
Hari ini Cora sudah membuka toko Butik miliknya. Lokasinya tak jauh dari pusat kota. Jack sudah menyiapkan pegawainya di sana. Ia hanya tinggal datang saja dan tidak perlu repot-repot mencari karyawannya lagi. Butik miliknya juga cukup besar. Cora bahkan berencana untuk kursus fashion design dan memproduksi pakaian sendiri.
Baru saja dibuka, tokonya langsung dihampiri oleh pengunjung. Meskipun hanya 3 orang saja, Cora cukup senang. Cora ikut membantu dua pegawainya melayani pengunjung yang datang.
"Nona, biarkan kami saja," ujar Joyce menghampiri Cora.
"Tidak apa-apa Joyce. Saya senang melakukannya. Lagi pula duduk di sana membosankan," kata Cora.
"Baik Nona," ujar Joyce lalu pergi.
Alarm di ponselnya berbunyi. Cora melirik jam di dinding. Sepertinya ia harus menjemput kedua calon anak sambungnya yang menggemaskan itu.
"Joyce, saya keluar sebentar. Kalian ingin makan siang apa? saya akan membelinya," kata Cora.
"Nona, tidak perlu. Kami bisa membelinya sendiri," kata Joyce menolak. Rasanya tidak nyaman sekali saat hari pertama kerja saja mereka dibayari oleh atasannya.
"Jangan merasa sungkan seperti itu. Saya ingin melakukan perayaan kecil-kecilan saja untuk merayakan pembukaan butik ini," kata Cora.
"Baik Nona," tukas Belinda, karyawan yang bekerja sebagai petugas kasir.
"Baiklah. Saya pergi dulu," kata Cora mengambil tas dan kunci mobilnya.
****
Gizela keluar dari kelasnya. Cora menghampiri anak kecil itu dengan senyuman merekah di wajahnya.
"Mum..." Gizela berlari merentangkan kedua tangannya.
"Sayang.." Cora mengangkat tubuh Gizela dan mencium wajahnya cukup lama.
"Mum... aku ingin menanam stroberi di rumah. Miss Emma tadi mengajak kami berkebun di belakang sekolah," kata Gizela.
"Sangat menyenangkan mum," kata Gizela melingkarkan kedua tangannya di leher Cora lalu mencium wajah Cora.
"Benarkah.. pintarnya anak mum.." ujar Cora mengusap gemas rambut Gizela.
"Mum.." Elvis menghampiri Gizela dan Cora lalu memeluk pinggang Cora.
"Ayo kita pulang. Mum ingin membuat perayaan kecil di toko baru mum," ucap Cora menurunkan Gizela.
"Kita makan banyak hari ini mum?" tanya Elvis.
"Iya sayang, kita makan bersama pegawai yang menjaga toko mum juga," kata Cora.
"Kalau begitu ayo mum, aku tidak sabar membeli banyak makanan. Aku ingin burger sebanyak ini," kata Gizela menunjukkan 5 jarinya.
"Kamu ini... kalau dad tau, kita pasti akan di marahi." Cora menoel hidung Gizela.
"Tapi dad tidak ada mum. Dia tidak akan tau," kata Elvis tertawa. Cora menggenggam tangan kedua anak itu berjalan menuju mobilnya.
"Siapa yang memberimu perintah untuk menjemput anak-anakku," timpal Bianca membuat Cora dan kedua anak itu menghentikan langkah kakinya.
"Bianca," gumam Cora pelan melihat Bianca dam Mark berdiri di depan mereka.
"Sayang.. kalian pulang dengan mommy," ujar Bianca menarik tangan Elvis dan Gizela.
"Maaf Bianca, tapi Jack sudah meminta saya menjemput mereka hari ini," kata Cora.
"Kamu hanya orang luar saja. Tidak perlu bertingkah seolah kamu punya hak untuk mengatur saya dan anak-anak saya," ujar Bianca.
"Mommy aku ingin pulang dengan mum. Aku tidak mau kalau ada uncle Mark," ujar Gizela menggelengkan kepalanya.
"Kamu pasti sudah mencuci otak anak-anak saya. Bagaimana mungkin Gizela tidak menyukai Mark. Dasar wanita licik," ujar Cora.
"Harusnya anda bertanya sendiri pada Gizela kenapa dia tidak suka dengan Mark. Anda tidak bisa seenaknya saja menuduh saya. Saya tidak tahu kenapa anda tidak bisa mengenali sifat pasangan anda sendiri. Harusnya anda peka. Saya merasa kekasih anda punya niat lain terhadap Gizela," ujar Cora menatap Mark sekilas.
"Plakk..." tangan Bianca mendarat di wajah Cora. Cora memegang pipinya yang terasa panas. Kalau saja tidak ada anak-anak, Cora mungkin akan membalas Bianca. Hanya saja, Cora menahannya karena tidak ingin Elvis dan Gizela melihat kekerasan.
"Diam.. kamu tidak tau apapun tentang anak saya. Saya lebih tau seperti apa mereka. Sejak kehadiranmu, kedua anak saya menjadi pembangkang," kata Bianca marah.
"Ayo kalian ikut dengan mommy. Dia itu bukan wanita baik-baik sayang," kata Bianca menarik tangan kedua anaknya.
"Kami tidak mau. Kami ingin pulang dengan mum saja," kata Elvis menarik tangannya. Ia marah karena Bianca menampar Cora.