
"Padahal tadi dia sudah bilang kalau tangannya tidak sakit lagi. Setelah kamu datang, tangannya mendadak sakit lagi," kata Jack terkekeh melihat sikap manja putrinya setiap kali bersama dengan Cora.
"Untung saja tadi Brenda segera melihatnya. Gizela dan temannya sedang bermain di lapangan sekolah," timpal Ibu Brenda.
"Terima kasih Brenda.." ujar Cora. Brenda mengangguk.
"Bagaimana keadaan temanmu nak?" tanya Chloe. Chloe tidak keberatan jika Jack memilih Cora sebagai istrinya. Chloe juga menyukai sikap Cora. Dan sejauh ini, Cora selalu bisa memenangkan hatinya. Kedua cucunya juga menerima Cora sebagai ibu mereka.
"Dia baik-baik saja Bibi. Besok sudah bisa pulang dari rumah sakit," jawab Cora.
"Sayang, sepertinya dia sudah mengantuk. Kamu bawa saja Gizela ke kamarnya. ini sudah waktunya tidur siang," kata Jack. Cora mengangguk. Ia lalu menggendong Gizela ke kamar anak itu. Ibu Brenda yang mendengar panggilan Jack pada Cora terlihat tidak suka. Sebenarnya ia kecewa dengan Chloe yang merestui hubungan Jack dan Cora. Jelas-jelas ia tahu kalau selama ini Brenda lah yang selalu ada untuk mereka. Tapi karena hubungan bisnis, ibu Brenda tetap harus menjalin hubungan baik dengan keluarga Linford.
Cora merebahkan tubuh Gizela di atas tempat tidurnya. Kedua lalu tidur saling berpelukan.
"Mum.. Patricia mendorongku," ucap Gizela mengadu pada Cora.
"Patricia teman satu kelasmu?"
"Hmm..." dehem Gizela.
"Dia marah karena kalah dalam permainan. Selalu saja seperti itu," kata Gizela.
"Patricia bilang, mommy Bianca bukanlah wanita baik-baik. Mommy bianca wanita ja.lang. Mommy Bianca ibu yang jahat. Mommy punya banyak pacar," kata Gizela.
"Apa itu wanita ja.lang mum?" tanya Gizela.
Gizela menggeleng.
"Bagus. Tidak perlu membalasnya. Mereka hanya asal bicara saja. Nanti mum akan bicara dengan ibu mereka," ujar Cora mengecup kepala Gizela. Bagaimana mungkin anak sekecil mereka bisa berbicara seperti itu jika bukan karena mendengar orang dewasa berbicara. Cora yakin, ibu-ibu di sana sering membicarakan Bianca di depan anak-anak mereka. Mereka tidak menjaga perkataannya di depan anak-anak.
"Tadi sudah makan siang belum?" tanya Cora. Gizela mengangguk.
"Aku makan banyak mum," kata Gizela mendongak, menatap wajah Gizela.
"Bagus.." balas Cora tersenyum.
Setelah Gizela tidur, Cora menyelimuti tubuh anak kecil itu lalu mengecup keningnya sebelum beranjak dari kamar Gizela.
Cora membuka pintu kamar Elvis yang berada di samping kamar Gizela dengan perlahan dan melihat Elvis yang tidur nyenyak. Cora menutup kembali pintu kamar Elvis lalu turun ke bawah. Ia dan Jack ingin pergi ke kantor polisi.
"Mom, aku titip anak-anak. Aku dan Cora ada urusan sebentar. Tidak lama kok," ucap Jack bangkit dari sofa setelah melihat Cora turun dari tangga.
"Iya nak. Hati-hati," kata Chloe. Jack dan Cora lalu berjalan menuju pintu utama.
"Sayang.. kamu sudah makan siang belum?" tanya Jack membuka pintu mobilnya.
"Belum, nanti saja setelah dari kantor polisi," ujar Cora masuk ke dalam mobil.
"Tidak... tidak, kamu makan siang dulu baru ke kantor polisi. Bisa-bisanya kamu lupa untuk makan siang," ujar Jack tegas memasang sabuk pengamannya. Ia lalu mengemudikan mobilnya menuju salah satu Cafe terdekat.