasa Vanila," tukas Elvis.


"Ohh... kalian manis sekali," ujar pria paruh baya itu melihat kedua anak kecil di depannya.


"Hanya itu saja?" tanya pria paruh baya itu.


"Apa mereka anak-anakmu nak?" tanya pria itu. Cora mengangguk.


"Mereka lucu sekali," ujar pria itu.


"Mum.. aku tidak mau lagi," ujar Gizela memberikan waffle miliknya yang belum habis pada Cora. Cora mengambilnya dan memakan Waffle milik Gizela.


Elvis tampak merogoh kantung celananya dan mengambil uang miliknya.


"Mum.. apa ini cukup untuk membayarnya," ujar Elvis menunjukkan uang 100 dolar miliknya.


"Tentu saja sayang," ujar Cora.


"Apa kembaliannya masih ada?" tanya Elvis. Cora mengangguk.


"Kalau begitu tidak usah minta kembaliannya," ujar Elvis pelan.


"Anak mum baik sekali," kata Cora ingin mencium wajah Elvis.


Setelah mendapatkan ice creamnya. Elvis lalu membayarnya dan mengatakan untuk megambil kembaliannya pada penjual ice cream itu.


Elvis dan Gizela duduk di kursi belakang mobil Cora sembari menikmati ice cream ditangan mereka hingga tiba di depan butik milik Cora. Cora mengajak kedua anak itu turun dari dalam mobil dan membawanya masuk ke dalam butiknya.


"Selamat siang Nona Cora," sapa Belinda. Cora lalu mengangguk.


Cora mengajak Elvis dan Gizela duduk di sofa. Ia juga memanggil pegawainya untuk bergabung dengan mereka. Cora sedang menyajikan makanan yang dibelinya di atas meja.


"Mum.. apa ini masih sakit?" tanya Gizela menyentuh wajah Cora yang ditampar oleh Bianca.


"Umm.. tidak terlalu," kata Cora tersenyum mengecup wajah Gizela.


"Cup.." Gizela mengecup wajah Cora.


"Apa sakit lagi? daddy selalu bilang padaku kalau dia sedang sakit dan lelah obatnya adalah pelukan dari anaknya dan tentu saja satu kecupan di wajah," ujar Gizela.


"Ya . Tuhan... kenapa mereka menggemaskan sekali. Aku sangat menyayangi mereka," batin Cora bahagia.


"Daddy kalian benar, wajah mum tidak sakit lagi. Ayo sini peluk mum," ujar Cora merentangkan kedua tangannya. Elvis dan Gizela lalu memeluk Cora.


"Mum sayang kalian," kata Cora.


"Kami juga sayang mum," balas keduanya.