CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 134: Pregnant



Cora sedang mencoba testpack yang baru saja dibelinya dari apotik. Sejak kepulangan mereka dari Italia, ia beberapa kali mengalami mual dan mudah lelah. Payu.daranya juga terasa nyeri.


"Mari kita lihat bagaimana hasilnya," gumam Cora keluar dari kamar mandi. Ia lalu melihat testpack ditangannya.


Cora terbelalak, "garis dua," gumamnya dengan perasaan yang bahagia. Kedua matanya tampak berkaca-kaca.


"Terima kasih Tuhan.." ucap Cora mengecup testpack ditangannya. Ini akan menjadi kabar bahagia untuk Jack. Cora tak sabar lagi untuk memberitahukannya pada Jack dan kedua anak mereka.


"Nanti kita akan memeriksanya ke dokter. Mummy harap kamu benar-benar ada sayang," kata Cora mengusap perut datarnya. Cora keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Elvis dan Gizela.


"Mia.. dimana anak-anak?" tanya Cora.


"Mereka sudah tidur siang Nyonya," jawab Mia.


"Mia.. aku ingin makan buah leci. Apa kita punya stok di kulkas?" tanya Cora dengan wajahnya yang ceria berjalan menuju dapur.


"Saya tidak tau Nyonya, saya lihat dulu," tukas Mia melangkah dengan cepat ke dapur.


"Sepertinya sudah habis Nyonya."


"Bagaimana dengan semangka?"


"Ada nyonya," balas Mia.


"Kalau begitu bawa ke taman samping saja ya. Aku akan ke sana," ujar Cora.


*******


Sore harinya Jack pulang lebih cepat tanpa mengabari istrinya, membawa buket bunga ditangannya untuk istri tercintanya.


Ceklek...pintu terbuka. Jack masuk ke dalam kamar mereka dan melihat istrinya yang sedang tidur di atas tempat tidur. Jack tersenyum lalu menghampiri istrinya, duduk di tepi ranjang dan mengecup kening Cora dengan lembut dan penuh cinta.


Jack menaruh bunga di atas nakas, melepas sepatu dan jasnya kemudian naik ke atas tempat tidur. Jack tidur menyamping dengan satu tangannya menopang kepalanya. Pria itu mengamati wajah tenang istrinya yang sedang tidur. Sesekali mengusap lembut wajah istrinya.


Perlahan Cora membuka matanya saat merasakan sentuhan lembut diwajahnya. Cora terkejut melihat Jack di depannya.


"Aku membawa sebagian berkas yang belum ku periksa dari kantor. Aku akan mengerjakannya di rumah," kata Jack mengecup kepala istrinya.


"Kamu wangi sekali," kata Cora menghirup aroma tubuh Jack. Entah mengapa ia sangat menyukai aroma itu.


"Aku sudah berkeringat dan belum mandi tapi kamu bilang tubuhku harum," ujar Jack.


"Tetap saja aku menyukai aroma tubuhmu," ujar Cora.


"Aku hampir melupakannya," ujar Cora menjauhkan tubuhnya dari Jack. Wanita itu lalu turun dari atas ranjang dan mengambil hasil testpack nya dari laci meja riasnya.


"Aku punya kejutan untukmu," ujar Cora naik ke atas tempat tidur.


"Kejutan apa sayang?"


"Tadaaaa..." Cora menunjukkan hasil testpack nya pada Jack.


"Garis dua Jack," kata Cora.


"Sayang.. kamu serius," kata Jack dengan wajah bahagianya. Cora mengangguk.


"Untuk memastikannya kita harus ke rumah sakit," kata Cora.


"Sayang terima kasih..." ujar Jack bahagia mengecup seluruh wajah Cora karena senang.


"Aku bahagia sekali," Jack memeluk Cora.


"Anak kita pasti senang saat mendengar kabar ini," tukas Jack.


"Kamu benar Jack," ujar Cora.


"Sayang... kita ke rumah sakit sekarang," kata Jack melepaskan pelukannya. Cora mengangguk. Keduanya lalu turun dari atas tempat tidur.


"Aku bersiap siap dulu," ucap Cora masuk ke dalam kamar mandi.