CORA'S TRANSMIGRATION

CORA'S TRANSMIGRATION
Bab 104



Elvis dan Gizela berlari menghampiri Cora yang sedang melakukan beberapa latihan untuk mengurangi lemak di perutnya . Keduanya kelelahan karena bermain di lapangan.


"Mum.. aku haus," kata Elvis dengan nafas ngos-ngosan. Cora lalu memberikan botol minuman pada Elvis dan Gizela.


"Apa mum tidak membawa makanan? aku lapar," kata Gizela mengusap perutnya.


"Mum hanya bawa buah saja," kata Cora mengambil kotak putih berisi buah dari tasnya.


"Ayo sini.. duduk di samping mum," kata Cora duduk di atas rumput. Elvis dan Gizela menurut. Keduanya lalu duduk di samping Cora.


"Kita makan buah saja menunggu daddy kalian dan aunty Brenda kembali," kata Cora.


Saat ketiganya sedang menikmati buah yang dibawa Cora, seorang pria datang menghampiri mereka.


"Lama tidak berjumpa Cora," timpal Brandon membuat Cora menolah pada Brandon.


"Si tua bangka ini lagi," batin Cora. Sejak memberi Brandon pelajaran, mereka memang tidak pernah bertemu lagi. Cora juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Brandon dan istrinya setelah itu.


"Ck.. sepertinya sudah ada mainan baru lagi," cibir Cora melirik wanita muda di samping Brandon. Entah berapa banyak uang yang diberikan Brandon pada wanita itu hingga mau menjadi simpanan Brandon.


"Ingat istrimu paman," kata Cora.


"Aku tidak peduli dengan wanita tua itu sayang. Kami tidak punya hubungan apa-apa lagi. Aku menginginkan wanita muda seperti kalian," kata Brandon menatap Cora seolah ingin menelanjanginya.


"Menjijikkan sekali," kata Cora bangkit. Mengajak Elvis dan Gizela pergi.


"Siapa mereka?" tanya Brandon menatap Elvis dan Gizela.


"Bukan urusanmu," balas Cora ketus.


"Hei... jangan terlalu buru-buru," ujar Brandon menahan tangan Cora.


"Lepaskan tangan mum.." bentak Gizela menarik tangan Brandon dari tangan Cora. Ia tidak suka dengan Brandon.


"Hei.. anak kecil ini bukan urusanmu," ucap Brandon.


"Dengar... aku tidak ingin berurusan dengan orang sepertimu. Aku berharap tidak pernah bertemu dengan paman lagi," kata Cora membawa Elvis dan Gizela pergi.


Tak lama kemudian, Jack dan Brenda kembali setelah menghabiskan satu putaran. Jack terlihat menggendong Brenda di punggungnya.


"Jack.. apa yang terjadi?" tanya Cora melihat Jack menggendong Brenda.


"Brenda hampir saja pingsan karena kelelahan," ucap Jack menurunkan Brenda.


"Ayo minum dulu," kata Cora memberikan air minum pada Brenda.


"Thanks Cora," kata Brenda lalu meneguk minuman ditangannya.


"Pantas saja. Lain kali jangan lupa Brenda," ujar Jack. Brenda menganggukkan kepalanya.


"Ini, kamu minum dulu," ucap Cora sedikit ketus memberikan botol minuman miliknya pada Jack. Jack mengangguk lalu meminumnya hingga tandas.


"Sebaiknya kita pulang saja. Brenda butuh istirahat," kata Jack. Pria itu memanggil kedua anaknya yang sedang bermain-main.


Setelah mengantar Brenda pulang, Jack membawa Cora kerumahnya. Cora pikir mereka hanya mengantar Elvis dan Gizela dulu sebelum Jack mengantarnya pulang. Tapi pria itu mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.


"Jack.. aku pulang saja," kata Cora.


"Kita makan dulu," balas Jack menarik tangan Cora.


"Aku mau pulang," kata Cora menahan langkah kakinya.


"Ada apa? apa kamu kamu tidak lapar?" tanya Jack menatap Cora yang terlihat kesal.


"Aku hanya ingin pulang," tukas Cora.


"Aku akan mengantarmu setelah makan," kata Jack menarik tangan Cora.


Setibanya di dalam rumah Jack, Cora melihat Chloe dan Odelia ada di sana. Refleks Cora melepaskan tangannya dari tangan Jack. Namun pria itu enggan melepaskannya.


"Grandma," ucap Elvis dan Gizela bersamaan menghampiri Chloe dan Odelia.


"Kalian baru olahraga ya..." kata Chloe mengecup pipi kedua cucunya. Kedua anak itu lalu mengangguk.


"Jack.. lepaskan tanganku," bisik Cora.


"Jack..." gertak Cora. Ia menjadi salah tingkah saat ibu Jack melihat mereka.


"Aunty.. Kami merindukan baby," kata Elvis mengusap perut Odelia yang semakin membesar.


"Baby juga merindukan kalian," balas Odelia.


"Baby tidak bermain bola lagi?" tanya Gizela mengusap perut Cora berharap bayi di perut Odelia


bergerak lagi.


"Belum sayang. Hari ini baby sepertinya tidak bermain bola," kata Odelia mengusap rambut kepala keponakanya itu.


"Halo Bibi Chloe, Odelia," sapa Cora tersenyum.


"Hai sayang," balas Chloe.