CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 93: Mencurigakan



Siang ini setelah jadwal pemotretan Bianca selesai, Cora harus menemani Bianca ke rumah Jack untuk menemui Elvis dan Gizela.


"Selamat sore Nyonya," ucap pelayan di rumah Jack menyapa Bianca.


"Dimana anak-anak?" tanya Bianca.


"Di taman belakang bersama Nona Brenda Nyonya," balas pelayan wanita itu.


Bianca lalu berjalan ke taman belakang bersama Cora.


"Mommy.." panggil Elvis yang sedang bermain trampolin bersama Gizela. Kedua anak itu lalu turun dari atas trampolin.


"Sayang.. mommy mau ajak kalian ke rumah mommy. Besok kalian tidak sekolah kan?" tanya Bianca memeluk kedua anaknya.


"Hari ini mom mau membawa kalian makan di luar," kata Bianca.


"Yeay.." ujar Gizela senang.


"Mommy tidak berbohong kan?" kata Elvis tidak percaya dengan ucapan Bianca.


"Tentu saja sayang. Mommy tidak berbohong," kata Bianca.


"Tapi hari ini aunty Brenda ingin mengajak kami ke taman," kata Elvis. Bianca lau menatap Brenda.


"Kalau kamu ingin membawa mereka tidak apa-apa. Kami akan ke taman lain kali saja," kata Brenda.


"Kenapa kita tidak pergi bersama saja," timpal Gizela.


"Tidak bisa sayang. Mommy hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian berdua saja. Bukan dengan orang lain," kata Bianca menatap Brenda dengan tatapan menyindir.


"Mia.. kemasi barang anak-anak. Saya ingin membawa mereka," perintah Bianca pada Mia pengasuh kedua anaknya.


"Baik Nyonya," kata Mia lalu pergi.


"Ayo sayang kita ke dalam dulu," ajak Bianca pada kedua anaknya.


"Aku heran kenapa kamu bisa nyaman bekerja dengannya," kata Brenda menyenggol pelan bahu Cora.


"Setidaknya gajinya masih setimpal," kat Cora terkekeh.


"Kamu bekerja di perusahaan kami saja, bagaimana?" ujar Brenda.


"Baiklah, kalau kamu butuh pekerjaan kamu bisa menghubungiku," ujar Brenda.


*****


Cora berjalan mengikuti Bianca bersama kedua anaknya dan Mark dari belakang bersama bodyguard Bianca dan Mark. Mereka sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan memilih beberapa mainan untuk Elvis dan Gizela.


"Aku mau beli yang ini mom," kata Elvis menunjukkan pistol mainan pada Bianca.


"Tentu saja sayang. Kamu bebas pilih yang mana saja," ujar Bianca membuat Elvis bersorak dan mencari mainan yang lainnya. Bianca mengikuti Elvis dari belakang.


"Aku juga mau pilih mainan," ucap Gizela dari gendongan Mark. Ia berusaha turun dari gendongan Mark namun pria itu seperti menahannya.


"Biarkan uncle yang menggendong mu sayang. Kamu tinggal tunjuk saja, uncle akan mengambilnya," kata Mark mengecup pipi Gizela.


"Tapi aku ingin mengambilnya sendiri uncle," kata Gizela.


"Baiklah.. manis. Berikan uncle satu ciuman kalau begitu," kata Mark memajukan bibirnya.


"No uncle, daddy bilang Gizela tidak bisa cium bibir laki-laki sembarangan," ujar Gizela.


"Hanya sekali saja. Daddy mu tidak akan marah," kata Mark.


"Ekhmm.. maaf tuan Mark, biarkan Gizela memilih mainannya sendiri biar lebih leluasa," timpal Gizela berdehem. Mark berdecak, lalu menurunkan Gizela dari gendongannya. Cora tidak suka saat Mark berada di dekat Gizela. Pria itu seperti punya maksud lain dengan anak itu. Cora merasa tidak tenang saat melihat Mark bersama Gizela. Mark terkadang menunjukkan gelagat yang mencurigakan.


Cora berdiri di samping Gizela. Menemani anak itu memilih mainannya.


"Mum.. aku ingin beli yang ini," ujar Gizela menunjukkan mainan masak-masakan pada Cora.


"Apa kamu sudah punya mainan seperti ini di rumah?" tanya Cora. Gizela mengangguk.


"Tapi tidak ada telur dan sosisnya," kata Gizela.


"Kalau begitu ambil saja," balas Cora. Gizela mengangguk.


"Yang ini bagaimana?" tanya Cora menunjukkan mainan dokter-dokter an.


"Aku mau mum," kata Gizela mengambil alih mainannya dari tangan Cora.


Setelah dari toko mainan, mereka lalu masuk ke dalam toko pakaian. Bianca membeli banyak barang untuk kedua anaknya.