CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Extra Part



Jack sedang menunggu Cora di depan gedung apartemen Violet. Pria itu turun dari mobilnya saat melihat istrinya keluar dari lobby.


Cora melemparkan senyum hangatnya pada istrinya. Setiap hari rasa cintanya semakin bertambah pada Cora dan ia berharap rumah tangganya kali ini berakhir bahagia.


Saat Cora semakin dekat, Jack mendekatinya dan menggenggam tangan Cora.


"Aku merindukanmu," ujar Jack mengecup kening istrinya.


"Baru saja kita bertemu 4 jam yang lalu dan kamu sudah merindukanku," balas Cora terkekeh.


"Mau bagaimana lagi aku ingin melihatmu setiap detik," ujar Jack membuka pintu mobilnya.


"Kamu sudah makan?" tanya Jack. Cora mengangguk.


"Baiklah, aku makan di rumah mom saja," kata Jack. Ia berencana mengajak istrinya makan siang di luar namun ternyata Cora sudah makan siang.


Setibanya di rumah mertuanya mereka bertemu dengan Odelia dan putrinya di sana.


"Hai mom.." sapa Jack sekilas lalu pergi menuju dapur.


"Apa-apaan suami mu itu sayang. Seperti tidak niat saja," tukas Odelia menatap Jack yang semakin menjauh.


"Sepertinya dia sedang lapar mom," ujar Cora berjalan mendekati Michelle putri Odelia yang berada di atas bouncer. Elvis dan Gizela mengajak bayi 4 bulan itu bermain. Kedua anak itu tidak jadi ke rumah Bianca karena Bianca tiba-tiba ada urusan mendadak.


"Hai sayangnya aunty.." kata Cora mencubit gemas pipi Michelle. Ia lalu duduk di sofa. Baru saja ia duduk suaminya sudah memanggilnya.


"Sayang.. sayang.." panggil Jack dari dapur.


"Ya ampun daddy merepotkan sekali," cibir Gizela.


"Pasti minta di suapi," lanjutnya membuat Odelia dan Chloe mengerutkan keningnya.


"Akhir-akhir ini dia manja mum. Aku tidak tahu apakah itu karena efek kehamilan ku," ujar Cora.


"Ya ampun.. dulu ayahnya juga seperti itu nak. Ayah dan anak tidak ada bedanya. Thomas sangat manja saat aku mengandung Jack dan Odelia," ujar Chloe.


"Aku ke dapur dulu mom," kata Cora bangkit dari sofa dan pergi menuju dapur.


"Ada apa Jack," tukas Cora membuat perhatian Jack berpaling dari makanan di depannya.


"Temani aku makan ya," pinta Jack.


"Cora mengangguk, ia lalu duduk di kursi tepat di samping Jack.


Jack memutar kursinya hingga ia berhadapan dengan Cora. Cora mengambil piring berisi makanan dan menyuapi Jack. Tangan Jack bergerak mengusap perut buncit Cora.


"Aku rindu daddy," kata Jack menirukan suara bayi.


"Sayang kamu dengar tidak, bayi kita merindukanku," kata Jack.


"Baiklah nanti malam daddy akan menjenguk mu," ujar Jack membuat Cora terkekeh. Suaminya terkadang bertingkah absurd.


"Kamu kok tau sayang..." kata Jack pura-pura polos.


"Nanti malam ya.. udah lima hari nih gak dapat jatah," pinta Jack memasang senyuman manisnya.


"Sudah jangan banyak bicara, habisin makanan kamu dulu," ujar Cora menyodorkan sendok ke depan mulut Jack.


*******


6 Bulan Kemudian.


Tak terasa 4 bulan sudah usia putra Jack dan Cora. Max Linford, itulah nama anak ketiga Jack. Semua keluarga sangat bahagia atas kelahiran bayi mungil itu. Jack bersama Elvis dan Gizela selalu berebutan untuk menjaga baby Max. Kedua anak itu hampir setiap hari menceritakan adik mereka pada teman-temannya.


"Max... i am home.." teriak Gizela melempar tasnya di sofa, ia lalu berlari ke kamar orangtuanya untuk menemui adiknya.


Gizela membuka pintu kamar dengan kuat membuat Cora terkejut.


"Sayang... kamu membuat mum terkejut saja," kata Cora mengganti celana Max.


"Apa adik sedang tidur?" tanya Gizela naik ke atas tempat tidur.


"Iya sayang... baby Max baru tidur," ujar Cora membawa celana kotor Max ke kamar mandi.


"Gizela.. jangan bangunkan adikmu," kata Cora memperingati putrinya sebelum masuk ke kamar mandi refleks membuat Gizela menghentikan tangannya yang hendak menoel pipi adiknya agar bangun.


Saat Cora kembali dari kamar mandi, ia melihat Jack dan Gizela mengajak Max berbicara. Bayi itu sekarang berada digendongan Jack.


"Apa kalian membangunkannya?" tanya Cora sontak membuat ayah dan anak itu terperanjat.


"Tidak mum, adik bangun sendiri. Aku tidak berbohong," kata Gizela. Cora mengangguk.


"Kenapa Elvis tidak muncul, dimana anak itu?" tanya Cora duduk di sofa.


"Elvis ada kelas ekstra. Satu jam lagi baru pulang," kata Jack tanpa mengalihkan perhatiannya dari putranya.


"Dad.. aku juga ingin menggendongnya," ujar Gizela dengan wajah memelasnya. Sejak tadi ia ingin menggendong adiknya.


"Baiklah... kamu gendong adikmu," ujar Jack memberikan Max pada Gizela.


"Hati-hati ya princess," kata Jack. Gizela langsung mengangguk. Jack berjalan menuju sofa mendekati istirnya.


"Sebentar lagi anak-anak libur sekolah, apa kita tidak membawa mereka liburan?" tanya Cora.


"Tentu saja sayang. Kita akan pergi liburan. Kalian pilih saja tempat yang ingin kalian kunjungi. Kita akan ke sana saat libur musim dingin tiba," kata Jack mengecup kening istrinya.


"Kamu memang yang terbaik," ujar Cora mengecup wajah Jack dan memeluknya. Pria itu lalu membalas pelukan Cora.


"Aku bahagia bersamamu," ujar Cora membenamkan wajahnya di dada Jack.


"Aku juga bahagia bersamamu sayang. Mari berjanji untuk tetap bersama hingga tua nanti," ujar Jack. Cora mengangguk lalu mengeratkan pelukannya.